Kemajuan Teknologi Informasi Mengikis Budaya Gotong Royong

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Disadari atau tidak rupanya perkembangan teknologi informasi mampu merubah semua lini kehidupan baik itu bidang sosial, ekonomi, maupun budaya.

Positifnya, cepatnya perkembangan teknologi sangat membantu masyarakat untuk memperoleh informasi apa saja melalui saluran media sosial maupun media lainnya.

Namun di sisi lain hadirnya teknologi informasi justru lambat mengubah banyak lini kehidupan, misalnya bidang sosial. Dulu, sebelum hadirnya teknologi informasi, masyarakat Indonesia sangat guyub dan suka gotong royong.

Namun sejak hadirnya teknologi informasi, budaya guyub dan gotong royong tersebut mulai berkurang. Saat ini generasi muda lebih sibuk bermain dengan media sosial.

Fakta ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti saat mengadakan acara temu blogger dan media di Rollas Caffe dan Resto di Kota Palangka Raya, Sabtu (12/5/2018).

Niken mengatakan berdasarkan data Kominfo, teknologi informasi lebih banyak diakses para generasi milineal. Mereka sangat mudah mencari informasi tidak seperti generasi zaman old. 

“Saat ini dari total penduduk Indonesia 255 juta jiwa yang menggunakan internet 54,68 persen dan dari jumlah ini pengguna internet dari generasi now 49,52 persen,” tuturnya.

Data lainnya, generasi now juga lebih cepat mengikuti perkembangan aplikasi teknologi informasi ketimbang generasi old yang hanya 4 persen.

Sedangkan untuk anak-anak usia 13-15 tahun sebanyak 16 persen, usia 19-34 tahun sebanyak 49 persen, dan usia 35-54 tahun sebanyak 29 persen. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan