DPRD Langkat Kaji Banding ke Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Empat anggota DPRD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara melakukan kaji banding ke Pemerintah Kota Palangka Raya, Rabu (21/2/2018).

Para wakil rakyat ini belajar banyak hal tentang bidang pertanian, kesehatan, dan kepegawaian kepada jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya.

Rombongan Anggota DPRD Langkat yang dipimpin R Purnama ini disambut oleh Asisten I Setda Kota Palangka Raya, Ikhwansyah dan Asisten II Setda Kota Palangka Raya Anwar Sanusi Umanur Gayo di Ruang Peteng Karuhei I. 

Dalam pertemuan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dr Andjar Hari Purnomo, Kepala Dinas PUPR Palangka Raya Harry Maihadi, Sekretaris DPRD Palangka Raya Sitti Masmah, dan beberapa perwakilan SOPD lainnya.

Dari ketiga bidang yang dipelajari tersebut Anggota DPRD Langkat, R Purnama beserta anggota lainnya lebih banyak bertanya soal pegawai honorer, khususnya guru.

Dia menuturkan di Langkat saat ini sedang terjadi krisis tenaga honorer. Dimana jumlah tenaga honorer mencapai 3.000 guru, belum termasuk di sekolah swasta.

“Di sisi lain saat ini porsi APBD Langkat sudah banyak terserap untuk belanjar pegawai, sedangkan masih banyak guru honorer yang belum diangkat menjadi ASN,” tuturnya.

Karena itulah menyikapi kondisi tersebut, DPRD Langkat melakukan kaji banding kebeberapa daerah. Di antaranya Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.

Sementara itu perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menjawab pertanyaan DPRD Langkat jika hampir semua daerah pasti memiliki pegawai honorer, meski jumlahnya tidak sama.

Dijelaskan saat ini Kota Palangka Raya ada 419 guru honorer yang insentifnya didanai oleh dana BOS dan sisanya 292 guru honorer dibayar dari dana BOS.

Rencananya, Pemerintah Kota Palangka Raya juga akan mengeluarkan kebijakan baru terkait sistem pemberian insentif guru honorer. Nantinya insentif guru honorer akan dibayarkan sesuai jam mengajar, tidak seperti tahun sebelumnya.

Perubahan pemberian insentif guru honorer dengan sistem jam mengajar ini diberlakukan salah satu tujuannya untuk menghemat anggaran agar lebih efisien. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan