Betang Mandala

Rumah Betang merupakan rumah adat suku Dayak dengan ukuran rumah yang panjang dan besar serta tidak memiliki sekat antara ruang. Dengan ukurang rumah yang besar tersebut, bertujuan agar dapat menampung seluruh anggota keluarga besar yang dimiliki. Betang Mandala merupakan replika rumah adat Dayak yang bertempat di Jalan D.I. Panjaitan Kota Palangka Raya.

Rumah Betang Mandala ini dibuat menyerupai asli rumah adat suku Dayak dan menjadi tempat tujuan wisata bagi pelancong yang berkunjung ke Kota Palangka Raya , maupun bagi masyarakat setempat.

Replika rumah adat ini juga di hiasi dengan ornament-ornamen cantik khas Dayak dan pada area luar rumah betang terdapat sandung, patahu, dan patung pahatan berupa sapundu. Tentunya karena ini  hanya rumah adat yang diolah dengan tujuan wisata,maka tidak terdapat penyimpanan tulang leluhur pada sandung yang ada di sini.

Rumah Betang memiliki falsafah untuk saling menghargai dengan anggota keluarga lain yang tinggal bersama, meskipun dengan kepercayaan yang berbeda-beda.

Wisata Cipta Buah Pak Slamet

keberadaan taman buah Cipta Rasa milik Slamet Riyadi yang berda di Jalan Manduhara Kelurahan Kereng Bengkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, cukup membawa manfaat bagi banyak orang.Betapa tidak, taman buah yang dilengkapi dengan sarana penunjang lainnya seluas dua hektare yang dimiliki secara perorangan ini juga banyak dikunjungi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa juga umum untuk menimba ilmu dengan pemiliknya.

Bukan hanya itu, kada beberapa petugas dari balai penelitian tanaman yang ada di Kalimantan Tengah juga datang ke kebun buah ini, untuk sekadar sharing ilmu untuk tanaman tertentu yang tidak biasa ditanam di lahan gambut.Slamet sendiri mengakui, bahkan banyak pelajar dan mahasiswa yang datang ke kebun miliknya untuk sekadar berbagi ilmu untuk pengembangan tanaman buah-buahan di lahan gambut di Palangkaraya

Kini ide itu terealisasi. Buah-buah segar sudah siap dipetik di tempat wisata kebun buah-buahan Cipta Rasa yang berlokasi di kawasan Jalan Manduhara, Kelurahan Kereng Bangkirai.Slamet Riyadi pun menceritakan awal mula niatnya membangun kebun buah tersebut. Pria yang sehari-hari disapa Pak Slamet itu bercerita bahwa mulanya lahan itu merupakan tempat keluarganya menanam sayur untuk pemenuhan kebutuhan sehari hari.“Pertamanya lokasi ini adalah tempat menanam sayur-mayur untuk menyambung hidup,” katanya saat berbincang dengan Kalteng Pos. Pria yang mengaku berasal dari Kota Tulung Agung, Jawa Timur itu mengatakan, niatnya mengubah lahan yang dibelinya 2011 itu menjadi kebun buah karena ia sering melihat berbagai buah yang dijual di pasar kebanyakan dalam kondisi rusak dan tidak segar karena merupakan barang suplai dari luar Palangka Raya.

Matan Andau

Matan Andau adalah destinasi wisata alam baru di Kota Palangka Raya, yang lokasinya berada di Km. 30 DesaTangkiling, Kecamatan Bukit Batu. Tempat ini mulai beroperasional pada tanggal 25 November 2022 yang lalu, sebagai obat kerinduan masyarakat Kota Palangka Raya dan sekitarnya, akan adanya tempat wisata alam yang dikelola dengan baik dan mampu bersaing dengan wisata lain yang ada di luar Provinsi Kalimantan Tengah, mengingat selama ini banyak sekali masyarakat kota Palangka Raya yang lebih suka menghabiskan liburannya dengan pergi ke Provinsi Kalimantan Selatan, karena merasa di Palangka Raya tempat wisatanya sangat terbatas. Tapi dengan adanya Matan Andau ini akan menjadi destinasi pilihan yang bagus untuk tidak lagi berwisata keluar daerah.

