Puasa Hari Ke 15 Pemko Gelar Safari Ramadan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Safari Ramadan Pemerintah Kota Palangka Raya bersama DPRD, FKPD, ASN, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat Kota Palangka Raya, yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Umum Palampang Tarung, Jalan Tjilik Riwut Km. 5,5 Palangka Raya, Senin (20/5/2019).
 
Berbuka puasa bersama menjadi salah satu sarana yang baik untuk kembali menyatukan rasa kebersamaan dan menjalin tali silaturahmi antar SOPD terlebih sesama aparatur sipil negara, lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya.
 
Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan pesan, mari kita terus mengucapkan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, terus jalin silahturahmi, dan masyarakat Kota Palangka Raya tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, ucapnya.
 
Buka puasa ini di isi ceramah dari ustadz Zainal Arifin yang dalam ceramahnya, mengingatkan pentingnya memaknai hikmah puasa. Baik untuk menahan makan dan minum sampai ibadah memperkuat diri untuk mengendalikan hawa nafsu. (MC Isen Mulang/Iin)

Pemko Gelar Evaluasi Penerimaan Pajak Daerah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya gelar rapat evaluasi penerimaan pajak di triwulan pertama 2019, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Peteng Karuhei I Kantor Walikota Palangka Raya, Senin (20/5/2019)

Rapat Evaluasi yang dilakukan oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), di pimpin langsung oleh Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin dan di hadiri oleh Sekretaris Daerah, Hera Nugrahayu dan Kepala SOPD Lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya.

Pajak daerah yang dikelola Kota  Palangka Raya berjumlah sebelas jenis pajak diantaranya pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak parkir, pajak sarang burung walet, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak air tanah, PBB P2, BPHTP, pajak reklame dan pajak penerangan jalan.

“Tujuan rapat untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah dari sisi retribusi daerah. Kita akan melakukan evaluasi pada target capaian pendapatan,” ucap Kepala BPPRD Palangka Raya Nyta Bianyta Reza.

Menurut Nyta, hasil rapat ini akan dijadikan dasar dalam penyusunan target pendapatan pajak pada Tahun 2020, diharapkannya terjadi peningkatan target pendapatan pada tahun-tahun berikutnya. (MC Isen Mulang/Iin)

Pemko Palangka Raya Belum Putuskan Larangan Mobil Dinas untuk Mudik

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya belum memberikan keputusan adanya larangan penggunaan mobil atau kendaraan dinas dibawa untuk pulang kampung alias mudik lebaran. 

Penegasan tersebut disampaikan langsung Walikota Palangka Raya Fairid Naparin.

“Ya, terkait bisa atau tidaknya mobil atau kendaraan dinas di bawa mudik oleh ASN, tentunya kami perlu mengkaji terlebih dahulu. Terlebih regulasi belum kami terima,”ungkap Fairid, Senin (20/5/2019).

Dikatakan, jika aturan tersebut sudah diterima, setidaknya menjadi dasar Pemko Palangka Raya dalam mengambil keputusan dari peruntukan mobil plat merah tersebut di masa libur ldulfitri 1440 Hijriyah. 

“Menurut hemat saya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan jika mobil dinas digunakan, sepanjang bisa dijaga dan dirawat. Terlebih pegawai pemko ini kebanyakan berdomisili di Palangka Raya,” ujarnya lagi. 

Terlepas dari itu semua tambah Fairid, dirinya tidak bisa mengomentari lebih jauh tentang adanya ketentuan larangan penggunaan mobil atau kendaraan dinas untuk mudik, seraya sambil menunggu regulasi serta aturan yang jelas.

“Intinya tunggu aja nanti keputusan selanjutnya. Terlebih ASN juga masih kerja, belum menjalani libur panjang lebaran,” tandasnya. (MC. Isen Mulang.1)

Sektor Pajak untuk PAD Palangka Raya Ditarget Mencapai 110 Miliar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Fairid Naparin mengungkapkan, jika pihaknya berupaya menambah SDM maupun sarana prasarana dalam menunjang kinerja  peningkatan sektor pajak untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hal ini disampaikan, walikota usai rapat Evaluasi penerimaan pajak Triwulan I dan penyusunan target PAD 2020 di ruang rapat Peteng Karuhei I kantor walikota Palangka Raya, Senin (20/5/2019).

Selain upaya itu lanjut Fairid, maka OPD harus berupaya mendorong peningkatan potensi pajak sesuai bidang program kerjanya. 

“Pemko mentargetkan PAD dari semua potensi pajak ditahun ini setidaknya mampu mencapai 110 miliar, dan saat ini baru terealisasi 32 persen dari target itu,” sebutnya.

Tak dipungkiri lanjut Fairid, masih banyak kendala-kendala dirasakan OPD dalam menyerap pemasukan dari potensi pajak yang ada. 

“Maka itu rapat dan evaluasi dilakukan untuk memecahkan persoalan selama ini agar target serapan pajak bisa dicapai,” tukasnya.

Menurut walikota yang terbilang berusia muda ini, bahwa para wajib pajak di Kota Palangka Raya saat ini dikategorikannya masih patuh dah taat dalam membayar pajak. Walaupun beberapa diantara masih ada tunggakan.

Para wajib pajak ini kata dia, ada pada 11 potensi pajak yang terus menjadi fokus Pemko Palangka Raya dalam hal pengelolaannya.

Seperti pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, sarang burung walet, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak air tanah, PBB P2, BPHTB, pajak reklame dan Pajak penerangan jalan.

“Intinya memerlukan komitmen bersama dalam meningkatkan PAD. Terutama komitmen dari seluruh OPD sehingga target yang diinginkan benar benar tercapai,” harapnya. (MC. Isen Mulang.1)

Objek Wisata Harus Miliki Standar Keselamatan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, maka setiap pengelola objek wisata harus melengkapi sarana dan prasarana (sarpras) dengan standar keamanan dan keselamatan.

Ketua Komisi C DPRD Palangka Raya, Mukarramah mengatakan, pentingnya ketersediaan standar keamanan dan keselamatan di obyek wisata harus mendapat perhatikan setiap pengelolanya. 

Terlebih bagi pengelola tempat wisata yang menyajikan sarpas bersifat atraksi wisata yang beresiko. Seperti wisata  air susur  sungai dan wisata menggunakan perahu.

“Standar keamanan atau SOP harus benar-benar mampu menjaga keselamatan keamanan serta kenyamanan pengunjung yang datang  berlibur,” katanya, Minggu (19/5/2019).

Selain standar keamanan, maka tak kalah penting yang perlu diperhatikan oleh pengelola wisata adalah menyangkut kondisi cuaca. Sebut saja jika cuaca tidak mendukung, maka sebaiknya pengelola wisata menutup atau menghentikan sementara kegiatan wisata yang beresiko.

“Faktor cuaca yang tak menentu, tentu akan berpengaruh, terutama wisata susur  sungai. Hal ini patut juga menjadi perhatian adalah ketersediaan alat keselamatan bagi pengunjung,”jelas Mukarramah.

Selain hal-hal itu, politikus ini mendorong agar pengelola wisata selalu mengingatkan para wisatawan atau pengunjung untuk peka dengan perubahan cuaca. Dimana, setidaknya setiap pengunjung mampu bertindak untuk tetap bisa saling menjaga keselamatan satu dan yang lainnya.

Selebihnya ia juga mengingatkan para pengelola wisata agar menjelang atau memasuki libur lebaran tahun ini menyiapkan hal-hal penting terkait sarpras standar keselamatan.

“Libur lebaran pasti ada lonjakan pengunjung di sejumlah lokasi wisata di Palangka Raya. Oleh sebab itu kewaspadaan mencegah  kecelakaan  harus ditingkatkan,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1)

Program TORA di Kelurahan Bukit Tunggal Capai 4000 Usulan

MEDIA CENTER,Palangka Raya – Sebagaimana diketahui Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat kuota pelepasan kawasan hutan menjadi Area Peruntukkan Lain (APL) seluas 15.300 hektar dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Untuk Kota Palangka Raya program Tora ini mendapat antusias. Terlihat dari banyaknya pengajuan atau usulan masyarakat yang ada disetiap kelurahan di kota tersebut. 

Salah satunya di Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya, dimana menurut M. Heri Fauzi yang merupakan Lurah Bukit Tunggal, masyarakat diwilayahnya itu begitu bersemangat mengikuti program Tora, dengan harapan lahan atau tanah yang diajukan dapat diinventarisasi maupun diverifikasi guna mendapatkan peningkatkan status hak atas tanah atau sertifikat.

“Untuk Kelurahan Bukit Tunggal, setidaknya hampir mencapai 4000 parsil tanah yang diusulkan masyarakat. Terhitung sejak bergulirnya program Tora ini,” sebutnya, Minggu (19/5/2019).

Meski Heri, tidak menyebutkan secara persis berapa banyak jatah kuota atau parsil tanah dari program Tora ini di kelurahannya, namun yang pasti kata dia masyarakat antusias mengusulkan lahannya. 

Namun demikian ingat dia,  usulan-usulan yang sudah diajukan masyarakat pada program Tora tersebut, tetap harus melalui pengecekan  yang dilakukan Tim Inventarisasi dan Verifikasi (Inver) yang merupakan kepanjangan tangan dari KLHK.

“Sebelum bisa memiliki sertifikat tanahnya, maka harus melalui pengecekan dan kecocokan data dari usulan dengan kondisi di lapangan. Seperti data koordinat dan lain-lain,” tandasnya. (MC. Isen Mulang.1)

Edukasi Pentingnya Bayar Pajak

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Guna meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, maka diperlukan penguatan edukasi.

“Selain melalui sosialisasi dan himbauan, maka edukasi penting diberikan kepada masyarakat untuk sadar bayar pajak,” ungkap Sekretaris Komisi B DPRD Palangka Raya, Alfian Batnakanti.

Menurutnya, salah satu penyebab kurangnya ketaatan dalam membayar pajak, lebih dikarenakan tidak adanya dorongan kuat yang dilakukan pemerintah untuk membangkitkan kesadaran dan kewajiban masyarakat secara individu dalam membayar pajak.

Memang kata dia, untuk Pemerintah Kota Palangka Raya itu sendiri sudah ada upaya melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran serta patuh dalam membayar pajak. 

Namun demikian kilahnya,  jika kesadaran itu belum dicapai secara maksimal, maka ada baiknya diperlukan edukasi mendalam terkait kewajiban membayar pajak.

“Edukasi ini bisa dilakukan melalui pertemuan di kelurahan atau kecamatan dengan mengundang unsur masyarakat. Sehingga manfaat pajak tersampaikan,” cetusnya, Minggu (19/5/2019).

Dalam bagian lain tambah Alfian, untuk membangun kesadaran taat membayar pajak ini, selain penguatan edukasi, namun diperlukan pula action nyata dalam  memperkuat penerimaan pajak. Salah satunya  instansi terkait bisa membuka pelayanan pajak kepada masyarakat di berbagai tempat Bisa dilakukan dengan pelayanan pajak menggunakan mobil keliling, kantor kecamatan, dan pusat perbelanjaan. (MC. Isen Mulang.1)

Tiga Langkah Perkuat Antisipasi Lonjakan Harga Komoditas

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Setidaknya tiga langkah strategis telah dimatangkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, dalam mengatasi lonjakan harga bahan pokok. 

“Tiga langkah tersebut diantaranya, dibukanya pasar penyeimbang, operasi pasar, pemantauan harga serta pasokan stok barang dipasaran,” ungkap Walikota Palangka Raya Fairid Naparin, Sabtu (18/5/2019).

Walikota Palangka Raya berusia muda inipun meyakini jika tiga langkah strategis tersebut efektif untuk mengatasi permasalahan kenaikan harga bahan pokok selama pelaksanaan Ramadan hingga hingga hari raya Idulfitri 1440 Hijriyah. 

Meski harus diakui kata dia, daya beli masyarakat saat ini semakin tinggi, terlebih menjelang lebaran nantinya. Namun begitu, jika tiga langkah strategis tersebut mampu dilakukan secara konsisten, maka upaya pengendalian harga setidaknya mampu diimbangi.

“Seperti manfaat memperketat pengawasan di pasaran, dimana beberapa waktu lalu harga bawang merah dan bawang putih sempat melonjak. Namun sudah teratasi dengan penambhan suplai, hingga harganya mulai menurun,” ujarnya.

Disisi lain, mantan Ketua KNPI  Kalteng ini juga menghimbau, agar masyarakat  tidak membeli barang secara berlebihan, namun hanya perlu menyedikan kebutuhan bahan pokok yang sesuai dengan kebutuhan dan disediakan secara terukur. 

“Beli komoditas  sesuai dengan kebutuhan saja dan mesti terukur. Sehingga semunya tetap stabil. Kalau melebihi kebutuhan, nantinya tidak terkonsumsi dengan baik,” tandasnya.

Selebihnya Fairid  berpesan agar tidak ada tindakan yang bisa memanfaatkan momen puasa Ramadan maupun menjelang idulfitri untuk menimbun bahan pokok atau membeli  komoditas dalam jumlah banyak, karena bisa menyebabkan kelangkaan. (MC. Isen Mulang.1)

Sekda: Pemko Komitmen dalam Pembangunan Bidang Kesehatan

MEDIA CENTER, Palangka  Raya – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu menekankan, jika pemerintah kota (Pemko), hingga saat ini terus komitmen dalam pelayanan dan pemenuhan hak masyarakat, terutama terkait kesehatan.

“Komitmen itu berupa langkah konkret dalam bidang kesehatan, yakni memiliki rumah sakit sendiri dan terus membangun kerjasama dengan pihak lain,” ungkapnya,  Sabtu (18/5/2019).

Dalam bentuk kerjasama kata dia, salah satunya melalui penguatan program pemerintah, yakni Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang terintegrasi pada program BPJS Kesehatan.

Selain  dalam penguatan program tersebut, maka program di bidang kesehatan lainnya juga terus dijalankan Pemko Palangka Raya, antara lain mendorong masyarakat untuk dapat menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). 

“Komitmen dalam pembangunan bidang kesehatan sudah ada dalam dokumen RPJMD Kota Palangka Raya 2018-2023 misi ke dua yakni masyarakat cerdas meliputi  pengembangan kesehatan,  pendidikan, kepemudaan,  layanan publik, kerukunan dan keamanan” sebut Hera.

Selebihnya mantan Kepala Bappeda Kota Palangka Raya  ini menyampaikan, intinya pemerintah selalu ingin masyarakat hidup sehat.” Maka itu progam maupun informasi untuk mewujudkan masyarakat “Kota Cantik” lebih sadar akan kesehatan harus terus dilakukan,” tandasnya. (MC. Isen Mulang.1)

Berbuka Puasa Bersama dalam Merajut Kebersamaan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Berbuka puasa bersama (bukber) menjadi sarana yang tepat untuk menyatukan kembali rasa kebersamaan antar elemen masyarakat. Terlebih ditengah perbedaan  pasca pelaksanaan Pemilu 2019 lalu. 

“Lewat momen Ramadan ini kita menyatukan kembali pemikiran bersama semua elemen, untuk kembali menghilangkan rasa perbedaaan, terutama usai pelaksanaan Pemilu 2019 yang lalu,” ungkap Lurah Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya, M. Heri Fauzi, usai acara buka puasa bersama di aula Kelurahan Bukit Tunggal, Sabtu (18/5/2019).

Menurut Heri, pada saat pemilu lalu tentu akan ada perbedaan. Baik perbedaan soal pilihan pemimpin maupun perbedaan pandangan politik lainnya. Karena itu moment puasa Ramadan ini kata dia, bisa menyatukan semua pemikiran kearah yang sama, yakni pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui bukber ini, kita haturkan rasa syukur atas berjalannya proses tahapan pemilu. Terimakasih kepada para petugasnya terutama PPS,TNI dan Polri yang telah mengawalnya pemilu dengan baik,” tuturnya.

Adapun  buka puasa di Kelurahan Bukit Tunggal ini, selain dihadiri internal  keluarga besar Kelurahan Bukit Tunggal, juga dihadiri Bhabinkamtibmas, Babinsa, RT, RW, PKK, LKK, TSAK dan PPS kelurahan setempat.

Buka puasa ini diisi ceramah dari ustadz H. Normuslim, yang dalam ceramahnya, mengingatkan pentingnya memaknai hikmah puasa. Baik untuk menahan makan dan minum sampai ibadah memperkuat diri untuk mengendalikan hawa nafsu.

“Hikmah utama dari puasa adalah pengendalian hawa nafsu. Maaf ya,  untuk kawan kawan yang merokok pasti habis berbuka dua batang tiga batang rokok,” candanya.

Terpenting hikmah puasa tahun ini  kata Normuslin, menjadi jalan untuk menyatukan kembali pemikiran bersama dalam membangun keutuhan umat. (MC. Isen Mulang.1)