Dampak Kenaikan Harga Komoditas Menurut BI Kalteng

 

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Bagaimana analisis Bank Indonesia (BI) menyikapi dampak kenaikan harga migas, batu bara, dan beberapa sumber daya alam lain serta kenaikan harga komoditas yang biasa menjadi pemicu inflasi?

Lalu sebesar apa perkiraan dampaknya terhadap pendapatan daerah atau pendapatan asli daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Ini penjelasan Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yura Adalin Djalins, Sabtu 12 Maret 2022.

Komoditas bahan bakar kendaraan dan rumah tangga harganya ditetapkan oleh pemerintah. Dengan demikian kenaikan harga minyak bumi dan gas akibat kondisi geopolitik tidak berdampak langsung terhadap kenaikan harga komoditas dimaksud sepanjang tidak ada kebijakan dari pemerintah untuk menaikkan harga.

Yura menyebut untuk harga gas non subsidi memang Pertamina telah menaikkan harga dua kali pada Desember 2021 dan akhir Februari 2022. Hal ini menjadikan komoditas bahan bakar rumah tangga termasuk 5 besar komoditas penyumbang inflasi pada Januari dan Februari 2022.

Hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) mingguan BI Kalteng menunjukkan rata-rata harga gas LPG ukuran 12 kg di Kota Palangka Raya naik menjadi Rp195 ribu Maret I dari Rp175 ribu pada Februari IV.

Sementara harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertadex naik pada awal Maret 2022. Sejauh ini BI menilai kenaikan harga BBM berpengaruh terbatas terhadap inflasi, karena porsi konsumsi masyarakat terhadap jenis bahan bakar sangat kecil.

Dia melihat bahwa pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah juga terus memantau dan memastikan ketersediaan bahan bakar gas di masyarakat.

Adapun kenaikan harga komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah yaitu batu bara dan CPO akan berdampak positif pada kenaikan pungutan pajak oleh pemerintah yang akan menaikan jumlah dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat kepada daerah penghasil.

Data dari Dirjen Perimbangan Keuangan, Kemenkeu menunjukkan alokasi DBH Sumber Daya Alam Minerba untuk Kalimantan Tengah naik 15 persen dari Rp 802 miliar pada 2021 menjadi Rp 920 miliar pada 2022. (MC Isen Mulang.2/ndk)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *