100 Persen Layanan Telekomunikasi di Kalteng Sudah Gunakan Jaringan Fiber Optik

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pembangunan bidang telekomunikasi di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya maju pesat, bahkan diklaim lebih maju dibandingkan dengan daerah lain.

Komitmen PT Telkom Indonesia terus meningkatkan mutu layanan telekomunikasi tidak diragukan lagi. Kini semua kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah sudah terkoneksi.

Capaian pembangunan ini bisa dibuktikan dengan diresmikannya Telkom Modern City, Jumat (18/8/2017). Palangka Raya sebagai Telkom Modern City ini diresmikan oleh Direktur Network dan IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin dan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran di Kantor T-Coud Telkom Jalan Imam Bonjol.

Diluncurkannya Telkom Modern City Palangka Raya ini tidak lepas dari dukungan pemerintah provinsi dalam rangka meningkatkan konektivitas antara kabupaten dan kota melalui jaringan komunikasi, kecuali Kuala Kurun dan Sukamara masih tahap finishing.

PT Telkom mengklaim pemasangan fiber optik sudah 100 persen di wilayah Kalimantan Tengah. Sementara itu khusus di Palangka Raya sudah ada 12.156 pengguna layanan fiber optik.

Zulhelfi menjelaskan modern city merupakan program modernisasi jaringan tembaga ke jaringan fiber optik yang bisa meningkatkan kualitas layanan.

Dia berharap keberadaan jaringan fiber optik ini mampu memajukan perekonomian masyarakat. Dampaknya perekonomian daerah juga akan maju, sehingga ekonomi digital nasional akan terealisasi sesuai keinginan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital Asia Tenggara. (MC. Isen Mulang/engga)

16 Bayi Orangutan Merayakan Hari Kemerdekaan di Rumah Barunya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Setelah kampanye panjang selama setahun ditambah beberapa bulan proses pembangunan, baby house baru di Pusat Reintroduksi Orangutan BOSF di Nyaru Menteng akhirnya siap menampung para bayi orangutan yang tergabung di dalam grup Nursery.

Sehari setelah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ke-16 bayi orangutan memperoleh rumah barunya.

Yayasan BOS peraih penghargaan Brand of the Year Animalis Edition 2017-2018, Jumat (18/8/2017) memindahkan 16 bayi orangutan dari baby house lama ke yang baru.

Bangunan baby house lama telah digunakan sejak 2000 dan kini sudah kurang layak untuk menampung bayi orangutan yang jumlahnya sempat melonjak di atas angka 20 pasca kebakaran hutan besar yang melanda Kalimantan Tengah pada 2015.

Untuk menghadapi para bayi orangutan baru ini, Yayasan BOS meluncurkan kampanye penggalangan dana pembangunan baby house baru di Desember 2015 dan memulai pembangunan fisik di pertengahan 2016.

Yayasan BOS membangun baby house di kedua pusat reintroduksi orangutan yang dimiliki, Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah dan Samboja Lestari di Kalimantan Timur. 

Baby house baru ini dilengkapi fasilitas bermain dan enrichment serta sekolah hutan khusus bagi grup Nursery yang berlokasi kurang dari 100 meter.

Setelah penantian selama 20 bulan, bayi orangutan di Nyaru Menteng segera merasakan nyamannya tinggal di rumah baru, khusus dirancang bagi mereka. 

Dalam siaran persnya, Jamartin Sihite CEO Yayasan BOS mengatakan ‘Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Yayasan BOS berinisiatif menghadiahkan para bayi orangutan, sebuah rumah baru yang diharap bisa membantu mengasah kemampuan, dan terutama, menghapus trauma masa lalu.

“Semua orangutan yang kami selamatkan, terutama para bayi tentu memiliki trauma yang mendalam akibat terpisah dari induknya di usia yang masih belia,” katamya.

Dalam kurun waktu hampir dua tahun, sejak periode Agustus-September 2015 saat banyak terjadi kebakaran lahan dan hutan, sampai April 2017 ada 30 orangutan muda, usia berkisar antara 0-4 tahun yang telah diselamatkan dan masuk ke dalam pusat reintroduksi Nyaru Menteng.

Mereka semua kami selamatkan dari wilayah yang tidak jauh dari bekas hutan yang terbakar. “Kami harap bayi orangutan ini senang di sini, bisa tumbuh sehat, sehingga kelak kita bisa pulangkan mereka kembali ke hutan,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno mengatakan proses pelepasliaran orangutan membutuhkan banyak persiapan.

Dimana mereka harus menjalani rehabilitasi selama beberapa tahun terlebih dulu sebelum bisa dilepasliarkan ke hutan. Pendirian baby house ini salah satu bagian penting dalam proses rehabilitasi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan terus mendukung mitra yang kegiatannya merehabilitasi dan melepasliarkan orangutan kembali ke hutan.

Dia menyebut sampai saat ini masih banyak orangutan yang harus diselamatkan dan masuk ke pusat rehabilitasi. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap kelestarian orangutan masih ada. Kebakaran hutan, deforestasi, konflik antara manusia dengan orangutan yang sebagian besar menyebabkan kematian orangutan, penyelundupan orangutan ke luar negeri merupakan ancaman yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

Diketahui, hingga 2017 ini Yayasan BOS telah melepasliarkan 301 orangutan ke hutan Kalimantan. Yayasan BOS bekerjasama dengan pemerintah, anggota dan kelompok masyarakat seperti ACG School di Jakarta, SMA Santa Ursula, dan CISV; para pelaku bisnis seperti 3V Natural Foods, Moxie Notion, Lazada, dan PT. SSMS; dan berbagai organisasi konservasi dari seluruh dunia seperti OPF, Orangutan Outreach, BOS Switzerland, BOS Deutschland, BOS Australia. (MC. Isen Mulang/engga)

Sekandinavia dan Grace Sela Pembawa Bendera HUT RI ke-72

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi pasukan pengibar bendera (Paskibra) Bendera Merah Putih peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tentunya bagi anak bangsa yang ditunjuk menjadi pasukan Paskibra merupakan kebanggaan, karena kesempatan ini hanya dialami sekali dalam seumur hidup.

Rasa bangga inilah yang dialami Sekandinavia, siswa SMAN 2 Palangka Raya. Tahun ini ia terpilih menjadi salah satu pasukan Paskibra saat peringatan HUT RI ke-72 yang dilaksanakan Pemerintah Kota Palangka Raya 17 Agustus 2017.

Lebih bangga lagi dari 72 peserta Paskibra yang dipilih membawa Bendera Merah Putih hanya Sekandinavia. Perasan bangga serupa juga dirasakan Grace Sela Wahyuni Devi, siswa SMAN 4 Palangka Raya.

Grace juga dipercaya membawakan Bendera Merah Putih saat acara penurunan bendera pada sore harinya. Bagi Sekandinavia dan Grace, kesempatan dan pengalaman ini merupakan momen sejarah yang tidak akan pernah dilupakannya.

Kenangan istimewa ini juga dirasakan Muamar Wahyudi siswa Muhammadiyah 2 Palangka Raya, Satria Mulya siswa MAN Model, dan Okta Abdurrahman siswa MAN Model. Ketiganya juga mendapat kesempatan sebagai penaikan dan penurunan Bendera Merah Putih.

Perasaan bangga dan senang ini diungkapkan Sekandinavia dan rekan-rekannya saat mengikuti acara ramah tamah dan jamuan makam malam dengan Walikota Palangka Raya HM Riban Satia di rumah jabatan, Jumat (18/8/2017) pukul 20.00 WIB.

Banyak pelajaran yang diperoleh Sekandinavia bersama 71 anggota Paskibra lainnya saat mengikuti latihan hingga selesainya pelaksanaan pengibaran bendera. Salah satunya semangat nasionalisme mereka semakin kuat dan membara.

Tidak hanya itu, kedisiplinan mereka semakin baik. Selama digembleng sekitar tiga bulan untuk mengikuti latihan, mereka juga dididik tentang kedisiplinan, ketahanan mental, dan memiliki sikap yang patuh kepada senior. (MC. Isen Mulang/engga)

Peserta Paskibraka Ramah Tamah dengan Walikota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sebanyak 72 peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Merah Putih mengadakan acara ramah tamah dengan Walikota Palangka Raya HM Riban Satia di pendopo rumah jabatan Jalan Diponegoro, Jumat (18/8/2017) pukul 20.00 WIB.

Acara ramah tamah ini juga dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, Ketua Komisi C DPRD Rusliansyah, Plt Sekda Kandarani, Kodim 1016, Kepala Pengadilan Negeri Palangka Raya, dan beberapa kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD).

Sebelum dimulai acara inti, ke-72 peserta Paskibraka, termasuk para pejabat yang hadir diberikan jamuan makan malam. Bagi peserta Paskibraka, jamuan makan malam dan acara ramah tamah ini merupakan momen yang sangat istimewa.

Sementara itu dalam laporannya Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palangka Raya, Gunawan Abel mengatakan pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2017 memperingati HUT RI ke-72 telah berjalan baik dan sukses.

Maka dari itu pihaknya mengucapkan terima kasih kepada walikota atas dukungannya, sehingga kegiatan HUT RI bisa berlangsung lancar hingga selesai. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada siswa-siswi yang telah selesai mengikuti pelatihan Paskibraka.

Gunawan berharap apa yang diperoleh para anak didik selama mengikuti latihan Paskibraka bisa dijadikan bekal dan motivasi yang bermanfaat sebagai generasi penerus perjuangan di Kota Palangka Raya ini.

Sementara itu dalam sambutannya walikota mengatakan tidak semua anak-anak bangsa yang bisa menjadi peserta Paskibraka. Maka dari itu ke-72 anak-anak yang sudah ditunjuk sebagai peserta Paskibraka ini harus bersyukur dan bangga.

Walikota berharap apa yang diperoleh selama mengikuti pelatihan bisa menjadi bekal untuk masa depan mereka yang lebih baik lagi. (MC. Isen Mulang/engga)

 

Asisten I Wafat, Jajaran Pemkot Palangka Raya Berduka

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Inalillahi wainalillahi rojiun. Jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya berduka. Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Palangka Raya, Sulaksmi wafat.

Kabar wafatnya mantan Kepala Dinas Pendapatan Kota Palangka Raya ini diterima jajaran pemerintah kota saat menghadiri acara ramah tamah dengan peserta Paskibraka di rumah jabatan walikota, Jumat (18/8/2017) pukul 20.00 WIB.

Dikabarkan wafat pukul 19.45 WIB. Almarhumah wafat saat dalam perawatan di RSU Dr Sutomo, Surabaya, Jawa Timur. Almarhumah dikabarkan sedang sakit jantung. 

Informasi yang diperoleh mediacenter.palangkaraya.go.id, rencananya jenazah almarhumah akan dimakamkan di tanah kelahirannya di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Mendapat laporan bahwa asisten I wafat, Walikota Palangka Raya HM Riban Satia yang hendak mengadakan acara ramah tamah dengan peserta Paskibraka pukul 19.00 WIB pun harus ditunda sekitar 30 menit.

Walikota memanggil beberapa kepala dinas untuk memberitahukan kabar duka ini. Kemudian walikota baru menghadiri acara ramah tamah, namun sebelum acara dimulai terlebih dahulu walikota memimpin doa untuk mendokan arwah almarhumah.

Dalam sambutannya walikota mengatakan tiga hari sebelum pelaksanaan perayaan HUT RI ke-72, almarhum sempat meminta izin untuk berobat ke Surabaya. Walikota pun mengizinkan.

Kala itu walikota juga menasehati agar almarhumah fokus untuk berobat, meski walikota tahu jika almarhumah waktu itu masih punya tugas sebagai ketua panitia HUT RI ke-72 di Pemko Palangka Raya.

Di mata walikota, sosok almarhumah merupakan seorang pekerja keras. Beliu termasuk salah satu pejabat eselon II yang memiliki kinerja bagus. Almarhumah juga getol memprosikan Kota Palangka Raya sebagai tujuan para investor.

Namun Allah SWT berkendak lain. Allah SWT telah mengambilnya lagi. Semoga amal dan ibadah Mu diterima Allah SWT. Kami jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya selalu mendoakan Mu. Selamat jalan Ibu Sulaksmi. (MC. Isen Mulang)

Meriahnya Lomba HUT RI di Komplek Sapan Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Hingga Jumat (18/8/2017) sore suasana meriah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 di Kota Palangka Raya masih terasa.

Banyak cara yang dilakukan warga Kota Cantik untuk memeriahkan HUT RI. Mulai dari lomba panjat pinang, makan kerupuk, membawa kelerang dengan sendok, dan masukan paku ke dalam botol.

Tidak mau ketinggalan, warga Jalan Sapan Raya RT 09 RW 09 pun juga mengadakan berbagai perlombaan. Bedanya lomba yang dilaksanakan tahun ini khusus untuk anak-anak.

Di Komplek Sapan Raya ini anak-anak dengan cerianya mengikuti lomba makan kerupuk, membawa kelereng dengan sendok, dan masukan paku ke dalam botol.

Bagi pemenang lomba, panitia telah menyediakan hadiah untuk anak-anak seperti buku dan pensil. Para anak-anak juga diberikan makanan tambahan seperti susu dan coklat.

Bagi anak-anak, dengan diadakannya lomba ini sangat menyenangkan. Apalagi dengan lomba ini mereka bakal mendapatkan hadiah, sehingga menambah semangatnya untuk bisa menang.

Ketua RT 09 RW 09, Fitri yang diwakili panitia HUT RI ke-72, Samsul Rizal menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakan lomba ini untuk memberikan hiburan kepada anak-anak.

Selain itu untuk memeriahkan HUT RI. Diharapkan dengan adanya lomba ini para anak-anak bisa memaknai HUT kemerdekaan RI dengan kegiatan positif. (MC. Isen Mulang/engga)

81 Regu Meriahkan Gerak Jalan Tri Lomba Juang

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Dispora Kota Palangka Raya mengadakan Gerak Jalan Tri Lomba Juang, Jumat (18/8/2017).

Lomba ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72. Dalam lomba ini diikuti tiga kategori gerak jalan.

Disebut tri juang, karena dalam lomba ini hanya diadakan garak jalan dengan jarak 8 kilo meter, 17 kilo meter, dan 45 kilo meter. Totalnya ada 56 regu yang mengikuti lomba gerak jalan ini.

Kategori jarak 8 Km pesertanya dari murid SD/MI/SMP/MTS, sedangkan kategori 17 Km pesertanya dari siswa SMA/SMK/MA dan karyawan dan kategori jarak 45 Km pesertanya siswa SMA/SMK/MA, karyawan, TNI, dan Polri.

Rinciannya untuk jarak 8 Km diikuti 30 regu murid SD/MI dan 26 regu dari pelajar SMP/MTs. Sedangkan untuk jarak 17 Km diikuti 15 group siswa SMA sederajat dan jarak 45 kilo meter diikuti 10 group untuk umum dan TNI/Polri.

Secara simbolis lomba gerak jalan ini dilepas oleh Asisten II Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Hardy Rampai dan dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio pukul 15.30 WIB.

Adapaun rute untuk jarak 8 Km mulai dari Jalan Ahmad Yani-S Parman-Kahayan-Tjilik Riwut-Bundaran Besar-Yos Sudarso-Galaxi-G Obos-RTA Milono-Bundaran Kecil-Diponegoro-Dr Murjani dan finish kembali ke Jalan Ahmad Yani.

Semenatra itu rute jarak 17 Km mulai dari Jalan Ahmad Yani-S Parman-Jalan Kahayan-Bundaran Besar-Imam Bonjol-Bundaran Kecil-Jalan Diponegoro-Dr Murjani dan kembali finish di Jalan Ahmad Yani.

Sedangkan rute jarak 45 Km dari Jalan Ahmah Yani-S Parman-Jalan Kahayan-Tjilik Riwut-Mahir Mahar-Rajawali-Garuda-Bukit Keminting-Yos Sudarso-G Obos-RTA Milono-Adonis Samad-Seth Adji-Diponegoro-Imam Bonjol-Bundaran Besar-Imam Bonjol-Diponegoro-Dr Murjani dan finish di Jalan Ahmad Yani.

Pantauan mediacenter.palangkaraya.go.id, meski pelaksanaan lomba gerak jalan ini diguyur hujan gerimis, namun para peserta tetap semangat mengikuti lomba sampai finish.

Sementara itu semua jalur yang dilintasi peserta lomba mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. Lomba ini juga menyedot perhatian masyarakat untuk menyaksikannya. (MC. Isen Mulang/engga)

7 Pejabat Eselon IIB Ikuti Seleksi Calon Sekda Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya HM Riban Satia membuka secara resmi asessment calon sekretaris daerah (Sekda) Kota Palangka Raya di aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (18/8/2017).

Seleksi calon sekda ini diikuti oleh tujuh pejabat eselon IIB. Dimana lima diantaranya merupakan aparatur sipil negara (PNS) lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya.

Mereka adalah Plt Sekda Kandarani, Kepala Disperindag Aratuni Djaban, Kepala Bappeda Hera Nugrahayu, Kepala Dinas Pendidikan Sahdin Hasan, dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Rojikinoor.

Sementara itu dua pejabat eselon lainnya adalah mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah Kombes Dwi Sasono dan Alvianson salah satu pejabat kepala dinas dari Kabupaten Barito Timur.

Assessment pejabat tinggi pratama ini dilakukan oleh tim dari Polda Kalteng. “Saya apresiasi keseriusan peserta calon Sekda dan kerja keras panitia seleksi serta sekretariat Pansel dalam melaksanakan seleksi ini,” kata walikota. 

Dilakukan seleksi calon Sekda ini merupakan implementasi UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Dimana untuk mengisi jabatan Sekda harus melalui asessment.

Selain tes tertulis, para calon sekda wajib mengikuti seleksi administrasi, penelusuran rekam jejak, dan membuat tulisan karya ilmiah. “Seleksi ini perlu dilakukan untuk mengukur kemampuan calon sekda,” sebutnya.

Walikota berharap ke-7 peserta bisa mengikuti seleksi dengan fokus, karena diharapkan dengan hasil assessment ini nanti akan diperoleh pejabat sekda definitif yang memiliki kualifikasi kompetensi profesional dan handal. (MC. Isen Mulang/engga)

Kecamatan Jekan Raya Adakan Lomba Meriahkan HUT RI

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Meski acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 sudah berlalu sehari, namun suasana kemeriahannya masih terasa hingga Jumat (18/8/2017).

Kemeriahan ini bisa dilihat masih adanya beberapa satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) di Kota Palangka Raya yang mengadakan berbagai perlombaan untuk memeriahkan HUT RI. Salah satunya di Kecamatan Jekan Raya.

Di kantor yang dipimpin Saifullah ini mengadakan lomba futsal, masukan paku ke dalam botol, membawa kelereng dengan sendok, makan kerupuk, melempar bola ke keranjang. Peserta lomba merupakan perwakilan dari kelurahan dan anggota Babinsa. 

Saifullah mengatakan tujuan diadakannya lomba ini untuk mempererat tali persaudaran pegawai antar keluarahan di wilayah Kecamatan Jekan Raya.

Makna lainnya dari lomba ini untuk mengisi kemerdekaan RI sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang yang telah merebut bangsa Indonesia ini dari penjajah.

Lomba ini dilaksanakan selama tiga hari. Khusus hari Jumat pesertanya dari internal pegawai kelurahan dan kecamatan, sedangkan untuk Sabtu dan Minggu pesertanya dari RT-RT.

Dia berharap dengan adanya lomba ini bisa saling mengakrabkan hubungan antara aparatur kelurahan, kecamatan, dan masyarakat yang selama setahun ini hanya berkutat pada aktivitas pelayanan publik.

Diharapkan pula dengan lomba ini bisa menggairahkan semangat kerja para apartur pemerintahan. Sementara itu pantauan mediacenter.palangkaraya.go.id, suasana lomba sangat meriah.

Para peserta sangat antusias untuk semangat mengikuti lomba. Lantaran tidak terbiasa mengikuti lomba, sehingga terkesan lucu. Mereka saling bercanda. (MC. Isen Mulang/engga)

Warga Sabaru Diminta Ikut Jaga Aset Buper Kambariat Tuah Pahoe

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palangka Raya melaksanakan sosialisasi pengelolaan Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe kepada masyarakat Kelurahan Sabaru.

Sosialisasi yang dilaksanakan di kantor Keluarahan Sabaru, Kecamatan Sebangau ini dihadiri tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ketua rukun tetangga (RT).

Dalam sosialisasi ini juga dihadiri Lurah Sabaru, Dina Megawati, S.STP. Maksud dilaksanakan sosialisasi ini diharapkan masyarakat Sabaru ikut menjaga dan memelihara aset Buper Kambariat Tuah Paheo.

Apalagi semua bangunan dan fasilitas Buper Kambariat Tuah Pahoe baru dilakukan perbaikan total dalam rangka pelaksanaan Kemah Budaya Nasional (KBN) yang dilaksanakan pada 16-23 Juli 2017 lalu.

Agar aset perkemahan ini tetap terjaga dengan baik dan aman, maka Dispora Palangka Raya mengharapkan partisipasi warga sekitar untuk ikut menjaga Buper Kambariat Tuah Pahoe.

Selain sebagai aset, keberadaan Buper ini sebagai wadah perkemahan yang digunakan untuk kegiatan kepemudaan dalam rangka pembinaan generasi muda dan sarana perkemahan dan lainnya.

“Dengan adanya Buper ini diharapkan generasi muda dapat terhindar dari berbagai dampak negatif seperti penyalagunaan narkoba, pergaulan bebas, perkelahian, pencurian, geng motor, dan kenakalan remaja lainnya,” kata Kabid Pengembangan Pemuda pada Dispora Kota Palangka Raya, Djoko Wibowo, SE, Jumat (18/8/2017).

Djoko mengharapkan melalui sosialisasi ini semua elemen masyarakat dan aparatur Kelurahan Sabaru bersama-sama ikut menjaga Buper. Ke depannya dia akan mengusulkan Buper ini dikelola oleh unit pelayanan teknis (UPT) di bawah Dispora Palangka Raya.

Meski status Buper belum dikelola oleh UPT, namun saat ini Dispora sudah merekrut seorang warga Sabaru yang dijadikan sebagai penjaga Buper Kambariat Tuah Pahoe.

Jadi saat ini semua aktivitas di Buper selalu terpantau. “Meski asetnya belum diserahkan dari dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman, tapi mulai saat ini kita juga ikut mengelola,” tuturnya. (MC. Isen Mulang/engga)