Pastikan Transportasi saat Lebaran Terpenuhi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemenuhan kebutuhan transportasi untuk masyarakat baik dalam kota maupun dari luar daerah, guna menghabiskan libur lebaran harus terpenuhi.

Ungkapan itu disampaikan Wakil Walikota, Umi Mastikah usai melakukan pengecekan transportasi kota di Terminal Mihing Manasa Jalan Darmo Sugondo Palangka Raya,Sabtu (1/6/2019).

Umi melanjutkan, jelang lebaran Idulfitri 1440 Hijriyah, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya begitu serius memperhatikan pemenuhan kebutuhan transportasi masyarakat tersebut

“Makanya, hari ini kita melakukan pengecekan kondisi transportasi kota bersama Dishub, Diskominfo dan seluruh elemen terkait,” ucapnya lagi.

Pengecekan sebut Umi, dilakukan di dua lokasi utama, yaitu terminal transportasi kota dan kemudian di Pelabuhan Rambang. Semua itu kata dia terkait dengan momentum hari besar keagamaan. Sebab itulah bagaimana pemerintah melalui instansi teknisnya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi.

“Pemenuhan kebutuhan angkutan di dalam kota, baik darat dan air kita pastikan bisa terpenuhi. Bahkan, semuanya bisa terfasilitasi,” tegasnya.

Dijelaskan Umi, kebutuhan terhadap transportasi ini tidak hanya diperlukan masyarakat Kota Palangka Raya melainkan dari masyarakat luar kota yang kebetulan menghabiskan hari raya di ibukota Provinsi Kalteng tersebut.

Harus disadari kata dia, berbagai kekurangan pasti selalu ada ketika berbicara soal ketersediaan sarana tansportasi ini.

“Tadi pihak terkait sudah menyampaikan keluhannya terkait kondisi transportasi kita. Nah, kedepan harus tetap ada sebuah keputusan yang dinamis serta solusi yang tepat untuk perbaikan,” tutup Umi. (MC. Isen Mulang.1)

Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan Jadi Peserta BPJS

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kehadiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018, dipenghujung tahun 2018, membawa dinamika perubahan pada implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dimana dalam aturan itu tak hanya menyatukan sejumlah regulasi yang awalnya diterbitkan, namun lebih menyempurnakan aturan sebelumnya.

Bahkan dalam Perpres kali ini, bayi yang baru lahir dari peserta JKN-KIS wajib didaftarkan paling lama 28 hari sejak dilahirkan. Jika sudah didaftarkan dan iurannya sudah dibayarkan, maka bayi berhak memperoleh jaminan pelayanan kesehatan sesuai prosedur dan ketentuan berlaku.

Menurut Benjamin Saut PS,  Deputi Direksi Wilayah Kaltim, Kalteng, Kalsel dan Kaltara BPJS Kesehatan, jika untuk bayi yang dilahirkan dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), maka secara otomatis status kepesertaannya mengikuti orang tuanya sebagai peserta PBI.

“Itu salah satu penjabaran Perpres tersebut yang melakukan penyesuaian aturan di sejumlah aspek,” ujarnya, Rabu (19/12/2018) sore

Sementara lanjut Benjamin, untuk bayi yang dilahirkan bukan dari peserta JKN-KIS, maka diberlakukan ketentuan pendaftaran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) pada umumnya, yaitu proses verifikasi pendaftarannya memerlukan 14 hari kalender, dan setelah melewati rentang waktu itu, iurannya baru bisa dibayarkan.

“Oleh karenanya, kami mengimbau para orang tua untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi peserta JKN-KIS, agar proses pendaftaran dan penjaminan sang bayi lebih praktis,” pintanya.

Diterangkan, dalam perpres itu juga membuat status kepesertaan JKN-KIS bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa menjadi lebih jelas. Kedua jabatan tersebut ditetapkan masuk dalam kelompok peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang ditanggung oleh pemerintah.

“Perhitungan iurannya sama dengan perhitungan iuran bagi PPU tanggungan pemerintah lainnya, yaitu 2% dipotong dari penghasilan peserta yang bersangkutan dan 3% dibayarkan oleh pemerintah,” jelas Benjamin.

Selain itu, dijelaskan bahwa seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah menjadi peserta JKN-KIS dan tinggal di luar negeri selama 6 bulan berturut-turut, dapat menghentikan kepesertannya sementara. Selama masa penghentian sementara itu, ia tidak mendapat manfaat jaminan BPJS Kesehatan.

Namun, jika sudah kembali ke Indonesia, peserta tersebut wajib melapor ke BPJS Kesehatan dan membayar iuran paling lambat 1 bulan sejak kembali ke Indonesia.

“Jika sudah lapor, ia pun berhak memperoleh kembali jaminan kesehatan. Aturan ini dikecualikan bagi peserta dari segmen PPU yang masih mendapatkan gaji di Indonesia,” tutur Benjamin. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Penegakan Perda Sampah Bertujuan Bangun Semangat Hidup Bersih

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Terhitung sejak 1 Oktober 2018 yang lalu tim gabungan penegak  peraturan daerah (perda) Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya telah mulai melaksanakan implementasi dari pelaksanaan perda nomor 1 tahun 2017 tentang pengelolaan sampah dan kebersihan. 

Meski penegakan dari implementasi perda tersebut tidak dilakukan setiap hari-nya. Namun efek positif dari pelaksanaan penegakan perda yang dilakukan tim gabungan tersebut dinilai membuahkan hasil dan cukup memberikan efek jera bagi warga yang tidak disiplin dalam membuang sampah, Termasuk memberikan peringatan juga  bagi masyarakat lainnya tentang pentingnyan ketaatan dalam pengelolaan sampah dan kebersihan.

Kepala Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya, Yohn Benhur Gohan Pangaribuan, saat dibincangi, Rabu (17/10/2018) mengatakan, selaku petugas penegak perda maka pihaknya menginginkan masyarakat Kota Palangka Raya semakin memahami dan memiliki kesadaran untuk hidup sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

“Penegakan perda persampahan ini tentu dimaksudkan agar masyarakat terbiasa untuk disiplin dengan tidak membuang sampah sembarangan, sekaligus berpartisipasi menjaga maupun berperan aktif dalam mempercantik Kota Palangka Raya,” cetusnya.

Bagi Satpol PP itu sendiri lanjut Benhur, tentu penegakan perda tentang pengelolaan sampah dan kebersihan maupun perda lainnya menjadi bagian dari tupoksi, tugas dan kewenangan pihaknya. Sehinga masyarakat harus memahaminya.

“Penegakan perda tentang pengelolaan sampah dan kebersihan ini akan memiliki tujuan akhir, yakni masyarakat akan terbiasa serta memiliki kesadaran dan pemahaman dalam membuang sampah dengan tepat waktu serta taat aturan,” tambahnya.

Dalam bagian lain kata Benhur, masih banyak produk perda-perda yang dimiliki pemerintah kota Palangka Raya saat ini yang memerlukan penegasan dalam implementasinya. Namun demikian Pol PP selaku pelaksana di lapangan, tentu memerlukan anggaran pembiayaan terutama dalam hal penertiban. 

“Ini diperlukan dalam memaksimalkan implementasi dari regulasi setiap perda sehingga dapat berimplikasi terhadap kemajuan Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Dukung Usulan Siswa Bersepeda ke Sekolah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ada yang menarik dalam kegiatan rapat dengar pendapat (RDP) yang dilaksanakan oleh DPRD Kota Palangka Raya bersama mitra kerjanya belum lama ini, dimana terdapat banyak usulan-usulan. Salah satunya usulan dari kalangan Dewan Pendidikan Kota yang merekomendasikan agar diberlakukannya himbauan bersepeda bagi anak Sekolah Dasar kelas 4-6, dan SMP kelas 1-3. 

“Ini ada usulan dari Dewan Pendidikan Kota Palangka Raya, agar anak-anak SD dan SMP menggunakan sepeda untuk transportasi ke sekolah. Usulan ini patut diapresiasi dan didukung, “ungkap Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Hj.Mukarramah, Rabu (16/1/2019)

Dengan begitu lanjut Mukarramah, anak didik tidak perlu lagi diantar dan dijemput orang tua atau bahkan menggunakan kendaraan bermotor sendiri.

Disisi lain, dengan bersepeda ke sekolah, banyak membawa hal positif yang dapat diambil adalah tidak merepotkan orang tua untuk antar jemput anak disela bekerja, dan membudayakan hidup sehat dengan naik sepeda.

“Kebanyakan anak saat ini kurang mandiri dan dirasa menurun jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu saat kendaraan bermotor tidak sebanyak sekarang. Anak-anak terlalu bergantung dengan orang tua,” tandasnya. 

Maka itu lanjut Mukarramah,  jika dibudayakan kembali bersepeda ke sekolah, anak-anak secara tak langsung mampu memiliki jiwa mandiri dan juga raga yang sehat.

Akan tetapi terlepas dari itu semua, maka untuk saat ini usulan anak bersepeda ke sekolah, bukannya tidak memiliki faktor kendala dalam implementasinya. Dimana jika di aplikasikan dalam kondisi saat ini, yang mana sarana dan prasarana pendukung bersepeda, seperti jalur sepeda dijalan dan rambu-rambu di jalan bagi pengguna sepeda masih belum tersedia.

“Ini yang perlu menjadi catatan. Kami akan coba koordinasikan kepada pihak terkait apakah sarana penunjang bagi pengguna sepeda bisa disediakan,” pungkas Mukarramah. (MC. Isen Mulang.1/engga)

PDAM Palangka Raya Perlu Mendeteksi Dini Pencurian Air Bersih

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palangka Raya yang nota bene milik pemerintah kota setempat, terus berbenah meningkatkan manajemen pelayanan berikut sarana dan prasarananya. 

Namun demikian, seiring dengan itu PDAM diharapkan perlu memperhatikan pula, bagaimana mengantisipasi kemungkinan adanya tindak pencurian air bersih yang memanfaatkan fasilitas PDAM.

“Disamping terus meningkatkan efektifitas pelayanan maupun berbenah dalam berbagai hal, maka PDAM Palangka Raya perlu juga memperhatikan bagaimana mencegah kemungkinan adanya tindak pencurian air bersih. Ini dimaksudkan agar PDAM tidak banyak merugi,” ungkap Sekretaris Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Alfian Batnakanti, Senin (22/10/2018).

Tidak menutup kemungkinan kata Alfian, selama ini ada tindak melanggar hukum dilakukan oknum tak bertanggungjawab. Sebut saja melakukan sambungan menggunakan jaringan pipa PDAM secara ilegal untuk melakukan pencurian air bersih PDAM.

“Hal-hal ini perlu dicermati dan dipelototi juga. Sebab banyak pengaruhnya bagi PDAM, termasuk pelanggan PDAM,” tambahnya.

Menurut Alfian, saatnya pihak PDAM perlu membangun sistem pengawasan, terutama yang termonitor terhadap desk para pelanggannya melalui inovasi kekinian yang mampu mendeteksi lebih dini dalam mencegah pencurian air, atau sambungan pipa PDAM secara ilegal.

“Selama ini kan, bisa saja PDAM tidak mengetahui ratusan ribu kubik air bersih  yang disalurkan setiap harinya kepada pelanggan, kemungkinan bisa jebol karena tersedot oleh sambungan ilegal. Nah kasus semacam ini banyak terjadi juga didaerah lainnya,” bebernya.

Kata Alfian, tidak ada salahnya PDAM perlu membuat aturan ketat, sekaligus  mengajak masyarakat untuk mewaspadai penyalahgunaan air dan pencurian air. Bahkan, kapan perlu dilakukan banyak sosialisasi tentang bentuk-bentuk sambungan ilegal.

Disisi lain penguatan koordinasi perlu dilakukan dengan instansi penegak hukum dalam melakukan pengawasan melekat terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran, seperti melepas, menghilangkan atau merusak meteran air PDAM.

“Ya, ini demi mencegah potensi terjadinya kehilangan air bersih yang dampaknya tentu bagi PDAM itu sendiri,  maupun pelanggan murni dari perusahaan tersebut,” tutupnya.(MC. Isen Mulang.1/engga)

Bantuan 5 Unit Bus Dari Kemenhub Telah Diterima Pemko Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sarana angkutan yang dimiliki Pemerintah Kota Palangka Raya untuk kepentingan umum kini bertambah. Ini berkat dukungan dari Kementerian Perhubungan melalui Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran yang telah memberikan bantuan lima unit Bus Rapid Transit (BRT).

Proses serah terima bus ini berlangsung di Istana Isen Mulang oleh gubernur Kalteng yang kemudian diterima Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin, Senin (17/12/2018).

Gubernur juga menyerahkan bantuan satu unit bus kepada Kabupaten Kotawaringin Barat, Katingan, Gunung Mas, Pulang Pisau, Murung Raya, Sukamara, Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Penyerahan bantuan ini dimaksudkan untuk mendukung program keberpihakan pemerintah kepada pengembangan angkutan umum yang handal, nyaman, dan berkelanjutan serta mampu menjangkau seluruh kawasan perkotaan dan melayani seluruh lapisan masyarakat,” kata gubernur.

Sementara itu Fairid mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Dia mengatakan jika anggaran 2019 sudah bisa dilaksanakan di saat itu pula bus tersebut sudah bisa dioperasionalkan.

Bus tersebut nantinya akan digunakan untuk operasional keperluan bidang pendidikan, kesehatan, pariwisata dan lain-lain. Seusai penyerahan, gubernur bersama walikota menyempatkan melakukan pengecekan bus. (MC. Isen Mulang/engga)

Dukung Kalteng Putra Berlaga Bentuk Dukungan Terhadap Olahraga Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya mengatakan upaya mendukung perkembangan olahraga di Kota Palangka Raya, dapat dilakukan dalam banyak hal. 

“Disamping mendukung dalam hal pembinaan dan pengembangan, maka memberi dukungan ketika tim olahraga sedang berlaga juga menjadi bagian penting,” ucap Fairid, usai menyaksikan dan memberikan dukungan ketika tim sepakbola Kalteng Putra menghadapi PSM Makasar di Stadion Tuah Pahoe, Sabtu (26/1/2019) sore. 

Kata Fairid, walaupun Laskar Isen Mulang (julukan Kalteng Putra) harus takluk 2-1, namun kehadirannya ditengah-tengah pendukung Kalteng Putra, merupakan wujud nyata bahwa pemerintah kota memberikan apresiasi atas prestasi tim sepakbola itu untuk dapat mengangkat minat persepakbolaan di Kalimantan Tengah. 

“Kita terus dukung tim kita ini,  sehingga kedepan dapat me memotivasi agar ada pesepakbola Palangka Raya yang bisa menjadi andalan utama di skuad Kalteng Putra,”harapnya. 

Dalam bagian lain lanjut Fairid, pemerintah kota selama ini terus berupaya mengembangkan semua cabang olahraga untuk dapat berprestasi.Terbukti, diajang pekan olahraga tingkat provinsi, cabor-cabor di Palangka Raya keluar sebagai juara umum.

“Kami komitmen terhadap olahraga dan itu juga sesuai visi dan misi saat ini yakni memajukan olahraga lebih baik lagi,” tuturnya.

Fairid juga menekankan  bahwa kedepan Palangka Raya dapat memiliki atlet-atlet muda yang bisa berkembang dan melahirkan prestasi yang lebih baik.

“Pemko terus memberikan dukungan penuh kepada para atlet melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Semoga kedepan lebih berprestasi dan olahraga kita semakin berkualitas,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Pramuka Diminta Konsisten dan Fokus Mendidik Karakter

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Gerakan Pramuka Indonesia, terutama yang ada di Kota Palangka Raya diharapkan tetap konsisten dan fokus untuk mendidik karakter kaum muda Indonesia untuk bersatu menjaga persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI.

Permintaan itu disampaikan Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio saat membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault , sekaligus menjadi inspektur upacara gabungan peringatan hari Pramuka ke-57 tingkat Kota Palangka Raya, Senin (17/9/2018), di halaman Balaikota Palangka Raya.

Mofit yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Palangka Raya ini melanjutkan, pada tanggal 14 Agustus yang lalu, telah diperingati hari gerakan Pramuka ke  57, yang mengangkat tema “Pramuka perekat NKRI”.

Dari tema tersebut tercermin  dan besar harapan Pramuka Indonesia harus selalu mengedepankan untuk membangun karakter kaum muda. Untuk itu diharapkan  kepada seluruh jajaran Pramuka, merapatkan barisan, untuk bekerjasama secara sinergis guna mempercepat dan mewujudkan kaum muda Indonesia yang berkepribadian luhur, berkarakter, berwatak handal dalam berfikir dan bertindak.

