Hadapi Karhutla, Perlu Penggunaan Alat Pemadam Praktis

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Hal yang kerap dikeluhkan oleh personil damkar maupun tim penaggulangan bencana daerah saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, yakni ketika posisi titik api menjorok jauh di dalam area lahan sehingga menyebabkan peralatan pemadam tidak berfungsi menjangkau secara maksimal.

Menyikapi hal tersebut Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto menyarankan pemerintah kota (pemko) Palangka Raya melalui instansinya untuk mempelajari alat pemadam yang praktis akan tetapi model terbaru, sebagai upaya  untuk antisipasi karhutla.

“Bila apinya jauh dari jangkauan, tentu peralatan pemadam tak mampun menjangkau. Maka itu saran saya, instansi seperti BPBD atau Damkar coba pelajari alat pemadam yang praktis,” cetusnya, Minggu (2/9/2018).

Sigit mencontohkan, ada alat pemadam model baru yang bisa menempel atau digendong pada bagian badan. 

“Jadi alatnya itu gendong tapi bisa langsung menyemprotkan air. Kisaran air yang bisa dibawa pada alat itu berkisar antara 30-60 liter,”bebernya lagi.

Menurut Sigit, BPBD mapun pihak Damkar bisa menganalisis alat itu, kalau memang representatif maka bisa saja dicoba.
Misalkan untuk antisipasi karhutla  maka pengadaan awal bisa disediakan 10 alat untuk digunakan tim penanggulangan di semua kelurahan yang ada di Palangka Raya.

“Di Palangka Raya ada 30 kelurahan, sediakan masing-masing 10 unit alat tersebut kepada tim penanggulangan karhutla. Saya pikir cukup untuk antisipasi awal,” saran Sigit. (MC. Isen Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan