Ketua Tim Kajian Pemindahan Ibukota Pemerintahan RI Hadiri Seminar di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Riban Satia mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuka secara resmi seminar nasional pemindahan Ibukota Pemerintahan Republik Indonesia (RI) di Swisbell Hotel Danum Palangka Raya, Jumat (15/12/2017) pagi ini.

Acara seminar ini langsung dihadiri Ketua Tim Kajian Pemindahan Ibukota Pemerintahan RI, Imron Bulin. Kehadiran Imron mewakili Menteri/Bappenas Bambang Brodjonegoro yang berhalangan hadir.

Seminar yang diadakan bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) ini juga dihadiri Ahli Arsitektur Perkotaan UI Ir. Antony Sihombing, MPD, Ph.D dan para akademisi dari perguruan tinggi lokal dan nasional serta para mahasiswa dan masyarakat.

Seminar yang dipandu Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Universitas Palangka Raya, Prof Danes Jaya Negara, M.Sc juga dihadiri tokoh Dayak Sabran Achmad dan beberapa kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya.

Dalam laporannya Wakil Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, Phd mengatakan pemindahan ibukota Pemerintahan RI sudah beberapa kali diwacanakan saat pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun redup lagi.

Kemudian diera pemerintahan Joko Widodo, wacana ini dikumandangkan lagi. Khusus Kota Palangka Raya menurutnya memiliki keistimewaan jika dibandingkan dengan daerah lain yang juga dijadikan salah satu kandidat calon pemindahan ibukota pemerintahan RI.

Keistimewaan itu menurut Wicaksono adalah dari faktor sejarah. Kala itu pada 17 Juli 1957 Presiden pertama Soekarno saat pemancangan tiang pertama Kota Palangka Raya ibukota Provinsi Kalimantan Tengah. Kala itu Soekarno mengatakan Palangka Raya diharapkan bisa menjadi cadangan calon Ibukota RI. 

Sementara itu dalam sambutan Walikota Palangka Raya, Riban Satia mengatakan wacana pemindahan ibukota Pemerintahan RI sudah digaungkan oleh Presiden Soekarno saat pertama kali menancapkan tongkak pembangunan Kota Palangka Raya pada 17 Juli 1957.

“Kala itu presiden mengatakan’Jadikanlah Kota Palangka Raya sebagai modal dan model’. Menurut walikota wacana ini kemudian hilang begitu saja dan kemudian muncul lagi saat SBY menjabat Presiden pada 2013. Lagi-lagi Palangka Raya menjadi opsi utama pemindahan
ibukota pemerintahan RI.

Kemudian saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya dalam rangka Peringatan HKSN 20 Desember 2016, wacana tersebut juga disampaikan. Bahkan kala itu pemerintah daerah telah menyatakan kesiapannya jika memang ditunjuk sebagai daerah pemindahan ibukota.

Bentuk kesiapan pemerintah daerah waktu itu telah disiapkan lahan sekitar 300 ribu sampai 500 ribu di wilayah Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas. Tiga lokasi rencana pemindahan ibukota pemerintahan RI ini disebut sebagai wilayah Segi Tiga Emas. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan