Dukung Atlet Cabor Menembak Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Fairid Naparin membuka kegiatan turnamen menembak yang digagas Rajawali Borneo Shooting Club (RBSC) di Stadion Mini UPR pada Jum’at (11/1/2019) sore lalu, yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat – Minggu (11-13/1-2019).

“Pemko mendukung turnamen bagi cabang olahraga (cabor)  menembak, terutama program dan kegiatan yang diselenggarakan Perbakin beserta klub menembak yang ada,” ungkap Fairid, usai membuka turnamen tersebut. 

Seperti turnamen yang dilakukan RSBC kata Fairid diyakini bisa membawa hasil positif bagi pengembangan atlet menembak di Palangka Raya.

“Turnamen ini diharap mampu  memfasilitasi para atlet menembak untuk semakin baik dan profesional. Kepada Perbakin juga akan selalu kami dukung untuk pembinaan para atlet, kita” ujarnya lagi. 

Dalam bagian lain tambah Fairid, dengan diadakannya kejuaraan seperti ini, diharapkan pula mampu menjadi ajang bagi para atlet menembak Palangka Raya untuk mengasah kemampuannya dengan harapan output yang dihasilkan berupa prestasi yang membanggakan baik pada ajang nasional maupun internasional. 

Turnamen yang digelar memperingati hari jadi RBSC yang pertama itu turut dihadiri jajaran Forkompimda lingkungan pemerintah kota (Pemko) serta perwakilan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kalteng dan Pusat.

“Turnamen ini dapat membangun silahturahmi antar atlet. Terpenting selalu utamakan keselamatan dan junjung tinggi sportivitas dalam bertanding untuk mengharumkan nama Palangka Raya,” pesannya.

Sementara itu Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum RSBC Kalteng, Purnomo mengungkapan, turnamen yang digelar pada tanggal 11 sampai 13 Januari ini merupakan inisiatif pihaknya untuk menjalin hubungan silahturahmi kepada sesama atlet menembak, tidak hanya yang berada di Kalteng namun dari seluruh Indonesia.

Turnamen yang digelar kata dia,  juga merupakan ajang pemanasan di awal tahun. Bahkan peserta tidak hanya berasal dari Kalteng saja, turut hadir pula beberapa atlet dari beberapa daerah lain seperti Lampung. 

“Sepanjang 2018 kami sudah mengikuti 33 kejuaraan nasional dengan sejumlah prestasi membanggakan,” tuturnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Terkait Perda Sampah, Warga Masih ‘Kucing-kucingan’

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Terhitung sejak bulan Oktober tahun lalu, peraturan daerah (Perda) Kota Palangka Raya Nomor 1 Tahun 2017 tentang pengelolaan sampah dan kebersihan sudah diterapkan oleh  Pemerintah Kota Palangka Raya berupa penindakan dilapangan kepada warga yang melanggar peraturan tersebut, utamanya mereka yang membuang sampah diluar jam yang ditetapkan.

Pun demikian menurut Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman  (Disperkim) Kota Palangka Raya, M Alfath, memasuki awal tahun 2019 ini, ketaatan masyarakat dirasa sudah mulai menurun.

Dimana warga banyak yang melanggar aturan dengan membuang sampah sembarangan, atau membuang sampah diluar jam yang sudah ditetapkan.

“Masyarakat terkesan ‘kucing-kucingan’ untuk melanggar aturan pemerintah tersebut. Maka itu kita akan selalu melakukan pengawasan terhadap warga yang membuang sampah diluar jam yang ditetapkan,” jelasnya, Sabtu (12/1/2819).

Lanjut Alfath, pihaknya telah menyiapkan 12 orang petugas untuk mengawasi sebanyak 120 TPS yang ada. Bahkan  para petugas ini pun akan melakukan pengawasan menyeluruh sampai dengan proses  pengangkutan sampah disetiap TPS selesai.

“Nah, bagi warga yang masih main kucing-kucingan membuang sampah sembarangan atau tidak sesuai waktu, maka bila kedapatan petugas lapangan tentu akan diberikan tindakan,” tegasnya, seraya menambahkan, untuk kedepan pihaknya akan melakukan razia sebanyak dua kali dalam sebulan, sesuai dengan arahan Walikota Palangka Raya.

Adapun untuk diketahui kembali, bahwa waktu pembuangan sampah berdasarkan perda telah ditetapkan, yakni mulai pukul 16.00 WIB sampai 07.00 WIB. Sedangkan untuk pembuangan sampah ke transfer depo dibagi menjadi dua, yakni pukul 04.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB dan pukul 15.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Pembangunan dan Perencanaan Kota Palangka Raya Harus Seimbang

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kota Palangka Raya terus mengalami perkembangan, hal  tersebut ditandai pula dengan tingkat kepadatan penduduk yang juga bertambah. Namun seiring dengan itu berbagai permasalahan akan terus bermunculan. Seperti kemacetan jalan, pertumbuhan bangunan yang tidak merata.

Wakil ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, At Prayer mengatakan, Kemacetan akan terjadi, jika kota ini tidak ditata dengan baik dan tidak adanya aturan yang tegas.

“Misalkan saja di kawasan Pasar Besar dan pusat perbelanjaan, maka dalam waktu tertentu akan muncul  masalah perparkiran karena  jalan yang sempit,” ungkapnya Sabtu  (12/1/2019).

Karena itulah lanjut At Prayer, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pemerintah daerah  saat ini melakukan keseimbangan antara pembangunan dengan perencanaan.

Walau bagaimanapun, permasalahan kota sejak dini harus dicegah, sebab bila tidak dilakukan maka masalah komprehensif dari perkembangan Kota Palangka Raya, sedikit demi sedikit akan mulai terlihat, terutama mulai dari kemacetan transportasi dan kepadatan penduduk.

“Maka itu keseimbangan antara pembangunan maupun perencanaan memang harus diperhatikan, guna meminimalisir munculnya masalah-masalah baru kelak,” bebernya lagi.

Menurut At Prayer, pembangunan dan perencanaan harus dirancang dengan baik, terutama dengan memperhatikan sejumlah indikator yang muncul. Seperti kepadatan pemukiman maupun kepadatan mobilisasi  transportasi yang bisa menyebabkan kemacetan. 

Selanjutnya diperhatikan pula perkembangan pertumbuhan ekonomi dan sektor perkembangan kota lainnya yang sudah mulai berkembang cepat. 

“Jika ada kemacetan transportasi  pada waktu tertentu, artinya kurang diiringi dengan kapasitas infrastuktur jalan, termasuk beberapa titik yang padat dan sempit,” ujarnya lagi. 

Kedepan lanjut At Prayer, diperlukan evaluasi dan kajian yang dilakukan setiap instansi. Karena cepat atau lambat semua instansi pemerintahan akan berhadapan dengan arah perkembangan Kota Palangka Raya.

Sedangkan dalam bagian lainnya,  maka Rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR)/pengaturan zona (PZ) harus benar-benar dipikirkan. 

“Semua perencanaan dan pembangunan harus seimbang sehingga arah pemanfaatannya tidak menjadi masalah dikemudian hari,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Walikota Fairid Ingin Pendidikan Merata dan Berkualitas

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Fairid Naparin ingin kualitas pendidikan dari segala jenjang di kota Palangka Raya dapat  lebih berkualitas.

“Terutama kualitas pendidikan akademik diharapkan dapat lebih merata,” ucapnya saat acara ramah tamah dan makan malam bersama dengan, Rektor Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Indonesia Barat (BKS PTN-BARAT), di rumah jabatan (rujab) walikota Palangka Raya, Jum’at (11/1/2019) malam lalu.

Fairid pun menyambut baik adanya pertemuan tersebut, karena menjadi langkah awal kerjasama yang baik dan menjadi saling bertukar pengalaman dan ilmu terutama dalam hal bidang- bidang pendidikan yang berkualitas dari kalangan akademisi .

Dalam kesempatan itu pula walikota yang berusia muda ini berharap ada upaya banyak pihak guna membangun dunia pendidikan yang sesuai dengan harapan bangsa, yakni peningkatan SDM yang berkualitas. 

“Khususnya di Kota Palangka Raya ini, agar generasi mendatang betul-betul dapat membangun daerahnya dengan ilmu dan kualitas pendidikan yang dimiliki, sehingga terciptanya pembangunan yang baik dan terarah,” harapnya.

Dalam acara ramah tamah tersebut dihadiri pula dari kalangan sejumlah akademisi dari beberapa universitas yang ada di Kota Palangka Raya. Selain itu dihadiri pula sejumlah jajaran OPD dan Forkopimda lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya lainnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Optimis PAD Sektor Pariwisata di Palangka Raya Meningkat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Hj Norma Hikmah, mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan di Kota Palangka Raya sampai dengan di  penghujung tahun 2018 yang lalu mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Terutama dilihat pada sejumlah  destinasi wisata unggulan yang ada. 

“Hal ini seiring dengan gencarnya upaya mempromosikan destinasi wisata dengan tujuan akhir mampu berkontribusi bagi  peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),”ungkapnya, Sabtu (12/1/2019).

Menurut Norma, meski dirinya belum menerima secara persis data akhir dari peningkatan kunjungan wisatawan, namun dari pantauan anggota  terutama dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) di lapangan, kunjungan para wisatawan ada peningkatan  signifikan.

Dikatakan, selain sejumlah destinasi wisata unggulan, maka sasaran wisata berupa  taman-taman yang dibangun oleh pemerintah kota juga menambah minat wisatawan.

“Obyek wisata seperti Taman Pasuk Kameloh juga menambah minat wisatawan yang masuk ke Kota Palangka Raya, karena banyak keunikan yang disuguhkan,”bebernya.

Kata Norma, dengan meningkatnya pengunjung wisata, maka secara langsung berimplikasi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama mereka yang berada disekitar destinasi wisata. Seperti  bagi  para pedagang kreatif lapangan (PKL) yang menawarkan kuliner maupun jasa wisata.

“Dengan meningkatnya pengunjung destinasi wisata yang dimiliki saat ini, saya yakin PAD yang dihasilkan dari sektor ini akan tercapai. Insyaallah kami akan berusaha,” tegasnya.

Ditanya terkait program 2019 mendatang, maka kata Norma pihaknya akan memfokuskan peningkatan fasilitas di objek  wisata. Seperti peningkatan kawasan wisata air hitam, sebab destinasi wisata tersebut saat ini menjadi unggulan.

“Kita akan menambah jumlah gazebo yang saat ini jumlahnya masih sedikit, bahkan sebagian sudah mulai rusak,” sebutnya. 

Selain itu tambah Norma, pada tahun 2019 ini pihaknya bersama dengan instansi terkait di lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya juga sedang mempersiapkan banyak event yang nantinya menjadi sarana promosi kepariwisataan di Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Jurnalistik dan Sastra Merupakan Ekskul Alternatif Siswa SMAN 5 Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah perlu diakomodasi sesuai dengan bakat, minat dan potensi terpendam dari siswa dan disalurkan dalam kegiatan yang positif untuk membangkitkan dan meningkatkan mereka menjadi lebih kreatif dan produktif. 

Salah satu minat siswa adalah keinginan untuk belajar menjadi seorang penulis, baik penulis jurnalistik maupun penulis sastra. Berkaitan dengan itulah, Sabtu (12/1/2019),  SMAN 5 Palangka Raya mengakomodasi minat siswa untuk belajar menjadi jurnalis serta pembaca atau penulis sastra dengan memberikan salah satu ekskul alternatif yaitu Ekskul jurnalistik dan sastra. 

Mereka tampak antusias mengikuti ekskul ini. Di bawah bimbingan guru pembina, mereka tampak serius menyimak penjelasan dan aktif praktik menulis laporan kegiatan yang mereka ikuti untuk menjadi sebuah berita sederhana.

“Saya tertarik mengikuti ekskul ini untuk menambah wawasan jurnalistik dan sastra. Apalagi saya sebagai siswa peminatan ilmu bahasa dan budaya merasa perlu untuk lebih mendalami kegiatan kebahasaan dan kesastraan,” tutur Ragil Hartanto, siswa kelas XI IBB.

