Gubernur Kalteng Berangkatkan 60 Orang ke Yerusalem

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Janji Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran yang akan memberangkatkan para juara lomba Pesta Paduan Suara Grejawi (Pesparawi) untuk mengikuti perjalanan wisata rohani ke Yerusalem akhirnya direalisasikan.

Gubernur memberangkatkan 60 orang ke Yerusalem. Mereka diberangkatkan Rabu (12/12/2018). Umat Nasrani yang beruntung mendapatkan kado perjalanan suci ini selain para juara Pesparawi juga dari para pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi (LPP) Kota Palangka Raya dan Provinsi Kalteng.

Ke-60 orang tersebut terdiri 50 tim Pesparawi Kota Palangka Raya yang berhasil meraih juara umum Pesparawi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah XVII dan 10 orang lainnya merupakan pendamping.

Perjalanan wisata rohani ini juga didampingi oleh Ketua LPP Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Palangka Raya.

Aratuni menjelaskan dari 60 orang rombongan perjalanan wisata rohani ke Yerusalem ini juga diikuti 7 orang yang bergabung dalam rombongan, sehingga totalnya 67 orang dari Kalimantan Tengah, namun ke-7 orang tersebut berbiaya sendiri.

“Perjalanan wisata rohani ini akan berlangsung selama 9 hari. Berangkat pukul 03.00 WIB, Kamis (13/12/2018) dari Jakarta dan balik pada 20 Desember 2018 sudah tiba di Palangka Raya,” tulis Aratuni, Rabu (12/12/2018).

Rute perjalanan rohani ini dari Jakarta – Aman – Jordania – Israel – Palestina – Aman – Jakarta – Palangka Raya. Aratuni mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah yang telah memberangkatkan para juara Pesparawi tingkat provinsi ke Yerusalem. (MC. Isen Mulang/engga)

Lapas Palangka Raya Rayakan Natal Bersama Warga Binaan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya menggelar ibadah sekaligus perayaan Natal, Rabu (12/12/2018).

Kegiatan ibadah dan perayaan Natal ini digelar bersama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palangka Raya dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palangka Raya.

Hadir pada kegiatan itu ratusan warga binaan, keluarga dan sejumlah pejabat lainnya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah, Anthonius Matius Ayorbaba yang tidak lama lagi berpindah tugas sebagai Kepala Kanwil Kemenkumham Papua Barat, langsung hadir.

Turut hadir Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar. Dalam hal ini AKBP Timbul sekaligus berperan sebagai pengkhotbah. Kegiatan ini sempat diguyur hujan. Namun pelaksanaan ibadah dan perayaan tetap berjalan khidmat.

Dalam kesempatan itu rombongan Polres Palangka Raya juga menampilkan paduan suara. “Ini luar biasa sekali karena dihadiri Kapolres. Kita berharap sinergitas ini terus terjalin dengan baik,” kata Anthonius.

“Kehadiran Yesus Kristus harus jadi introspeksi diri untuk tidak melihat masa lalu. Tapi, lihat masa sekarang dalam Lapas sehingga ke depan warga binaan bisa mandiri,” tutup Anthonius. (MC. Isen Mulang/engga)

Panitia Natal PWI Kalteng Kunjungi Yayasan JAM Untuk Berbagi Kasih

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Yayasan Joint Adulam Ministry (JAM) yang beralamatkan di Jalan Tjilik Riwut Km 18, Kota Palangka Raya saat ini menangani 17 pasien gangguan kejiwaan, namun sebagiannya sudah mulai membaik.

Ketua Yayasan JAM, Charles M Hamun mengatakan jumlah tersebut terdiri atas 7 laki-laki dan 10 perempuan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kalteng. 

Mereka juga ada yang memang ditemukan di jalanan diantar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) maupun dijemput langsung.

“Yayasan ini sudah 15 tahun berdiri, yang dahulunya selama dua tahun berada di Jalan RTA Milono. Sampai sekarang kita sudah menangani 460 pasien dan saat ini sisa 17,” kata Charles saat menerima kunjungan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah, Rabu (12/12/2018).

Sebagian besar pasien sudah dikembalikan ke keluarganya, Namun proses pengembalian tidaklah semudah apa yang dibayangkan. Bahkan hal itu menjadi kendala utama mereka agar pasien yang sudah sembuh bisa berkumpul di tengah masyarakat.

“Karena rata-rata mereka tidak diterima. Jadi kendala kita cuma proses pemulangan,” ucap Charles yang juga mantan Sekda Kota Palangka Raya ini.

Selanjutnya dari 17 orang sisanya itu ada satu laki-laki yang memang sejak awal sampai saat ini berada di yayasan ini. Sebelumnya dia sebagai pensiunan PNS.

Namun karena ditinggal istri dan anaknya, dia tidak kuat menahan seorang diri hingga mengalami gangguan kejiwaan.

Dalam menangani pasien yang terkena gangguan kejiwaan, Charles bersama istri, Martha Mariamun dan anaknya yang melakukan pembinaan lebih mengutamakan kesabaran.

Kemudian mengedepankan disiplin tingkat tinggi dan harus beraktivitas. “Minimal mencabut rumput. Kita juga ada ternak. Jadi harus ada aktivitas. Harus ada geraknya,” tuturnya.

Terkait kedatangan PWI Kalteng, Charles mengucapkan terima kasih karena mendapat perhatian. Sementara itu Ketua Panitia Natal PWI Kalteng, Vivin mengatakan kedatangannya ke yayasan ini untuk berbagi kasih. Hal itu juga diamini Plt Ketua PWI Kalteng, Ririn Sadagori H Binti. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Palangka Raya Kunjungan Kerja ke Banjarbaru

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin bersama Wakilnya Umi Mastikah melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (12/12/2018).

Kunjungan kerja ini juga diikuti Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Rojikinnor dan Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit Karyawan Yunianto serta pejabat SOPD.

Kunjungan kerja ke daerah yang disambut Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani ini dalam rangka untuk belajar soal perekonomian dan pariwisata.

Menurut Fairid, antara Kota Banjarbaru dengan Kota Palangka Raya memiliki kesamaan yakni yang merupakan ibukota provinsi, sehingga dalam membangun kota pun juga tidak jauh beda.

Karena itu perlu digali tentang keunggulan Kota Banjarbaru, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan sektor lainnya.

Fairid mengharapkan melalui kunjungan kerja ini ada hasil yang bisa ditiru dari Banjarbaru dan diimplementasikan di Kota Palangka Raya dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD. (MC. Isen Mulang/engga)

Ada Prosedur yang Harus Dilakukan Sebelum Fogging Massal

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Mukarramah mengatakan untuk melakukan fogging massal di pemukiman masyarakat tidak sembarangan. 

Tetapi ada syarat yang harus dipenuhi sebelum menyemprotkan asap beracun yang berefek pada serangga, khususnya nyamuk aides agepty.

Prosedur yang harus diperhatikan adalah memastikan keamanan, kesehatan, dan efek yang timbul setelah dilakukan fogging. Jadi tidak asal fogging.

Syarat lainnya harus ada petugas kesehatan yang mensosialisasikan tentang safety fogging yakni memasukkan pakaian ke dalam lemari dan tertutup.

Kemudian menyimpan bahan pokok makanan di tempat tertutup atau ke kulkas dan mengemas peralatan makan atau barang yang sering digunakan agar tidak terpapar asap.

Selain itu saat fogging berlangsung, warga harus menggunakan masker atau ada petugas yang mengkordinasi masyarakat untuk menjauh sampai batas aman yang tidak terpapar asap. 

