Masyarakat Harus Teliti Saat Membeli Obat dan Makanan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palangka Raya mengadakan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) dengan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan napza dan gerakan nasional peduli obat dan pangan aman (GN-POPA).

Sosialisasi yang diadakan di Gedung Batang Garing ini secara simbolis dibuka oleh Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio, Sabtu (12/5/2018).

Dalam sambutannya Mofit mengatakan dampak mengonsumsi narkoba dan zat adiktif lainnya bisa mengakibatkan bahaya kematian. Bahkan presiden telah mengintruksikan perang terhadap narkoba.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Palangka Raya dan Badan Narkotika Nasional (BNN) akan bersatu padu beserta seluruh masyarakat untuk memerangi kejahatan narkoba.

Mofit menambahkan selain isu narkoba, pemerintah juga fokus menangani penyalahgunaan pengonsumsian obat-obat biasa. Karena itu masyarakat dihimbau untuk cerdas dan teliti dalam membeli obat-obatan yang beredar.

Hal ini bukan tanpa alasan karena pada kenyataannya hal ini terkait dengan maraknya peredaran obat, makanan, serta kosmetik yang tidak standar.

Karena itu Mofit menghimbau melalui sosialisasi ini masyarakat jika mau membeli obat atau makanan harus diteliti apakah sudah ada izin dari BPOM dan sudah kadaluwarsa atau belum.

Mofit menghimbau lagi jika masyarakat melihat ada yang aneh dalam penjualan produk obat, makanan, atau kosmetik maka disarankan melapor supaya bisa ditindaklanjuti oleh BPOM. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan