BKKBN Juga Edukasi Program KB Kepada Warga Tangkiling

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Di hari yang sama Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah juga melakukan ‘Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Minggu (5/11/2017).
 
Acara sosialisasi juga dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Tengah, Hang Ali Saputra Syah Pahan, perwakilan BKKBN Pusat Nerius Ignasius, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Kusnadi, perwakilan BKKBN Kota Palangka Raya.
 
Di sini Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Kusnadi juga menjelaskan arti pentingnya mengikuti program keluarga berencana (KB). Dengan program KB, maka dalam berkeluarga semuanya bisa direncanakan, misalnya akan memiliki berapa anak hingga masa depan anaknya.
 
Dalam sosialisasi ini Kusnadi lagi-lagi menyampaikan jika memiliki dua anak cukup tersebut sangat bagus dalam rumah tangga. Sebab dengan dua anak, maka orangtua lebih mudah mengurus dan membiayai sekolahnya hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
 
Singkatnya, jika dalam satu keluarga hanya memiliki dua anak, maka ada jaminan kehidupan dalam rumah tangga lebih sejahtera. “Kita berharap dengan adanya program KB ini bisa menciptakan keluarga sehat dan sejahtera,” harapnya.
 
Sementara itu Anggota Komisi IX DPR RI, Hang Ali Saputra Syah Pahan menambahkan pentingnya masyarakat memahami program KB secara utuh, sehingga masa depan generasi akan menjadi lebih baik. Dia menjelaskan sosialisasi ini sebagai wujud penguatan komunikasi jika ber-KB akan mewujudkan keluarga bahagia, sejahtera dan berkualitas.
 
Dalam kesempatan ini Hang Ali juga mengoreksi pepatah yang mengatakan banyak anak banyak rejeki tersebut tidak selamanya benar. Sebab banyak anak justru bisa membuat anak kurang mendapatkan pendidikan yang layak. (*engga)

Warga Kelurahan Petuk Katimpun Diedukasi Program KB

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimanntan Tengah mengadakan ‘Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kreatif Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Minggu (5/11/2017).
 
Acara soialisasi ini dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Tengah, Hang Ali Saputra Syah Pahan, perwakilan BKKBN Pusat Nerius Ignasius, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Kusnadi, Perwakilan BKKBN Kota Palangka Raya, dan masyarakat.
 
Tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat jika mengikuti program keluarga berencana (KB) tersebut sangat bermanfaat, karena bisa menciptakan keluarga yang terencana dan sejahtera.
 
Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Kusnadi menjelaskan dalam berkeluarga semuanya harus terencana. Mulai saat mau menikah sampai merencakan akan memiliki beberapa anak. Jika semua telah direncanakan, maka dipastikan akan sejahtera.
 
Maka dari itu sosialisasi ini terus digencarkan, mengingat indeks kebahagian di Provinsi Kalimantan Tengah menempati urutan ke-22 dari 35 provinsi seluruh Indonesia. “Kita berharap adanya program KB ini bisa menciptakan keluarga sehat dan sejahtera,” harapnya.
 
Kusnadi menuturkan masyarakat harus diberikan pemahaman tentang dampak positif dan negartif dari program KB. Misalnya dampak positif dan negatifnya jika memiliki banyak anak dibadingkan hanya memiliki dua anak saja.
 
“Kondisi saat ini berbeda dengan dulu. Dimana dengan banyak anak biasa membuat mereka kurang terurus. Orangtua harus bekerja lebih keras guna mencukupi kebutuhan keluarganya, sehingga waktu untuk mencurahkan kasih sayang pada anak menjadi berkurang,” jelasnya.
 
Berbeda jika dalam satu keluarga hanya memiliki dua anak, maka orangtua lebih santai dalam bekerja dan lebih banyak waktu untuk mendidik anaknya di rumah. Selain itu peluang untuk menjadikan anaknya sukses lebih terbuka lebar jika hanya memiliki dua anak. (*engga)

Warga Jalan Bandeng Diajak Tertib Kelola Sampah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Bidang Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya mengadakan ‘Sosialisasi Mari Kelola Sampah’ kepada warga Jalan Bandeng V, Kelurahan Bukit Tunggal, Minggu (5/11/2017).
 
Sosialisasi yang dibuka Lurah Bukit Tunggal, Heri Fauzi ini dilaksanakan di rumah Ketua RT 02 RW VIII Nomor 29 Jalan Bandeng V, Kelurahan Bukit Tunggal, Tugiman. Pelaksanaan sosialisasi ini terbilang sukses karena banyak diikuti warga.
 
Sosialisasi yang dipimpin Kabid Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, Mardian ini merupakan ide Kasubag TU UPT Pengelolaan Sampah Terpadu Kecamatan Jekan Raya 1, Nia Ramayanthie, S.Hut untuk memenuhi ujian Diklatpim IV di Samarinda.
 
Tujuan dilaksanakan sosialisasi ini untuk membangun perilaku tertib dalam tata kelola sampah rumah tangga, meski pun selama ini warga Jalan Bandeng V sudah sangat tertib dalam membuang sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS), namun belum dipilah.
 
Karena itulah melalui sosialisasi ini Kabid Kebersihan, Mardian mengajak para warga untuk memilah sampah rumah tangga sebelum diambil operator pemungut sampah. Sebab dengan dipilah akan memberikan nilai ekonomis, karena bisa dijual untuk didaur ulang.
 
Selain itu warga diimbau mengelola sampah dengan metode 3R (reduce, reuse, dan recycle). Warga juga diimbau mengurangi produksi sampah, khususnya plastik. Caranya warga harus membawa sendiri dari rumah jika ingin belanja ke pasar, toko, dan swalayan.
 
Sementara itu Nia Ramayanthie, S.Hut menjelaskan sosialisasi ini dilakukan didasari karena masih adanya sampah yang dibuang warga tidak pada tempatnya dan semakin meningkatnya volume sampah yang diproduksi oleh rumah tangga.
 
Selain itu kurangnya pemanfaatan sampah dan kurang tertibnya jam buang sampah. Nia berharap melalui sosialisasi ini warga lebih tertib dalam mengelola sampah. Untuk merangsang warga tertib membuang sampah pada tempatnya, dalam sosialisasi ini juga diberikan bantuan tong sampah. (*engga)

Tim Badan Restorasi Gambut Ramah Tamah dengan Walikota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Riban Satia mengadakan jamuan makan malam kepada tim yang tergabung dalam Badan Restorasi Gambut (BRG) di rumah jabatan Jalan Diponegoro, Jumat (3/11/2017) pukul 20.00 WIB.
 
Acara makan malam ini dirangkai dengan acara ramah tamah dan silaturahmi dengan Direktur BRG Haris Gunawan dan Direktur CIMTROP Universitas Palangka Raya, DR Ici Piter Kulu beserta seluruh jajarannya.
 
Dalam acara ramah tamah ini juga dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, Komandan Kodim 1016 Palangka Raya, beberapa kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) dan anggota DPRD Kota Palangka Raya.
 
Adapun tujuan kedatangan tim BRG bersama masyarakat gambut internasional ke Palangka Raya ini dalam rangka rencana aksi bersama untuk restorasi gambut di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya.
 
Membacakan sambutan walikota, Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio mengatakan atas nama pemerintah daerah sangat menyambut positif hadirnya tim BRG. Kehadiran tim BRG diharapkan hasil riset yang dilakukan bisa dipakai pemerintah daerah dan bisa dimplementasikan oleh masyarakat.
 
Di sisi lain Pemerintah Kota Palangka Raya beserta jajarannya sangat terbuka dengan tim BRG terkait informasi yang dibutuhkan selama melakukan penelitian gambut.
 
Mofit mengatakan aksi bersama untuk riset gambut ini dilaterbelakangi rumitnya pengelolaan lahan gambut, bukan karenanya ada banyaknya pemangku kepentingan, tetapi karena sifat ekosistem rawa gambut itu sendiri yang sulit.
 
Menurutnya ada beberapa elemen yang harus dipertimbangkan dalam pengelolaan lahan gambut seperti tingkat keasaman air tanah, status unsur hara, air, topografi, dan sistem sosial ekonomi.
 
Faktanya sudah lebih 20 tahun para ilmuwan Indonesia dan internasional sudah berkolaborasi dalam studi ekosistem rawa gambut dan hasil penelitian sudah dilaksanakan dalam pengelolaan lahan gambut, walaupun masih diperlukan studi multi dan interdisiplin mengenai ekosistem rawa gambut tropis yang mempunyai rekomendai praktis bagi pelaku restorasi gambut.
 
Mofit menambahkan khusus Palangka Raya ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk tindakan lebih lanjut dari para ilmuwan untuk mendukung restorasi, konservasi, dan pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan. (*engga)

Kerukunan Keluarga Bakumpai Adakan Seminar dan Festival Seni

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Kota Palangka Raya mengadakan acara seminar dan festival seni budaya Bakumpai seluruh Provinsi Kalimantan Tengah. Lomba budaya Dayak Bakumpai ini digelar selama dua hari, 3-4 November 2017.
 
Seminar dan festival seni yang diadakan di komplek Asrama Haji Al Mabrur Jalan G Obos, Palangka Raya ini secara resmi dibuka oleh Asisten I Setda Provinsi Kalimantan Tengah I Ketut Widi Wiryawan mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (4/11/2017).
 
Acara pembukaan festival ini juga dihadiri Walikota Palangka Raya, Riban Satia berserta istri dan Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio beserta istri serta para tokoh Dayak Bakumpai dari berbagai daerah.
 
Ketua KKB Kota Palangka Raya, Suriansyah Murhaini menjelaskan kegiatan seminar dan festival seni budaya ini merupakan yang pertama kali digelar. Diharapkan melalui kegiatan ini budaya Dayak Bakumpai ikut memperkaya khasanah budaya Indonesia.
 
Dia menuturkan jenis seni yang dilombakan adalah hadrah, rudat, pantun, dan kuliner. Sedangkan materi seminar yang akan dibahas mengenai sejarah Bakumpai, asal-usul Bakumpai, budaya Bakumpai, dan sebaran suku Bakumpai.
 
Dalam seminar ini pihak KKB menghadirkan para tokoh Dayak Bakumpai, dosen dari Universitas Lambung Mangkurat Prof DR Rizali Hadi dan Rektor Setyabudi, DR Jirhanudin dari IAIN Palangka Raya, dan DR Suriansyah Murhaini dari Universitas Palangka Raya.
 
Suriansyah menambahkan alasan KKB mengadakan seminar karena saat ini banyak potensi budaya Bakumpai belum diangkat, misalnya cerita tentang rakyat Bakumpai belum ditulis. Saat ini cerita rakyat Bakumpai masih dituturkan secara lisan oleh para tetua.
 
Karena itu KKB menginginkan ada literasi budaya Dayak Bakumpai. Dengan demikian nantinya para generasi muda akan mengetahui sejarah asal usul Bakumpai. (*engga)

ASN Balitbang Kenalkan Pelestarian Alam Kepada Murid SD

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio bersama istri secara simbolis didaulat untuk melakukan penanaman pohon di halaman SDN 4 Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Sabtu (4/11/2017).
 
Acara penanaman pohon dan pengenalan sistem biopori yang dirangkai dengan pemberian susu gratis kepada murid SD ini merupakan gagasan Diana Fransiska, Kasubag Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup pada Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Palangka Raya untuk melengkapi Diklatpim IV.
 
Adapan jenis bibit pohon yang ditanam adalah langsat, sawo kecik, dan rambutan. Dalam program penghijauan ini Diana Fransiska mengenalkan sistem biopori untuk 10 bibit pohon yang baru ditanam di halaman SDN 4 Bukit Tunggal.
 
Sistem ini menurut Diana sangat membantu dalam mempercepat resapan air ke dalam tanah. Metode biopori ini dimaksudkan untuk mengatasi genangan air yang selalu membanjiri halaman sekolah. Sebab sesaat setelah diguyur hujan, halaman sekolah yang terletak di Jalan Tenggiri ini selalu kebanjiran.
 
Aksi nyata ‘Gerak Sadar’ penanaman pohon dan pengenalan sistem biopori oleh Diana ini pun disambut positif oleh Kepala SDN 4 Bukit Tunggal, Nurahmawatie. Ia hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya yang telah peduli dengan lingkungan sekolahnya.
 
Sementara itu Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio mengatakan meski manfaat dari aksi penanaman pohon ini baru bisa dirasakan 5-10 tahun ke depan, namun dia aksi penghijauan seperti ini hendaknya bisa ditiru oleh sekolah lainnya.
 
Diharapkan dengan adanya program penghijauan seperti ini membuat halaman sekolah menjadi rindang dan teduh, sehingga tidak terlihat gersang. (*engga)

Bagian Kesra Setda Kota Palangka Raya Adakan Lomba Senam

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Puluhan aparatur sipil negara (ASN) dari seluruh satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) mengikuti Senam Zumba Party di balai kota bersama Walikota Palangka Raya, Riban Satia beserta istri, Jumat (3/11/2017).
 
Kegiatan senam pagi yang rutin digagas oleh Bagian Kesra Setda Kota Palangka Raya ini juga diikuti istri Wakil Walikota Palangka Raya dan kader PKK. Tapi acara senam pagi kali ini berbeda dengan acara senam yang dilaksanakan di Minggu sebelumnya.
 
Sebelum acara lomba senam dimulai, diadakan terlebih dahulu senam Zumba Party sebagai ajang pemanasan bagi peserta lomba senam seluruh Kota Palangka Raya yang diadakan oleh Bagian Kesra Setda Kota Palangka Raya.
 
Setelah acara senam selasai pukul 08.00 WIB, kemudian para pesera bergeser ke Gedung Pertemuan Umum Palampang Tarung. Di sini acara dilanjutkan lomba senam. Dalam lomba ini diikuti 13 kelompok yang merupakan perwakilan SOPD.
 
Setiap kelompok bebas menentukan musik yang digunakan untuk mengiringi senam. Dalam lomba ini peserta juga diboleh mengkreasi gerakan senam yang dipadukan dengan iringan musik modern dan tradisional. Bagi yang gerakannya kompak maka akan dapat nilai bagus.
 
Penilaian dalam lomba senam ini cukup independen, karena ketiga penilai yang dihadirkan semuanya berasal dari luar kalangan ASN. Salah satu di antaranya berasal dari profesional fitnes.
 
Kabag Kesra Setda Kota Palangka Raya, Abramsyah mengatakan tujuan diadakannya lomba senam ini dalam rangka menjaga kesehatan para ASN agar tetap bugar.
 
Sebab hampir setiap hari para ASN berkutat pada pekerjaan, sedangkan waktu luang untuk berolahraga hanya ada di akhir kerja menjelang weekand. (*engga)

Bapemperda DPRD Palangka Raya Sampaikan 14 Raperda

MEDIA CENTER, Palangka Raya – DPRD Kota Palangka Raya mengadakan rapat paripurna ke-6 masa sidang III tahun sidang 2017 dengan agenda penyampaian 14 rancangan peraturan daerah (Raperda), Jumat (3/11/2017).
 
Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya Ida Ayu Nia Anggraini ini dari eksekutif dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio dan beberapa kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD).
 
Ke-14 Reperda ini 9 Raperda merupakan usulan dari Pemerintah Kota Palangka Raya, sedangkan 5 Raperda inisiatif DPRD. Ke-14 Raperda yang disampaikan Ketua Bapemperda DPRD Kota Palangka Raya, Anna Agustina Elisye ini di antaranya Raperda tentang Kepemudaan.
 
Kemudian Raperda tentang Pendidikan, Raperda tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, Raperda tentang Pengaturan Peternakan, Raperda tentang Pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Palangka Raya, Raperda tentang Pengelolaan Sistem Drainase Perkotaan.
 
Raperda tentang Pengelolaan Pertamanan, Raperda tentang Pengelolaan Air Limbah, Raperda tentang Pemekaran Kecamatan dan Kelurahan, Raperda tentang Perubahan kedua atas Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol.
 
Selanjutnya Raperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penyertaan Modal kepada PDAM Kota Palangka Raya, Raperda tentang Pertanggungjawaban APBD 2017, Raperda tentang Perubahan APBD 2018, dan Raperda tentang APBD 2019.
 
Kemudian proses selanjutnya semua SOPD dan alat kelengkapan DPRD yang menjadi pemprakarsa pengajuan Raperda dalam Propemperda 2018 agar mempersiapkan naskah akademik dan draf Raperda hingga pembahasan sesuai peraturan perundangan serta mengalokasikan anggaran untuk Raperda yang diusulan.
 
Selain itu SOPD pengusul Raperda diminta terlebih dulu berkoordinasi dengan bagian hukum untuk mengharmonisasikan, pembulatan, dan pemantapan persepsi, sehingga efektivitas dan efesiensi waktu dapat terlaksana saat tahapan pembahasan. (*engga)

Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Adakan Seminar Nasional Pengelolaan Lahan Gambut

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) mengadakan Seminar Nasional Tahunan dan Kongres Komunitas Manajemen Hutan Indonesia (KOMHINDO) III, Jumat (3/11/2017). 
 
Seminar dengan tema pengolahan lahan gambut di Indonesia dalam perspektif pembangunan berkelanjutan ini berlangsung selama dua hari dan berakhir besok Sabtu (4/11/2017).
 
Dalam seminar ini dihadiri Rektor UMP DR Bulkani, Ketua Komhindo Udiansyah, Rektor Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta Purwadi, para pejabat dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kota Palangka Raya.
 
Dalam laporannya DR Bulkani mengatakan masalah pengolahan lahan sampai kapan pun tetap menarik untuk dibahas. Karena itu Pengolahan lahan juga membutuhkan perhatian dari semua pihak tidak terkecuali masyarakat.
 
“Misalnya sebuah daerah yang menjadi tempat pariwisata seperti Bali. Kenapa Bali sangat patuh dan peduli dengan kebersihan? karena mereka sadar dengan kebersihan. Itulah maka pariwisata akan lebih baik. Jadi kita berharap dengan kegiatan ini akan banyak lahir ide yang bisa menyelesaikan masalah hutan kita,” ungkapnya.
 
Adapun pesan dari hasil seminar dan kongres ini diharapkan akan terpilih orang-orang yang memang mempunyai amanah dan memimpin dengan hati.
 
Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Palangka Raya, Barit Rayanto yang mewakili Walikota Palangka Raya Riban Satia sangat menyambut baik diadakannya seminar dan kongres tersebut.
 
Dia berharap ke depannya pihak universitas bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya Kota Palangka Raya dalam konteks kajian secara spesifik masalah gambut dan pengolahan hutan.
 
Barit menuturkan saat ini Badan Litban Kota Palangka Raya telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Univertas Muhammadiyah dalam hal kajian pariwisata.
 
“Jadi masih terkonsentrasi pada kajian pariwisata. Saat ini sedang berjalan. Kalau mengenai lahan gambut, belum. Saya juga sedang mencari terkait adanya Peraturan Dalam Negeri yang menyebutkan 1 persen dana APBD untuk penelitian,” ucapnya.
 
Dalam cara ini juga dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Rektor UMP DR Bulkani dengan Rektor Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Purwadi. (*engga)

Jajaran Pemko Palangka Raya Ikuti Monev Bersama Tim KPK

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Riban Satia beserta seluruh kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) mengikuti pertemuan dengan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ruang Peteng Karuhei II, Kamis (2/11/2017).
 
Pertemuan dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) implementasi pemberantasan korupsi ini juga diikuti oleh pejabat SOPD setingkat sekretaris, kepala bidang, kepala seksi di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya.
 
Sedangkan tim KPK dihadiri dari bidang pencegahan, Hery Nurudin dan Ramdhani. Dalam Monev ini tim KPK kembali menyampaikan pasal-pasal tentang tindak pidana korupsi. Hal ini disampaikan untuk mengingatkan agar para pejabat tidak melakukan korupsi.
 
Diakui tim KPK, masih adanya korupsi di negeri ini karena masih lemahnya sistem pengelolaan anggaran yang diberlakukan oleh setiap pemerintahan daerah. Karena itu tim KPK menyerankan pola penggelolaan anggaran harus dirubah.
 
Menurut tim KPK, setidaknya ada tiga metode untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Pertama, menerapkan sistem e-budgeting, e-plainning, dan semua perizinan harus dilakukan secara online. Kedua, pembangunan SDM aparatur sipil negara (ASN) harus berkualitas, jujur, dan memiliki kompetensi.
 
Ketiga, melestarikan budaya anti korupsi misalnya menciptakan budaya bersih, gotong royong, dan budaya inovasi. KPK punya alasan kenapa menyarankan penerapan sistem serba online, karena dibeberapa daerah yang sudah menerapkan e-budgeting, e-plaining, dan lainnya hampir tidak ada kasus tindak pidana korupsi.
 
Sebab KPK melihat dengan penerapan sistem serba online tersebut semua transaksi bisa terekam dan terlacak, termasuk satuan harga barang bisa diketahui sesuai harga pasar, sehingga tidak ada celah bagi pejabat untuk melakukan tindak pidana korupsi.
 
“Kami melihat dengan diterapkannya sistem online tersebut banyak terjadi efisiensi terhadap pengadaan barang dan jasa. Jadi nanti tidak ada lagi program siluman, tapi terlebih dulu prosesnya harus melalui musrenbang,” kata tim KPK.
 
Dalam kesempatan ini tim KPK juga menyarankan pemerintah daerah segera membuat unit layanan pengadaan (ULP) secara permanen. Jika sudah permanen, maka pegawai ULP bisa fokus mulai dari perencanaan, pelaksanaan lelang, Monev, dan reporting, dan improvement-nya.
 
Mulai 2018, KPK juga tidak menghendaki lagi adanya kelompok kerja (pokja) disetiap SOPD terkait pengadaan barang dan jasa. Jika aturan tersebut dilanggar, maka KPK tidak segan akan melakukan tindakan terhadap pemerintah daerah yang melanggar. (*engga)