Kasus Rabies Mulai Ditemukan di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Terhitung Januari sampai April 2018 ini ditemukan 10 kasus rabies yang tercatat pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya. Hal tersebut disampaikan Kabid Keswan, Kesmavet Pengolahan dan Pemasaran pada DKPP Kota Palangka Raya, Sumardi, Senin (16/4/2018).

Dijelaskan, 10 kasus tersebut didapat berdasarkan atas pemeriksaan lanjutan yang dilakukan terhadap hewan jenis anjing yang menggigit manusia. Sehingga dengan respon yang cepat maka dapat diketahui hasilnya. “Di Palangka Raya rata-rata hewan pembawa rabies ini adalah anjing, itu diketahui dari gigitan dan cek laboratorium milik pertanian,” ungkap Sumardi.

Tingginya kasus rabies di Palangka Raya, lebih diakibatkan adanya migrasi anjing dari daerah lain, tanpa terlebih dahulu diberikan vaksinasi terhadap anjing tersebut.

Sementara itu, untuk daerah endemis yang paling banyak populasi anjing di Palangka Raya adalah di Kelurahan Menteng, Bukit Tunggal, dan Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya. Hal itu pun dapat dilihat adanya sekitar 4.000 vaksinasi yang terealisasi dari 7.000 disalurkan dikelurahan-kelurahan tersebut.

Palangka Raya sendiri merupakan daerah tertinggi dalam hal kasus rabies dibanding  daerah lainnya di Kalteng. “Namun kasus tersebut tidak sampai adanya korban meninggal dunia. Karena segera diantisipasi dengan memberikan suntik vaksin anti rabies (VAR),” jelas Sumardi.

DKPP terus menekan jumlah kasus rabies ini, dengan membentuk kader-kader vaksitator rabies termasuk penyuluh di dalamnya. “Kendala yang ditemukan adalah, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinisasi rabies pada anjing atau hewan peliharaan,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan