DLH Kota Palangka Raya Gelar Giat Kesiapasiagaan Mencegah Terjadinya Karhutla

MEDIA CENTER, Palangka Raya- Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya terus berupaya dalam mencegah terjadinya Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya.

Berbagai upaya kesiapasiagaan terhadap bencana Karhutla tersebut seperti Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Kecamatan, Pelatiahan Pembukaan dan Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), pengedaran leaflet himbauan, pemasangan himbauan spanduk cegah karhutla di titik-titik rawan karhutla dan wilayah yang dapat diakses oleh masyarakat.

Kali ini upaya kesiapasiagaan dalam mencegah terjadinya Karhutla yaitu dengan melibatkan unsur Lembaga dan masyarakat di Kota Palangka Raya, DLH Kota Palangka Raya melakukan pengecekan kondisi sumur bor sekaligus melakukan pembahasan lahan yang rawan akan kekeringan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyebutkan bahwa berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kemarau tahun ini adalah kemarau basah.

 

“Berdasarkan prakiraan tersebut wilayah Kalimantan Tengah diperkirakan pada bulan Agustus 2022 ini mulai memasuki kemarau. Oleh sebab itu, kami bersama tim gabungan TSAK Kelurahan mulai melakukan persiapan dan bersiaga terutama mengecek kondisi infrastruktur dan melakukan pembasahan lahan”, kata Zaini, Kamis (11/8/2022).

Zaini juga menuturkan bahwa pengecekan kondisi sumur bor dilakukan untuk memastikan jika terjadi kebakaran, maka infrastruktur dimaksud berfungsi.

“Melalui tim gabungan DLH, kelurahan dan TSAK Kelurahan kami melakukan pengecekan sumur bor dan pembasahan lahan, untuk memastikan jika terjadi kebakaran infrastruktur dimaksud berfungsi dengan baik”, tuturnya.

Selain itu, lanjutnya bahwa pembasahan lahan juga perlu dilakukan karena pada musim kemarau dengan berkurangnya curah hujan menyebabkan temperatur udara tak jarang mencapai 35 derajat Celcius, kandungan air dalam tanah akan menipis sehingga akar tanaman tak mampu mengalirkan cukup air ke daun, membuat banyak tanaman layu dan kering yang menyebabkannya mudah terbakar.

“Saya berharap melalui kegiatan pembasahan ini diharapkan kebakaran lahan dapat diminimalkan pada musim kemarau tahun ini, dan dapat mencegah bencana asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat”, tutupnya. MC. Isen Mulang/Nitra/wspd

0 tanggapan

Beri Komentar

Ingin memberikan tanggapan?
Jangan Sungkan!

Tinggalkan Balasan