Putri Ayu, siswi kelas XI MIPA-2 juga berminat untuk mengikuti ekskul ini. Menurutnya kegiatan membaca dan menulis berita serta sastra merupakan kegiatan yang berlangsung sehari-hari dan dapat dilakukan oleh siapa saja.

“Menurut saya dengan ekskul jurnalistik dan sastra akan lebih bisa memahami peristiwa sehari-hari dan menuliskannya. Selain itu dengan membaca karya sastra itu bisa membuat kita lebih percaya diri dan bisa memberikan apresiasi,” katanya.

Sementara itu Pembina Ekskul Jurnalistik dan Sastra, Lukman Juhara menyatakan melalui ekskul ini para siswa bisa belajar mendokumentasikan berbagai kegiatan yang diikuti atau kegiatan sekolah melalui tulisan yang bisa dibaca orang banyak melalui media.

“Sekarang ini karya jurnalistik dan sastra bisa dipublikasikan di lebih banyak media, bukan hanya cetak dan elektronik, tapi juga lewat media sosial. Melalui keterampilan menulis jurnalistik kita tidak akan melewatkan kegiatan penting yang ikuti lewat begitu saja tanpa kita tulis. Manfaatnya tentu sangat banyak, baik bagi pribadi maupun bagi sekolah. Kita akan terlatih kepekaan dan keterampilannya dalam menulis serta dapat berbagi informasi yang positif,” tuturnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Dinas Kesehatan dan Dinas Damkar dan Penyelamatan Evakuasi Titi Wati ke Rumah Sakit

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengevakuasi Titi Wati wanita berbobot 300 kilo gram ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Jumat (11/1/2019) pagi.

Evakuasi ini dibantu oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Rescue Kota Palangka Raya. Warga sekitar Jalan G Obos XXV juga ikut membantu proses evakuasi.

Proses evakuasi cukup sulit, karena untuk mengeluarkan Titi Wati dari dalam rumah harus terlebih dahulu melepas kusen dan daun pintu, karena ukuran badan ibu satu anak ini terlalu besar.

Meski mobil ambulan RSUD Doris Sylvanus juga sudah didatangkan, namun Titi Wati tidak bisa dibawa. Titi Wati akhirnya dibawa dengan menggunakan mobil pick up.

Proses evakuasi Titi Wati yang menempati rumah kontrakan ini sempat membuat perhatian warga sekitar. Para relawan berdatangan untuk membantu.

Proses evakuasi Titi Wati yang menggunakan tandu sebelum diangkut mobil pick up ini juga mendapat simpati dari para jurnalis lokal dan nasional untuk meliput. 

Bahkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya drg Andjar Hari Purnomo dan Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya Gloria Aden ikut memimpin proses evakuasi. (MC. Isen Mulang/engga)

Dukung Pengembangan Pelabuhan Rambang Sebagai Pusat Kuliner dan Wisata

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto, menyatakan mendukung  langkah Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui dinas terkait yang gencar dalam melakukan pengembangan ruang terbuka hijau, membangun taman hingga pembangunan pusat kuliner dikawasan Pelabuhan Rambang Palangka Raya. 

“Ya,  tepat bila ada pengembangan pusat kuliner di kawasan Pelabuhan Rambang. Kita harap dapat dilakukan maksimal. Karena kawasan itu diharapkan dapat menjadi kawasan favorit bagi warga Palangka Raya,” ujarnya, Jum’at (11/1/2019).

Sigit menilai, saat ini ada pembuatan lapak bagi pedagang di lokasi pelabuhan itu, dan itu adalah upaya tepat. Pun demikian kedepan, harus ditunjang dengan penataan sistem perparkirannya agar lebih rapi dan membuat kawasan tersebut mudah dikunjungi warga.

Sementara itu lanjut dia,  selain pengembangan pusat kuliner, pemko juga harus tetap menggenjot upaya pengembangan dan peningkatan penataan kawasan dermaga Pelabuhan Rambang  untuk dijadikan  kawasan wisata susur sungai. Yakni dengan mengandalkan dermaga serta kapal susur sungai.

“Penataan kawasan Pelabuhan Rambang selama ini belum maksimal dalam pengembangannya, terutama untuk wisata susur sungai maupun pusat kuliner. Ini perlu dilakukan agar ada daya tariknya bagi masyarakat,” cetusnya.

Kedepan tambah Sigit, yang perlu diperhatikan adalah terkait akses masuk orang berkunjung kekawasan Pelabuhan Rambang yang harus dilakukan dengan penataan sedemikian tepat. 

“Jadi perlu memikirkan lagi bagaimana pola dalam penataan kawasan wisata Pelabuhan Rambang ini kedepan,”pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Apresiasi Kebersamaan ASN, TNI dan Polri di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama TNI dan Polri, kemarin baru saja menggelar perayaan Natal bersama. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan jalinan silaturahmi yang selama ini sudah terjalin baik. 

Melihat hal ini, Ketua Komisi B DPRD kota Palangka Raya Nenie Adriati Lambung, mengaku mengapresiasi kegiatan perayaan Natal yang digelar bersama tersebut.

“Kegiatan keagamaan, seperti perayaan Natal memang selalu dilakukan setiap tahun. Nah,  disini maknanya adalah sebagai moment dalam menguatkan tali silaturahmi antara lembaga pemerintahan,” ungkapnya, Jum’at (11/01/2019).

Kata Nenie, bila melihat sinergitas kerjasama antara Pemko Palangka Raya, TNI dan Polri  selama ini memang terus terjalin baik. Terlebih dengan didukung penguatan nilai-nilai keagamaan tersebut, maka akan semakin meningkatkan keakraban dan kebersamaan.

“Seperti makna dari Natal yakni adalah cinta, kasih, damai, maka dari itulah sangat penting guna membangun  kebersamaan dan meningkatkan jalinan kemitraan dalam setiap penyelenggaraan pemerintah daerah.

“Pembangunan memerlukan kerjasama. Bila komunikasi semua lini tidak berjalan maka pembangunan bakal tersendat. Tetapi bila semua saling berkoordinasi, maka pembangunan pasti berjalan dengan baik,” ucapnya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Palangka Raya, Hj Umi Mastikah mengatakan, kegiatan, seperti perayaan Natal bersama memang sudah terencana sejak lama, hanya saja menunggu waktu yang tepat dan jadwal kerja tidak padat.

“Kegiatan ini memang dilakukan untuk meningkatkan jalinan silaturahmi antara pemko, TNI, dan Polri. Tujuannya agar koordinasi yang sudah lama terjalin akan terus berjalan dengan baik,” tuturnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Cuaca Ekstrim, Berbagai Penyakit Bermunculan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Fairid Naparin kembali mengingatkan sekaligus mengimbau kepada warganya untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang bersifat ekstrim saat ini. 

“Hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, bisa saja mengakibatkan pohon tumbang, dan rusaknya jaringan listrik. Nah, ini salah satu ciri dari cuaca ekstrim terjadi,” ungkapnya, Kamis (10/01/2019).

Jika kondisi demikian lanjut Fairid, maka hendaknya masyarakat dapat lebih waspada. Terlebih dengan keadaan cuaca yang tak menentu  dapat berdampak dalam berbagai hal yang tak diinginkan.

“Musim seperti saat ini sebentar-sebentar panas dan tak lama turun hujan, tentu  dapat merugikan dari segi keselamatan dan kesehatan,” bebernya lagi,

Dari sisi kesehatan jelas Fairid, maka cuaca yang tak menentu akan lebih rentan  menimbulkan berbagai penyakit.

“Terbukti, wabah DBD selama musim hujan ini menyebar di Kota Palangka Raya. Untuk menghadapinya maka harus membangun pola hidup bersih dan sehat, tegas Fairid.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya Andjar H. Purnomo mengatakan, selama musim hujan, maka akan bermunculan berbagai penyakit. Sebab itu perlu langkah antisipasi dini yang dimulai dari masyarakat, seperti menjaga hidup bersih dan sehat.

“Agar penyakit seperti DBD, diare, flu, dan lainnya tidak menjadi wabah di kota ini, maka kuncinya dengan membangun pola hidup sehat. Buatlah lingkungan menjadi sehat,” ingatnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)