Kodim: Penetapan Status Karhutla ada Pada Walikota

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini sebagian wilayah Kota Palangka Raya sudah dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Di sisi lain Pemko masih bimbang untuk menaikkan status Karhutla.

Karena itulah Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) yang juga Staf Ahli Walikota Palangka Raya, Supriyanto mengundang semua instansi untuk membicarakan status Karhutla.

Dalam rapat yang digelar di Ruang Peteng Karuhei I, Rabu (29/5/2019) pukul 13.30 WIB, Supriyanto meminta usulan dari semua Tim Karhutla guna menetapkan status.

Namun usulan peningkatan status Karhutla ini menurut Kepala Staf Kodim 1016 Palangka Raya Mayor Inf Wiyanto tidak bisa diusulkan dari bawah, karena SOPD atau instansi vertikal sifatnya hanya melaksanakan tugas.

“Jadi yang berhak meningkatkan status Karhutla ini adalah walikota, karena status walikota merupakan Dansatgas Karhutla Kota Palangka Raya,” tuturnya.

Hanya saja pihak Kodim 1016 Palangka Raya mengusulkan ada peningkatan status dengan pertimbangan saat ini sudah ada lahan seluas 3 hektare di wilayah Sabangau terbakar. (MC. Isen Mulang)

DLH Sepakat Status Karhutla Ditingkatkan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Yusran sepakat jika saat ini status kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ditingkatkan.

Saat ini status Karhutla di Palangka Raya masih biasa, karena sudah ada beberapa wilayah kelurahan terjadi kebakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja.

Yusran mengatakan dengan ditingkatkannya status Karhutla misal siaga atau siaga darurat, maka hal itu sebagai upaya pemerintah daerah melakukan pencegahan.

Harapannya kasus Karhutla bisa diminimalisasi, apalagi tahun ini risiko Karhutla cukup berpotensi terjadi, karena musim kemarau akan berlangsung lama.

Di sisi lain DLH memastikan saat ini kondisi cuaca di wilayah Kota Palangka Raya relatif aman, karena particulate matter (PM) masih di bawah 10, sehingga aman untuk kesehatan.

Meski begitu DLH tidak bisa menjamin kondisi PM ini apakah tetap akan baik karena kondisi cuaca untuk beberapa Minggu atau bulan ke depan belum bisa diketahui setelah memasuki musim kemarau. (MC. Isen Mulang)

Hanya 15 Persen Sumur Bor yang Berfungsi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ada puluhan sumur bor di wilayah Kota Palangka Raya. Sumur bor itu selain dibuat oleh pemerintah daerah juga ada dari pihak perusahaan.

Disediakannya sumur bor ini untuk membantu petugas pemadam saat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), karena saat musim kemarau sulit mencari air di sungai atau parit.

Hanya saja dari puluhan sumur bor tersebut menurut Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Supriyanto hanya 15 persen saja yang bisa digunakan.

“Sisanya tidak bisa digunakan, karena tidak pernah dilakukan perawatan,” kata Supriyanto saat memimpin rapat Karhutla, Rabu (29/5/2019).

Karena itu Supriyanto yang juga Staf Ahli Walikota Palangka Raya ini memerintahkan tim Karhutla segera melakukan pengecekan sumur bor tersebut.

Tahun ini Pemerintah Kota Palangka Raya akan melakukan pemeliharaan terhadap sumur bor, sehingga saat musim kemarau tiba, alat yang berfungsi untuk mengambil air tanah tersebut bisa digunakan. 

Supriyanto menambahkan nantinya Pemerintah Kota Palangka Raya akan melibatkan masyarakat sekitar dalam pemeliharaan sumur bor. (MC. Isen Mulang)

PDAM Siapkan Tiga Higrant Untuk Bantu Karhutla

MEDIA CENTER, Palangka Raya – PDAM Kota Palangka Raya juga diminta ikut andil dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya.

PDAM akan menyiapkan tiga hidrant agar petugas pemadam lebih mudah saat hendak mengambil air guna proses pemadaman Karhutla selama musim kemarau 2019.

Tiga hidrant tersebut menurut Direktur PDAM Kota Palangka Raya, Budi Hardjono disediakan di wilayah Jalan Ahmad Yani dan satunya lagi di Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu.

“Satunya lagi masih tahap pemasangan di dekat Kantor Kecamatan Jekan Raya,” sebut Budi saat mengikuti rapat pembahasan Karhutla di Ruang Peteng Karuhei I, Rabu (29/5/2019).

Selain tiga hidrant tersebut, sebenarnya ada beberapa hidrant yang disediakan di wilayah kota, namun pihak PDAM belum mengetahui apakah hidrant yang ada masih bisa digunakan atau tidak.

“Nanti akan kita cek dan koordinasi dengan pihak Damkar untuk mengecek kondisi hidrant-hidrant tersebut,” sebutnya. Di sisi lain Budi memastikan suplai air PDAM saat musim kemarau nanti aman untuk membantu proses pemadaman Karhutla. (MC. Isen Mulang)

Jajaran Damkar Siap Bantu Cegah Karhuta

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya siap membantu pemerintah daerah dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Dalam 1 x 24 jam kami siap. Bahkan kami pastikan petugas sudah tiba 15 menit setelah dapat laporan ada kebakaran,” kata Plt Kepala Damkar Kota Palangka Raya, Gloria Anden, Rabu (29/5/2019).

Kesiapsiagaan jajaran Damkar ini disampaikan Gloria saat mengikuti rapat penanganan Karhutla yang dipimpin Staf Ahli Walikota Palangka Raya yang juga Plt Kepala BPBD, Supriyanto.

Gloria telah menyiapkan empat unit mobil pemadam untuk mendukung tim Karhutla. “Damkar punya 8 unit mobil pemadam, namun 4 unit lainnya untuk pendukung saja,” sebutnya.

Diakui tahun ini dana penanganan Karhutla tidak ada di dinas yang dipimpinnya, namun pihaknya tetap siap membantu Tim Karhutla Kota Palangka Raya.

Dalam rapat ini Gloria juga mengusulkan peningkatan status Karhutla, namun tidak siaga daurat, tapi cukup siaga saja, karena wilayah yang terbakar masih sedikit. (MC. Isen Mulang)

Pemko Palangka Raya akan Bentuk Tim Patroli Karhutla

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Metrologi, Klematologi, dan Geofisikas (BMKG) Palangka Raya memprediksi awal musim kemarau tahun ini akan terjadi mulai 20 Juni 2019.

Karena itu jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya akan segera melakukan action guna melakukan pencegahan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Salah satunya akan membentuk tim partoli Karhutla. Tugas tim ini akan rutin melakukan patroli ke wilayah kelurahan yang dianggap rawan terjadi Karhutla.

Staf Ahli Walikota Palangka Raya yang juga Plt Kepala BPBD, Supriyanto mengatakan tim patroli Karhutla terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, dan tim serbu api keluarahan (TSAK).

“Dengan adanya tim partoli, maka ketika ada kebakaran hutan dan lahan bisa cepat ditangani,” kata Supriyanto saat memimpin rapat membahas penanganan Karhutla, Rabu (29/5/2019).

Pihaknya mengharapkan semua instansi yang dilibatkan dalam tim partoli nanti bisa maksimal dalam menjalankan tugas, sehingga bahaya Karhutla bisa diminimalisasi. (MC. Isen Mulang)

Terpantau 186 Titik Api di Kalimantan Tengah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini wilayah Provinsi Kalimantan Tengah masih masuk musim hujan, namun dibeberapa kabupaten dan kota sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Badan Metrologi, Klematologi, dan Geofisikas (BMKG) Palangka Raya mendeteksi sejak Januari hingga 28 Mei 2019 sudah ada 186 titik api di wilayah Kalimantan Tengah.

Dari sebaran hotspot ini menurut Kepala Stasiun BMKG Palangka Raya, Catur Winarti yang paling banyak terpantau di wilayah Kota Palangka Raya sebanyak 41 titik api.

“Urutan kedua Kabupaten Barito Utara,” kata Catur saat mengikuti rapat Karhutla yang dipimpin Staf Ahli Setda Kota Palangka Raya, Supriyanto, Rabu (29/5/2019).

Meski wilayah Kalimantan Tengah mulai ‘dilanda’ Karhutla, namun particulate matter (PM) masih di bawah 10, sehingga masih kategori aman atau belum bahaya bagi kesehatan.

Meski begitu pihaknya mengimbau semua pihak yang terlibat dalam tim Karhutla segera melakukan pencegahan agar musibah Karhutla di wilayah Palangka Raya bisa diminimalisasi. (MC. Isen Mulang)

Musim Kemarau Diprediksi Mulai 20 Juni

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya dalam beberapa Minggu terakhir sudah jarang terjadi hujan.

Hal ini menandakan akan terjadi peralihan musim dari hujan ke musim kemarau. Bahkan BMKG Palangka Raya memprediksi awal kemarau akan terjadi mulai 20 Juni 2019.

“Meski kemarau, namun potensi hujan masih ada,” kata Kepala Badan Metrologi, Klematologi, dan Geofisikas (BMKG) Palangka Raya, Catur Winarti, Rabu (29/5/2019).

Catur mengatakan musim kemarau tahun ini masuk kategori basah. Artinya selama musim kemarau masih ada berpotensi terjadi hujan di wilayah Kalimantan Tengah.

BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun ini akan terjadi El Nino, sehingga diprediksi akan berlangsung lama dan terjadi kekeringan di wilayah Kalimantan Tengah.

Dampaknya, potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga akan terjadi jika mulai sekarang pihak terkait tidak akan mengantisipasinya dengan melakukan pencegahan. (MC. Isen Mulang)

RS Awal Bros Betang Pambelum Adakan Donor Darah Bersama PMI

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Biasanya di bulan suci Ramadan, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) berkurang, karena para pendonor enggan mendonorkan darahnya saat menjalankan ibadah puasa. 

Sementara kebutuhan darah cukup banyak. Sebagai bentuk kepedulian atas situasi ini, maka Rumah Sakit Awal Bros Betang Pambelum menginisiasi aksi donor darah.

Pihak rumah sakit menggandeng umat Gereja Katolik Yesus Gembala Baik, Gereja Kristen Evangelis (GKE), Yonif 631 Antang dan Sabhara Polda Kalteng dan PWI Kalteng.

Kegiatan donor darah ini dilaksanakan sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB di halaman Rumah Sakit Awal Bros Betang Pambelum. Proses pengambilan darah dilakukan oleh petugas PMI.

“Kegiatan ini sudah dua kali kita laksanakan,” kata Direktur Rumah Sakit Awal Bros Betang Pambelum, dr Aditya Nugraha, M. Biomed, Rabu (29/5/2018).

Aditya menegaskan donor darah kali ini dilaksanakan sekaligus dalam rangkaian kegiatan hari ulang tahun Rumah Sakit Awal Bros Betang Pambelum yang pertama yang jatuh pada 7 Juli 2019. (MC. Isen Mulang)

Pemko Palangka Raya Bahas Penanganan Karhutla

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Supriyanto memimpin rapat membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Rabu (29/5/2019).

Rapat yang digelar di Ruang Peteng Karuhei I ini dihadiri semua instansi yang terlibat dalam tim Karhutla, termasuk para lurah dan camat seluruh Kota Palangka Raya.

Dalam paparannya Supriyanto mengatakan tidak lama lagi wilayah Kota Palangka Raya akan memasuki musim kemarau, sehingga potensi Karhutla harus diantisipasi mulai dari sekarang.

Apalagi dalam beberapa Minggu terakhir ini wilayah Kota Palangka Raya sudah ada beberapa titik terjadi kebakaran yang diduga dilakukan secara sengaja oleh masyarakat.

Padahal saat ini masih musim hujan, meski intensitas hujan sudah mulai berkurang. Namun beberapa wilayah kelurahan sudah terjadi Karhutla, sehingga statusnya harus ditingkatkan.

“Sejak Januari-Mei 2019 setidaknya sudah ada tiga kali kebekaran hutan dan lahan. Jadi harus kita sikapi agar musibah Karhuta tidak meluas,” harapnya.

Dalam rapat ini Supriyanto yang juga menjabat Staf Ahli Walikota Palangka Raya meminta masukan dari para tim Karhutla untuk menetapkan status Karhutla saat ini. (MC. Isen Mulang)