“Terpenting lagi memiliki jiwa bela negara dan terampil dalam berbagai kecakapan sebagai bekal hidup kelak,” papar Mofit.

Dikatakan, pendidikan kepramukaan selama ini telah mendasarkan pada Satya Darma Pramuka, dimana harus benar-benar tertanam dalam hati setiap insan Pramuka. Sebagai pedoman bersikap dan berperilaku. 

“Maka itu Pramuka harus berperan lebih, terutama mendidik generasi muda milenial dewasa ini” jelas Mofit.

Adapun dalam kegiatan upacara tersebut, terkhusus pada rangkaian Pramuka ke-57 tingkat Kota Palangka Raya, dihadiri para anggota Pramuka, mulai dari tingkat Siaga, Penggalang, Penegak dan Pendega, serta para majelis pembimbing, andalan, pelatih, pembina, Pamong Saka maupun instruktur dilingkup Kwarcap Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

DRD Litbang: Isu Pemindahan Ibukota RI ke Palangka Raya Berdampak Positif

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Palangka Raya telah banyak melakukan pengkajian sejak didirikan pada 2014.

Namun dari sekian banyak kajian tersebut, menurut Anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Palangka Raya, Dadang Sudirman yang paling dianggap sukses adalah kajian wacana pemindahan ibukota Pemerintahan Republik Indonesia ke Kota Palangka Raya.

Menurut Dadang, wacana pemindahan ibukota RI ke ibukota Provinsi Kalimantan Tengah ini memiliki dampak pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat.

“Banyak investor dan pendatang. Wacana pemindahan ibukota RI ini menjadikan masyarakat Kota Palangka Raya ibarat ketiban durian runtuh,” tutur Dadang kepada rombongan DRD Blitar yang berkunjung ke kantor Litbang Kota Palangka Raya, Rabu (7/11/2018).

Istilah durian runtuh itu menurut Dadang karena sejak dimunculkannya wacana pemindahan ibukota RI menjadikan harga jual tanah di Kota Palangka Raya melambung tinggi.

“Saat ini harga tanah di dalam kota sudah mencapai Rp1 juta per M2, bahkan ada yang mencapai Rp5 juta per M2,” tuturnya. Dengan adanya kajian wacana pemindahan ibukota RI ini, maka Dadang menyarankan kepada DRD Blitar agar bisa melakukan kajian yang tujuannya bisa mempromosikan daerah agar terkenal. (MC. Isen Mulang/engga)

Kesbanglinmas Palangka Raya Dukung Touring Merah Putih

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Badan Kesbanglinmas Kota Palangka Raya, Januminro mendukung kegiatan touring merah putih yang diadakan oleh semua polres jajaran Polda Kalimantan Tengah.

Menurutnya touring merah putih sangat bagus sekali diadakan, karena bisa memupuk dan memperkuat rasa persatuan bangsa, karena pesertanya melibatkan semua pihak.

“Touring merah putih ini aspek wawasan kebangsaan terlihat. Pada prinsipnya kami mendukung kegiatan yang sifatnya untuk merawat dan menjaga semangat kebangsaan,” ucap Januminro, Jumat (10/8/2018).

Januminro menegaskan bukti dukungan Kesbanglinmas dalam mensukseskan touring merah putih ini tidak hanya sebagai penggembira saja, namun juga terlibat langsung di dalamnya.

Salah satunya menyediakan panggung suara kebangsaan dan menyediakan sebagian konsumsi yang dibutuhkan oleh peserta touring saat acara pelepasan dan saat acara pembentangan bendera di atas Sungai Kahayan.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Rojikinnor menyebut banyak cara untuk mengisi kemerdekaan RI. Salah satunya dengan touring merah putih yang diikuti oleh semua elemen tersebut.

“Meski sudah merdeka, namun bukan berarti mempertahankan tanah air ini sudah selesai, bahkan perjuangan kita lebih berat yakni mempertahankan apa yang telah diwariskan oleh para pejuang yakni kemerdekaan,” tandasnya. (MC. Isen Mulang/engga)