Insentif Penyuluh Agama Non PNS Perlu Ditingkatkan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus memberikan pembinaan serta dorongan kepada ratusan penyuluh agama dan penyuluh pembangunan, yang selama ini telah melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Salah satu wujud penghargaan atas kontribusi para penyuluh non PNS tersebut, maka Pemko Palangka Raya memberikan honor atau insentif mengingat strategisnya peran para penyuluh selama ini.

“Memang besaran insentifnya masih jauh dari harapan. Ya maunya bisa setara UMK atau UMR. Namun inilah yang bisa diberikan, semoga kedepannya bisa meningkat,” ujar Walikota Palangka Raya HM Riban Satia, saat acara pelatihan manajemen masjid dan pengkaderan Khatib dan Da’i, Sabtu (11/8/2018), dirujab walikota Palangka Raya.

Saat ini kata Riban, penyuluh diberi insentif dengan kisaran Rp 200-400 ribu per bulan, yang disesuaikan dengan bidangnya masing-masing. Namun semuanya kata dia, bisa dimaklumi mengingat anggaran pemerintah kota yang masih sangat sedikit, akan tetapi setidaknya sudah ada upaya yang bisa diberikan kepada para penyuluh.

Seharusnya lanjut Riban, penyuluh adalah mitra kerja pemko, sehingga keberadaanya sangat dibutuhkan terutama untuk menyampaikan berbagai komponen penting kemasyarakatan ataupun pembangunan. Apabila penyuluh mampu melakukan fungsi dan tugasnya dengan baik, maka akan berimplikasi terhadap kelancaran pembangunan daerah.

“Setidaknya masyarakat memahami upaya pemerintah dalam menjalankan pembangunan selama ini. Baik capaian maupun keberhasilan maupun kekurangan,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan