Air Mancur Taman Pasuk Kameloh Palangka Raya Kian Mempesona

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus menata sejumlah taman-taman kota yang telah terbangun, sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga “Kota Cantik” Palangka Raya. 

Seperti halnya Taman Pasuk Kameloh dibilangan Jalan S. Parman (kawasan Jembatan Kahayan), tampak kian menjadi alternatif pilihan untuk wisata keluarga.

Terlebih sekitar taman itu telah selesai dibangun sebuah Masjid, serta penempatan patung Burung Tingang. Dan kini disusul lagi fasilitas penunjang taman lainnya, yakni air mancur yang kian menambah pesona taman Pasuk Kameloh.

Andris salah seorang pengunjung  taman Pasuk Kameloh menuturkan, dirinya bersama anak-anak sangat senang berkunjug ke taman yang ada di Palangka Raya, salah satunya ke taman Pasuk Kameloh tersebut. 

“Taman ini cukup lengkap fasilitas yang dimiliki,  sudah ada Masjid mini, serta fasilitas lainya yang paling baru seperti air mancur yang bila pada malam hari airnya terlihat berwarna warni,” tuturnya, Minggu (30/12/2018).

Memang, dari pantauan jelas terlihat fasilitas taman berupa air mancur tersebut mampu mengundang daya tarik tersendiri bagi warga Palangka Raya. Bahkan sejak libur Natal hingga menjelang akhir tahun,  warga terlihat memenuhi kawasan taman untuk melihat secara langsung keberadaan fasilitas baru, berupa air mancur itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Norma Hikmah sebelumnya mengatakan, keberadaan taman yang dibangun selama ini telah menjadi kebanggaan masyarakat Palangka Raya, terutama pada saat hari Minggu, terlebih pada musim liburan anak sekolah. 

“Memang dari pantauan kami, selain beberapa obyek wisata di Palangka Raya yang terus menjadi pilihan warga saat liburan, maka keberadaan sejumlah taman telah menjadi alternatif untuk wisata keluarga,”ungkapnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Jelang Akhir Tahun Toko Emas di Palangka Raya Diserbu Warga

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemandangan seperti biasanya, dimana sebelum pergantian tahun warga Kota Palangka Raya selalu memadati sejumlah pasar sentra tradisional, seperti Pasar Besar Palangka Raya.

Pantauan awak Media Center Palangka Raya, terutama sehari sebelum pergantian akhir tahun, Senin (31/12/2018), terlihat warga tengah membeli berbagai kebutuhan untuk persiapan menyambut pergantian tahun bersama keluarga. 

Seperti makanan dan minuman, lauk pauk antara lain ikan sungai,  ayam potong,  daging sapi hingga komoditas jagung dimana kesemua bahan pangan tersebut akan dihidangkan menjelang detik-detik pergantian tahun. 

Selain soal menyiapkan bahan pangan, maka yang menjadi kebiasaan menjelang pergantian tahun adalah warga juga terlihat memadati  toko-toko emas untuk membeli perhiasan ataupun menjual kembali perhiasan.

Bagi warga yang membeli perhiasan, tentu tidak lain ingin tampil “kinclong” manakala berkumpul bersama keluarganya. Sedangkan bagi mereka yang menjual kembali perhiasannya, tentu juga ada alasan lain.

“Saya jual perhiasan ini sudah diniatkan, karena mau buat acara syukuran bersama keluarga dimana pergantian tahun ini banyak yang datang dari luar Palangka Raya untuk menghabiskan malam akhir tahun,” tutur Yana, usai menjual perhiasannya kesalah satu toko emas, di Palangka Raya.

Kata dia, kebiasaan berkumpul bersama keluarga sudah menjadi tradisi setiap menyambut pergantian tahun, dimana disela acara kumpul itu selalu diselingi dengan kegiatan bakar-bakar lauk pauk, daging maupun jagung yang kemudian disantap bersama.

“Maka itu diperlukan dana khusus untuk membeli segala macam menu untuk acara malam pergantian tahun,” tutur Yana. 

Lain halnya dengan Elis, warga Palangka Raya lainnya yang mengaku sudah menjadi kebiasaan setiap menjelang akhir tahun ia membeli emas, berupa cincin, gelang dan kalung serta anting, dengan alasan sebagai simpanan, karena banyak juga yang menjual sehingga harga beli sedikit miring. 

“Buat jaga-jaga di tahun depan, bila lagi seret rezeki kan bisa dijual,” kelakarnya. 

Dalam pemandangan lainnya, para penyedia jasa sepuh emas (pembersih emas) juga terlihat kecipratan rezeki, manakala warga banyak yang memoles agar perhiasannya tampil beda saat menyambut pergantian tahun. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Penjual Jagung di Palangka Ramai Menjelang Pergantian Tahun

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana menjelang pergantian tahun, maka kehadiran para penjual jagung di Kota Palangka Raya marak.

Para penjual jagung musiman ini ramai terlihat diantaranya di kawasan Jalan Yos Sudarso, Jalan Diponegoro, RTA Milono, Jalan Tjilik Riwut dan Jalan G.Obos serta kawasan jalan lainnya di Palangka Raya. 

Ramainya penjual jagung ini tentu bukanlah tanpa alasan,  mengingat kebutuhan akan jagung sangat spesial atau memiliki nilai tersendiri serta menjadi menu favorit  bagi warga untuk menggelar acara bakar bakaran atau barbeque saat menyambut malam pergantian tahun bersama kerabat atau teman-teman. 

Imah salah satu penjual jagung dadakan di kawasan G. Obos mengaku,  jagung yang ia jual di dapat dari hasil petani kebun jagung yang ada di Kelurahan Kalampangan dan sebagian di Kawasan Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya.

“Untuk seikat jagung muda (isi 10 jagung), harga bervariasi mulai dari 25 sampai 35 tergantung besar kecilnya jagung,” sebutnya, Senin (31/12/2018).

Kata Imah, usaha menjual jagung tersebut sudah iya lakoni setiap pergantian tahun. 

“Untuk keuntungan, ya lumayan mas. Hitung-hitung rezeki akhir tahun,” ucapnya, tanpa merincikan besarnya keuntungan yang dimaksud.

Juga penjual jagung Susilowati juga warga kelurahan Kalampangan, dari beberapa hari menawarkan jagung melalui group-group whatsApp yang ada di hand phonenya dan jagung tersebut hasil panen yang ditanam sendiri oleh keluarganya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Ikan Patin dan Nila Pilihan Barbeque Jelang Pergantian Tahun

MEDIA CENTER, Palangka Raya -Tidak bisa dipungkiri, malam pergantian tahun bagi sebagian besar masyarakat adalah momen yang tepat untuk berkumpul dengan orang-orang terdekat, kerabat maupun teman-teman.

Pilihan berkumpul bersama dirumah memang lebih baik dari pada ikut menyaksikan keramaian atau konvoi kendaraan yang menyebabkan kemacetan di jalan raya.

Pun begitu, pilihan berkumpul dengan keluarga di rumah tidaklah cukup tanpa diselingi acara makan bersama yang diawali dengan barbeque alias bakar-bakaran menu hidangan. 

Hidangan menu yang spesial tentu diharapkan setiap warga. Hanya saja di tengah harga komoditas daging ayam potong dan daging sapi melambung tinggi, maka harus ada alternatif komoditas lain penggantinya yang tak kalah spesial.

Nah, alternatif menu untuk acara bakar-bakaran bagi warga Palangka Raya yang cukup murah dijangkau salah satunya adalah ikan air sungai dan kolam atau tambak, antara lain jenis ikan Patin maupun ikan Nila.

Seperti pada Senin (31/12/2018) pagi, penjual ikan di pasaran tradisional Palangka Raya ketiban rezeki, karena banyak warga yang membeli ikan untuk persiapan menyambut malam tahun baru. 

Cici salah satu pembeli mengaku,  ia lebih memilih membeli ikan air kolam dibanding membeli daging ayam potong ataupun daging sapi, mengingat kedua jenis daging tersebut harganya sedang mengalami kenaikan drastis. 

Disebutkan, harga ayam potong kini berada pada kisaran Rp45 ribu per kg. Sementara untuk harga daging sapi potong sudah mencapai harga Rp 120 ribu per kg.

“Jadi lebih baik membeli ikan patin hanya Rp 30 ribu per kg, sedangkan Nila Rp35 ribu per kg,” tandasnya. 

Menurutnya, acara bakar bakaran ikan juga tak kalah spesialnya untuk menyambut pergantian tahun dalam sebuah keluarga. 

“Lebih menyenangkan apabila semua bisa berkumpul dan  memasak atau membakar ikannya bersama-sama,”tutup Cici. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Pisah Sambut Terkonsentrasi di Bundaran Besar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Konsep kegiatan pisah sambut tahun 2018 ke 2019 akan dipusatkan di area Bundaran Besar Kota Palangka Raya berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, DAD Kalteng, Polda Kalteng dan Korem 102 Panju Panjung. Konsep ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Rojikinnor, Kamis (27/12/2018) di aula Peteng Karuhei II Kota Palangka Raya.

Selanjutnya Rojikinnor sampaikan bahwa kegiatan pisah sambut tahun 2018 ke 2019 akan berlangsung selama dua hari, terhitung mulai tanggal 30 dan 31 Desember 2018. Acara pisah sambut akan diisi sejumlah kegiatan malam kesenian dan hiburan rakyat, pada tanggal 30 Desember 2018 akan dimeriahkan oleh artis ibukota Tiwi T2 serta untuk acara puncak yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Desember 2018, juga akan mengundang grup band Superman Is Dead (SID).

Pada acara puncak tersebut juga diisi dengan acara makan pulut gratis (makan ketan) yang disediakan oleh SOPD pemkot Palangka Raya dan rencananya akan diikuti juga oleh SOPD provinsi Kalimantan Tengah yang akan dibagikan kepada masyarakat yang datang menghadiri malam pisah sambut.

Sedangkan penutupan ruas jalan juga akan diberlakukan terhitung tanggal 31 Desember 2018, beberapa ruas jalan yang akan terkena penutupan jalur antara lain pertigaan Jl. Tjilik Riwut – Jl. Arut, pertigaan Piere Tendean, pertigaan Katamso, Jl. Panjaitan, dan sejumlah ruas jalan lainnya sekitar Bundaran Besar.

Kantong-kantong parkir juga akan disiapkan untuk mendukung kelancaran acara pisah sambut tahun 2018 ke 2019. Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Eldy, menyampaikan pihaknya telah melakukan persiapan dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait dalam rangka persiapan kantong-kantong parkir, untuk parkir VIP, di halaman Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Jl. Tjilik Riwut-Jl. Piere Tendean, dan Jl. DI. Panjaitan. 

Wakil Walikota Palangka Raya Umi Mastikah juga menyampaikan, bahwa untuk memantapkan jalannnya kegiatan pisah sambut, diperlukan koordinasi lebih lanjut serta perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat terkait penutupan jalur melalui media, baik media sosial atau media massa. (MC. Isen Mulang/nai/engga)

Pemko Palangka Raya Sediakan Tempat Khusus Pedagang Trompet

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sudah menjadi tradisi menjelang pergantian tahun, kawasan Bundaran Besar Palangka Raya selalu menjadi pilihan bagi para pedagang untuk menjajakan terompet dan kembang api. 

Akan tetapi untuk tahun ini para pedagang musiman ini tidak lagi bisa menghiasi jualan terompet maupun kembang api di kawasan bundaran besar tersebut. Pasalnya, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memberikan larangan bagi pedagang agar tidak membuka lapak di kawasan bundaran. 

“Secara umum kawasan bundaran besar harus steril. Sesuai Dasar hukumnya Perda Kota Palangka Raya Nomor 4 tahun 2013 tentang Pedagang Kreayif Lapangan (PKL), “ungkap Kepala Satpol PP Palangka Raya Benhur Pangaribuan melalui Kabid Bimbingan Kemasyarakatan (Bimmas) Martin Sihombing, Kamis  (27/12/2018).

Dijelaskan, dalam perda tersebut salah satunya mengatur, bahwa pedagang dilarang berjualan di atas bahu jalan, trotoar dan drainase. Salah satunya diseputaran bundaran besar.

“Maka itu untuk tahun ini pedagang yang terlanjur berdagang di bundaran besar, kami minta mereka pindah,” tegasnya. 

Pun begitu lanjut Martin meski dilarang, namun Pemko Palangka Raya tetap melihat segi sosial dan kemanusiaan. Dimana pemko memperbolehkan para pedagang terompet dan kembang api itu untuk berjualan namun di sepanjang jalan yos Sudarso. 

“Mulai dari depan Sekretariat Media Center Isen Mulang dan kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi sepanjang jalur, tersebut” terangnya.

Kebijakan itu tambah dia juga memiliki batas waktu, lahan yang disediakan untuk berjualan juga di himbau harus bersih di tanggal 2 Januari 2019, tahun depan.

“Jadi diperbolehkan hingga selesai perayaan tutup tahun. Tanggal 2 Desember 2019 lokasi harus sudah bersih. Perlu diketahui para pedagang ini tidak dikenakan retribusi, karena masuk dalam golongan pedagang musiman,” tutup Martin. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Dalam Sehari DPRD Kota Palangka Raya Adakan Dua Rapat Paripurna

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Akhir tahun 2018 menjadi waktu yang paling sibuk bagi anggota DPRD Kota Palangka Raya untuk melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat.

Bagaimana tidak, dalam satu hari, Kamis (27/12/2018) siang mulai pukul 14.30 WIB, anggota DPRD Kota Palangka Raya harus mengadakan dua rapat paripurna sekaligus.

Pertama, rapat paripurna dengan agenda laporan Bapemperda DPRD Kota Palangka Raya tentang Hasil Pembahasan Rancangan Awal PRJMD 2018-2023, Laporan Badan Anggaran DPRD Kota Palangka Raya tentang Penetapan Penyempurnaan Hasil Evaluasi Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah Terhadap Raperda APBD 2019 dan Panjabaran APBD 2019 oleh Walikota Palangka Raya Terhadap APBD 2019.

Kemudian Penyampaian Laporan Tim Pelapor Panitia Khusus I, II, dan III 
Terhadap Pembahasan Dua Raperda Inisiatif DPRD Kota Palangka Raya dan satu Raperda Pemerintah Kota Palangka Raya Terhadap Pendapat Akhir Fraksi Pendukung DPRD Kota Palangka Raya.

Rapat paripurna pertama ini ditutup dan dalam beberapa menit kemudian dilanjutkan dengan rapat paripurna kedua sekitar pukul 16.45 WIB dengan agenda penutup masa sidang III tahun sidang 2018. 

Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Ida Ayu Nia Anggraini ini juga dihadiri langsung oleh Walikota Palangka Raya Fairid Naparin dan Wakil Walikota Palangka Raya Umi Mastikah. (MC. Isen Mulang/engga)

Palangka Raya Dapat Kucuran Rp11 Miliar Untuk Dana Kelurahan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Mulai 2019 pemerintah akan mengucurkan dana untuk kelurahan. Kota Palangka Raya salah satu daerah yang juga mendapatkan kucuran dana kelurahan.

Kepala Bappeda Kota Palangka Raya, Akhmad Fordiansyah mengatakan Kota Palangka Raya mendapatkan kucuran dana Rp11 miliar. Dana sebesar ini akan dibagi untuk 30 kelurahan.

“Dana kelurahan ini dimasukan melalui pos anggaran dana alokasi khusus (DAK) 2019,” ungkap Fordiansyah sesaat sebelum mengikuti rapat paripurna DPRD Kota Palangka Raya, Kamis (27/12/2018).

Hanya saja Fordiansyah belum mau banyak bicara soal penggunaan dana kelurahan ini untuk apa saja, karena sampai saat ini pemerintah daerah belum mendapatkan petunjuk teknisnya.

“Begitu juga soal besaran untuk setiap kelurahan belum kita tahu, karena kami belum dapat Juklak dan Juknisnya dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Tetapi menurut informasi yang didapat Fordiansyah dari walikota jika besaran dana yang akan diterima oleh kelurahan berbeda dan tergantung dengan jumlah penduduknya.

“Menurut walikota saat mengikuti rakor di Jakarta, kalau untuk kelurahan bakal dapat dana antara Rp250 juta sampai Rp300 juta,” sebutnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Ibadah Malam Natal, Gereja di Palangka Raya Dipadati Umat Nasrani

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pada Malam Natal yang lalu, Gereja di Kota Palangka Raya dipadati umat Kristiani, guna melaksanakan ibadah malam Natal.

Dari pantauan awak Media Center Isen Mulang Palangka Raya, beberapa Gereja tampak membuat tenda di luar untuk menampung para jemaat.

Seperti ibadah malam Natal yang digelar di Gereja Pangarinah Jalan Teuku Umar Palangka Raya pada Selasa, (24/12/2018), pihak gereja membuat tenda tambahan disamping kiri dan kanan halaman Gereja. 

Pun demikian, ibadah malam Natal saat itu berlangsung khidmat dan dipadati oleh jemaat nasrani. Tidak hanya jemaat yang berada disekitar dilingkungan Gereja Pangarinah, tetapi juga jemaat nasrani yang datang dari kawasan lainnya di Palangka Raya.

Adapun pada pelaksanaan acara perayaan Natal dan lilin Natal di Gereja Pangarinah menghadirkan Pendeta Yusef Kung dan Pendeta Marco Mahin. Natal tahun ini mengusung tema “Hiduplah berpusat pada Yesus Kristus Sang Hikmat Sejati”.

Pendeta Yusef Kung  berpesan kepada ribuan Jemaat agar manakala menghadapi berbagai permasalahan hidup, tantangan dan cobaan, harus selalu berpusat pada Yesus Kristus karena semua selalu ada hikmat dibalik semua itu. 

“Yesus Kristus akan membawa hikmat bagi manusia, karena hikmat semuanya datang dari kehendak Tuhan Yesus,” ingatnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)