Untuk mengisi waktu libur, Matan Andau menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi karena tempatnya tidak jauh dari kota. Hanya dengan jarak tempuh sekitar 30 menit saja dan tarif masuknya juga sangat terjangkau, untuk tiket masuk satu orang hanya dikenakan tarif  Rp 20.000,00 dan masyarakat sudah bisa menikmati keindahan tempat ini, yang berada di wilayah perbukitan dan dikelilingi hutan, serta banyak sekali memiliki spot foto yang sangat bagus. Selain itu tersedia juga tempat untuk menginap yang bentuknya cukup unik karena berbentuk kerucut dan rumah himba serta terdapat ruangan untuk mengadakan pertemuan dan restoran bagi pengunjung yang ingin makan dan bersantai, Bagi masyarakat yang ingin datang kesini, dinformasikan kalau tempat wisata ini buka pada jam 09.00-22.00 WIB setiap hari.

Menurut informasi dari pegawai yang sedang bertugas, pengunjung yang datang kesini, paling banyak berasal dari dalam kota Palangka Raya, dan selebihnya dari daerah kabupaten dan provinsi Kalimantan Selatan. Mereka mengaku mengetahui kabar tentang adanya tempat wisata ini dari sosial media dan dari cerita teman-teman yang sudah lebih dulu berkunjung ke Matan Andau, terutama saat akhir tahun 2022 yang lalu yang mengakibatkan kemacetan luar biasa disepanjang jalan Cilik Riwut km. 10 sampai ke lokasi wisata, karena antusiasme warga kota Palangka Raya ingin melihat tempat wisata baru yang viral di sosial media Tik Tok ini.

Diharapkan dengan adanya tempat wisata ini, masyarakat sekitar bisa memanfaatkan bagian luar lokasi untuk usaha kecil dengan berjualan makanan ringan dan pengelola juga bisa membuka lapangan kerja untuk anak-anak muda di sekitar, sehingga keberadaan tempat wisata ini bisa membantu perekonomian masyarakat, karena lokasi wisata ini prospeknya sangat bagus dan sangat menjanjikan keuntungan, apalagi dengan adanya rencana penambahan spot-spot foto, dan  tempat bermain Flying Fox, tempat ini pasti akan semakin ramai dikunjungi dan tentu saja ini juga akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Danau Tundai

Danau Tundai merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Sabangau, Kota Palangka raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Danau Tundai merupakan daerah yang warga setempatnya bermata pencaharian 100 persen nelayan, cara menangkap dilakukan secara manual. Hasil tangkapan dijual ke tengkulak yang langsung mengambil ke desa tersebut. Untuk mengunjungi Danau Tundai belum dapat dijangkau dengan jalur darat, untuk dapat ke Danau Tundai harus menggunakan kelotok atau perahu motor. Waktu yang diperlukan agar dapat sampai ke Kelurahan Danau Tundai pun sekitar dua jam perjalanan dari Kota Palangka Raya, dengan rute melewati perjalanan darat ke Kelurahan Tanjung Pinang dan berhenti di pelabuhan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kelotok menyusuri Sungai Kahayan dan sekitar satu jam baru sampai di terusan atau anak sungai untuk menuju Kelurahan Danau Tundai. Butuh sekitas 1,5 jam bisa sampai tujuan

Dengan potensi yang dimiliki Danau Tundai yang luar biasa, seperti perikanan air tawar, pengolah dan penghasil ikan asin sepat, toman, dan lele, serta potensi wisata mancing dan tempat rekreasi. Kelurahan Danau Tundai merupakan lokasi terpilih pelaksana kegiatan PLPBK. Dengan adanya, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan kualitas pemukiman yang berkelanjutan (sustainability development), sehingga sesuai dengan Branding Marketing Kelurahan Danau Tundai “Tundai Lampang” yaitu Langkah Menuju Perubahan dan Pembangunan.

Danau Tundai juga merupakan salah satu temapat wisata religi, sering dikunjungi untuk ziarah ke makam Habib Muhammad Yasin bi Habib Muhammad Husin Al Idrus atau lebih dikenal dengan Habib Danau Tundai, makam ini akan terlihat jika kita menaiki klotok atau perahu karena berada di aliran sungai Tundan dan bangunan sudah permanen dengan titian jembatan menuju makam dari pinggiran sungai, letak makam tersendiri karena tidak terlihat satu pun rumah atau pemukiman penduduk dan uniknya banyak kawanan kera yang berkeliaran di area makam tersebut

Makam Kubah Tundai Yayasan Noor Al-Banjari

20 Februari 2024
Berita, Objek Wisata

1 Views

Kubah Makam Datu Tundai terletak di Kelurahan Bereng Bengkel, Kota Palangka Raya. Nama beliau adalah Al-Habib Muhammad Yasin bin M. Husein Al-Idrus. Pada hari libur biasanya para pengunjung dari kota Palangka Raya datang ke Makam Datu Tundai untuk melakukan ziarah. Uniknya, makam Datu Tundai di “jaga” oleh hewan monyet ekor panjang. Namun para pengunjung tidak perlu khawatir mengingat kawanan monyet tersebut sama sekali tidak mengganggu

Check Also

Telok Kaja adalah sebuah tempat wisata yang terletak di Desa Sei Gohong. Telok Kaja memiliki …

Sungai Koran

Sungai koran adalah salah satu sungai yang ada di Taman  Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah (Kalteng). Lokasinya sangat mudah diakses dari ibukota provinsi Kalteng, Palangkaraya. Hanya 15 menit perjalanan dari Kota Palangkaraya, anda akan tiba di Desa Kereng yang menjadi gerbang utama TN Sebangau. Taman Nasional Sebangau masuk dalam tiga wilayah yakni Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau. Taman Nasional Sebangau (TNS) adalah kawasan konservasi alam yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Tengah. Taman ini diapit oleh beberapa sungai, yaitu Sungai Sebangau dan Katingan. Selain itu Sungai Kahayan juga mengalir melewati kawasan TNS. Taman nasional ini merupakan lahan hutan gambut yang dilalui beberapa sungai, salah satunya Sungai Koran yang berair hitam. Warna ini bukanlah hasil limbah, melainkan zat tanin yang ada di dalam rawa gambut.

Air ini sekaligus menjadi nyawa bagi kehidupan aneka jenis flora seperti pohon ulin, anggrek hitam, dan Nephentes alias kantong semar. Apabila masuk jauh ke dalam, hutan rawa gambut menjadi habitat bagi orang utan, bekantan dan beruang madu. Terletak di Provinsi Kalimantan Tengah, Taman Nasional Sebangau cocok menjadi destinasi wisata bagi penikmat flora dan fauna endemik. Luasnya sekitar 568.700 hektar, selain rumah bagi orang utan juga menjadi rumah bagi 25 jenis mamalia, 116 jenis burung borneo, 36 jenis ikan, serta sekitar 166 jenis flora.

Akses termudah untuk menembus hutan belantara TNS adalah dengan melalui jalur sungai. Bisa berangkat dari beberapa titik di Kota Palangkara untuk menuju kawasan TNS. Kandungan tannin dalam sungai ini dihasilkan oleh gambut yang berada di bagian bawah sungai. Sebelum didaulat menjadi Taman Nasional pada 2004, Sebangau merupakan hutan produksi yang dikelola beberapa HPH. Pembalakan liar pun merajalela usai berakhirnya izin HPH di kawasan tersebut. Jika pengunjung menggunakan Speedboat akan melewati lebih banyak labirin rasau, menuju Pos Jaga Sungai Koran yang juga berfungsi sebagai guesthouse. Pos Jaga ini merupakan tempat patroli untuk petugas taman nasional, sekaligus tempat istirahat bagi pengunjung.

Ada dua bangunan utama, dengan satu menara pandang untuk melihat pemandangan dari ketinggian. Pos Jaga Sungai Koran adalah spot tepat untuk bersantai. Dibangun pada akhir 2015, pos ini punya gazebo besar untuk duduk-duduk dan menyeruput kopi. Pengunjung bahkan bisa berenang langsung di depan Pos Jaga. Oleh karena itu, wisata menyusuri Sungai Koran yang berwarna hitam ini bisa jadi pilihan half day trip jika berkunjung ke Palangkaraya. Total perjalanan dari dan kembali ke Palangkaraya hanya butuh waktu sekitar lima jam. Indahnya destinasi susur sungai di sungai koran taman Nasional sabangau destinasi tidak jarang meninggalkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung hal tersebut lah yang menjadi cirikhas destinasi wisata di Kalteng

Pesona Alam Lestari

Untuk anda yang ingin menikmati akhir pekan bersama keluarga anda, maka tak ada salahnya untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada di Palangkaraya ini. Pesona Alam Lestari adalah salah satu destinasi wisata favorit keluarga di kota ini. Apa saja hal yang bisa anda lakukan di tempat wisata ini? Simak ulasannya berikut ini untuk anda.Ketika berada di Palangkaraya dan bingung mencari tempat wisata, maka anda pun bisa singgah sejenak ke tempat satu ini. Objek wisata yang telah beroperasi dari tahun 2016 ini merupakan salah satu wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, terutama dengan keluarga tercinta. Terletak di Kelurahan Kereng Bangkiri maka wisata ini pun masih berada di dalam kota yakni hanya sekitar 15 kilometer dari pusat kota Palangkaraya.Wisata alam satu ini merupakan salah satu wisata yang cocok untuk anda nikmati sebagai destinasi liburan bersama keluarga. Hal ini dikarenakan tempat ini dilengkapi dengan fasilitas untuk bersantai dan juga pemandangan alam yang sangat memukau. Sehingga hal tersebut akan membuat liburan anda menjadi lebih lengkap bersama keluarga anda.

Fasilitas

Ketika berada di tempat wisata satu ini, maka anda pun bisa menikmati suasana wisata dengan lokasi yang cukup luas. Sehingga ketika anda berada disini maka anda tak hanya akan bisa singgah di pondok saja. Melainkan ada beberapa fasilitas lain yang memang sengaja disediakan untuk menunjang kenyamanan pengunjung ketika berwisata ke tempat satu ini. Diantaranya adalah tempat bermain untuk anak anak. Sehingga ketika anda kesini bersama keluarga, maka si kecil pun tak akan merasa bosan. Pasalnya terdapat wahana bermain untuk anak yang cukup lengkap, mulai dari ayunan hingga perosotan pun tersedia lengkap di tempat satu ini. Selain itu, bagi anda yang tidak membawa makanan dari rumah, maka anda pun tak perlu merasa khawatir. Pasalnya, ketika berada di tempat wisata ini maka anda pun akan bisa untuk menemukan berbagai macam warung yang menyediakan makanan dan minuman. Sehingga hal ini akan membuat anda bisa bersantai dan menikmati pemandangan alam yang memukau bersama keluarga anda. Selain itu, di tempat satu ini pun juga telah tersedia WC umum, sehingga hal ini akan sangat menunjang kenyamanan meskipun anda berada di lokasi ini dalam waktu yang lama.

Lokasi

Kereng Bangkirai, Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kereng Bangkirai , Sabangau, KOTA PALANGKARAYA

Wisata Adventure Tanduhan

Wisata ATV Tanduhan terletak di Jalan Pasir Panjang Kereng Bangkirai, Sebangau, Palangkaraya, bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengisi waktu liburan ataupun akhir pekan bersama keluarga dan orang terkasih.Berdiri sejak 2019, melalui ide yang digagas oleh orang tua pengelola wisata ATV Tanduhan, masih eksis hingga saat ini.

Dengan luas 2 hektar, pengunjung dapat berkeling menikmati suasana wisata yang menyenangkan.Untuk hari biasa Senin hingga Kamis ATV besar di banderol pada harga Rp 60.000 per 25 menit, ATV sedang pada harga Rp 50.000 per 25 menit, sedangkan ATV Kecil Rp 40.000 per 25 menit, Selain ATV pengunjung juga dapat menikmati suana pemancingan ikan, yang juga ada di lokasi ini. Tarif yang dikenakan pun, dihitung dari besaran jumlah ikan yang didapatkan.

Menurut satu diantara pengunjung Muza, ia beserta keluarganya berkunjung ke wisata ini karena tempatnya yang tidak jauh dari tengah kota.

“Kesini sih karena membawa anak liburan, dan juga wisatanya tidak jauh dari tengah-tengah kota,

Susur Sungai Kahayan

Objek wisata alam saat ini masih banyak digemari oleh para wisatawan. Pasalnya, pemandangan yang dihadirkan secara natural dan bentangan alam nan indah merupakan teka-teki yang menjadi daya tarik tersendiri. Belum lagi, lukisan alam sebagai hadiah terindah dari tuhan ini dihadirkan dengan sensasi yang berbeda juga merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satunya adalah kegiatan menyusuri sungai dengan suguhan pemandangan yang belum pernah anda lihat sebelumya. Kalimantan yang merupakan paru-paru dunia karena hutannya dan menjadi pulau dengan sebutan seribu sungai ini memiliki wisata yang sangat menarik dan khas, Susur Sungai Kahayan itulah sebutannya. Dari namanya saja sudah bisa kita tebak, bagaimana serunya kegiatan menyusuri sungai yang ada di Kalimantan tengah ini dan ada sebagian orang yang menyebutnya hutan amazonya Indonesia.

Sungai Kahayan adalah salah satu sungai terpanjang di Pulau Kalimantan. Memiliki luas mencapai 81,648 km2, panjang 600 km, lebar 500 meter dan kedalaman mencapai hingga 7 meter. Sungai yang membelah Kota Palangkaraya ini juga biasa disebut dengan sungai Biaju Besar atau sungai Dayak Besar. Sungai Kayahan memiliki bentuk yang sangat unik karena ia terlihat seperti teluk yang menjuruk kedalam. Alur sungainya dalam, sendimentasi dimulut sungai menyebabkan pendangkalan dikeliling sungai. Namun, bukan hanya uniknya saja yang membuat wisata susur sungai kahayan ini menarik, melainkan pemandangan disekitar sungai serta suasana kehidupan suku Dayak yang akan direkam oleh mata anda.

Objek Wisata

Membelah suasana hutan bergambut dan berlayar diatas sungai dengan air yang jernih dan terkadang berwarna coklat kehijauan khas air sungai merupakan wisata yang tidak bisa ditemukan disembarang tempat. Ada beberapa rute yang ditawarkan oleh pengelola wisata sungai Kahayan ini, namun rute menuju Pulau Kaja adalah yang paling digemari oleh pengunjung. Dalam rute ini, perjalanan dimulai dengan suguhan pemandangan rumah-rumah apung warga disekitar sungai yang masih sangat sederhana dan berbeda dengan pemukiman di kota besar. Banyaknya kelotok-kelotok milik warga yang sedang beraktifitas juga akan menambah keeksotikan sungai Kahayan. Sepanjang perjalanan menuju Pulau Kaja yang merupakan tempat konservasi oranguatan Nyaru Menteng. Diarea wisata ini biasanya peserta susur sungai diperbolehkan masuk dengan waktu yang telah ditentukan. Didalam Nyaru Menteng anda bisa melihat berbagai macam binatang khas Kalimantan seperti Macaca Fascicularis yaitu monyet abu-abu ekor panjang yang bergelantungan dan berlompatan di antara pepohonan, uwa-uwa, lutong, biawak dan juga bekantan.

Tarif

Untuk memasuki area wisata Susur Sungai Kahayan tidak dibutuhkan biaya alias free. Dan untuk bisa menikmati wisata sungai yang menarik ini, ada beberapa pilihan paket yang berbeda. Untuk paket regular yaitu menyusuri sungai selama 3-4 jam dengan jenis perahu kecil atau sering disebut dengan perahu Kelotok, pengunjung dikenakan biaya Rp. 75.000/orang. Perahu jenis ini bisa menampung hingga 20 penumpang atau dengan kapal yang berkapasitas lebih sedikit yaitu 8-9 orang dengan biaya sewa Rp. 250.000,- / satu jam.Paket yang lain membutuhkan biaya yang cukup mahal, yaitu antara Rp. 10.000.000,- ( sepuluh juta rupiah ) sampai Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) dengan menggunakan kapal besar yang memiliki fasilitas tempat tidur, restauran, kamar mandi, serta snack bar dan ruang karaoke untuk keluarga.

Dengan rute perjalanan yang jauh lebih panjang dan membutuhkan waktu hingga 24 jam. Pelayanan wisata yang didapatpun sangat baik, sepadan dengan harganya. Anda akan merasakan suasana istirahat di tengah sungai dan belantara hutan Kalimantan yang merupakan paru-paru dunia. Mungkin, bisa disebut sebagai hotel berjalan disebuah sungai Selain itu, anda juga masih bisa memilih beberapa paket lain yang disediakan antara lain Paket Wisata Memancing dengan Kapal Wisata, Paket Susur Sungai Perkampungan Suku Dayak, Paket Acara Khusus, Paket Wisata Orangutan atau Paket Adventure dengan harga yang sudah ditentukan.

Kawasan Souvenir Jl Batam

Souvenir shop merupakan salah satu objek wisata yang paling banyak dikunjungi dikalimantan tengah contohnya pada sekitaran area pasar besar palangkaraya (JL. Batam, Langkai, Pahandut, 73111, Pahandut, Kec. Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah). Ada belasan toko souvenir yang tersedia di sana dimana mereka menjual aneka jenis mulai dari sarung kalimantan, pajangan, dompet dan tas manik-manik, gantungan kunci dan aneka cincin kalung yang terbuat dari batu khas Kalimantan, serta kerupuk yang bisa diburu sebagai oleh-oleh. Tentu saja harga pun dapat ditawar tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Mayoritas yang diburu konsumen yakni tas, dompet dan aneka gelang bagi wanita, serta kerajinan khas Kalimantan yang disukai konsumen pria. Harga suvenir paling murah yakni gantungan kunci aneka model sebesar Rp 5.000. Tapi jangan kaget bila tertarik menawar jenis suvenir lainnya yang mencapai ratusan ribu rupiah. Pengunjung mayoritas berasal dari luar Kalimantan. Begitu pun, peningkatan omset biasanya terjadi pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu di mana banyak pelancong luar daerah yang khusus menyambangi kawasan itu. Batu Kalimantan merupakan produk unggulan suvenir mereka. Ini lah gambaran usaha Souvenir shop di kota. Palangka Raya masih banyak peluang yang sangat besar bagi para pengusaha kreatif kalau bisa melihat peluang dari destinasi wisata.

Sekilas, nama Pasar Besar diasumsikan sebuah pasar berukuran besar dan luas tempat bertransaksinya pedagang dan pembeli. Kendati tak jauh beda, luas pasar mungkin tidak seberapa di banding pasar-pasar yang berada di ibu kota provinsi lainnya di Indonesia. Yang membedakan hanyalah bercampur-baurnya seluruh pedagang mulai dari kelontong, pakaian, toko emas, souvenir hingga pasar sayur dalam satu komplek di beberapa ruas jalan. Khusus berburu suvenir, hanya terdapat di Pasar Besar, tepatnya di Jalan Batam, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Belasan toko di kiri kanan jalan tersebut menyediakan aneka suvenir yang dapat dijadikan oleh-oleh bagi pengunjung. Pantauan Kompas.com, belasan toko suvenir dimaksud menjual aneka jenis mulai dari sarung kalimantan, pajangan, dompet dan tas manik-manik, gantungan kunci dan aneka cincin kalung yang terbuat dari batu khas Kalimantan, serta kerupuk yang bisa diburu sebagai oleh-oleh.

Hargapun dapat ditawar, tergantung kesepakatan. Penuturan Fitri, seorang pedagang, dalam satu hari ia bisa meraup omset hingga Rp 2 juta tergantung banyaknya pengunjung. Mayoritas yang diburu konsumen yakni tas, dompet dan aneka gelang bagi wanita, serta kerajinan khas Kalimantan yang disukai konsumen pria. “Suvenir ini semuanya khas Kalimantan jadi bukan hanya Kalimantan Tengah saja,” sebut Fitri, Kamis (20/3/2014). Menurut Fitri, harga suvenir paling murah yakni gantungan kunci aneka model sebesar Rp 5.000.

Tapi jangan kaget bila tertarik menawar jenis suvenir lainnya yang mencapai ratusan ribu rupiah. Sejak buka pagi hari, Fitri mengaku pengunjung mayoritas berasal dari luar Kalimantan. Begitu pun, peningkatan omset biasanya terjadi pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu di mana banyak pelancong luar daerah yang khusus menyambangi kawasan itu. “Kalau hari kerja ada juga (pengunjung) tapi jarang, kecuali orang kantoran. Akhir pekan biasanya ramai dari luar Pulau Kalimantan yang memborong sejumlah oleh-oleh ini,” sebut Fitri seraya mengakui bahwa batu Kalimantan merupakan produk unggulan suvenir mereka.