“Yang penting anak kecil jangan sampai terpapar asap. Bila prosedur ini tidak diperhatikan, maka fogging yang dilakukan bukannya membunuh nyamuk, tetapi bisa membuat warga sakit,” tuturnya, Rabu (12/12/2018). (MC. Isen Mulang/engga)

Tantangan Atlet Palangka Raya Semakin Berat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sampai saat ini Kota Palangka Raya masih menjadi barometer pembinaan olahraga di Provinsi Kalimantan Tengah karena prestasinya.

Hal ini menurut Staf Ahli Walikota Palangka Raya, Supriyanto bisa dilihat dari hasil medali yang diraih para atlet dari berbagai kejuaraan di tingkat kota, provinsi, dan nasional.

Bahkan atlet Palangka Raya berhasil mempertahankan predikat juara umum di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara pada 2018.

“Meski sudah banyak hasil yang diraih, namun tantangan ke depan tidak akan surut. Sebab tantangan yang kita hadapi makin besar, karena atlet lawan yang semula berhasil dikalahkan akan terus memacu dan memperbaiki agar mampu meraih prestasi yang lebih baik,” ucap Supriyanto membacakan sambutan walikota diacara rapat anggota KONI Kota Palangka Raya, Rabu (12/12/2018).

Menurut Supriyanto para atlet dari daerah lain akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik dengan mengalahkan atlet Kota Palangka Raya. 

Menyadari hal itu semua maka pihaknya sependapat jika pembinaan atlet dalam rangka terus meraih prestasi harus dilakukan secara teratur, terencana, dan berkesinambungan.

Oleh karena itu diperlukan perencanaan dan strategi yang matang dalam pembinaan atlet berprestasi agar Kota Palangka Raya terus menunjukkan prestasinya di event tingkat provinsi dan nasional dan ini merupakan tugas berat bagi KONI Palangka Raya.

Maka guna meningkatkan prestasi atlet Kota Palangka Raya maka ke depannya perumusan rencana dan strategi pembinaan harus lebih baik dan maksimal lagi.

“Oleh karena itu semua peserta rapat sudah selayaknya memberikan kontribusi positif, sehingga mampu menghasilkan langkah kongkrit dalam pembinaan olahraga Kota Palangka Raya,” tandasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Bantuan Sumur Bor Kementerian ESDM di Kelurahan Palangka Diresmikan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Mengambil tempat di kawasan Pasar Kahayan Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya, sarana dan prasarana air bersih yaitu sumur bor yang merupakan bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), diresmikan.

Serah terima sekaligus peresmian sumur bor tersebut dilakukan oleh Asisten III Setda Kota Palangka Raya, Kandarani mewakili Walikota Palangka Raya Fairid Naparin. Sedangkan dari pihak kementerian diwakili Sekretaris Badan Penelitian Pengembangan Energi dan sumber Daya Manusia Kementerian ESDM, Yuli Rachwati, Rabu (12/12/2018).

Kandarani mengatakan,  Pemerintah Kota Palangka Raya mengapresiasi sekaligus  mengucapkan terimakasih kepada Kementerian ESDM yang telah memberikan bantuan berupa sumur bor bagi masyarakat Kota Palangka Raya, terkhusus bagi warga yang ada di Kelurahan Palangka.

“Adanya bantuan sumur bor ini, maka masyarakat diharap dapat menjaga, merawat serta bertanggungjawab sebagaimana tujuan dari peruntukan sarana dan prasarana tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Sekretaris Badan Penelitian Pengembangan Energi dan Sumber Daya Manusia Kementerian ESDM, Yuli Rachwati usai peresmian menyampaikan, saat ini masih banyak kebutuhan dari berbagain daerah terhadap keberadaan air bersih.

Sementara untuk tahun 2019 mendatang tambah Yuli, Pemerintah Kota Palangka Raya telah mengusulkan bantuan serupa. Yakni  pada sepuluh titik di sejumlah kelurahan yang ada.

“Setiap usulan akan ditindaklanjuiti. Nantinya akan ada tim yang melakukan survei dan pengkajian untuk memastikan kelayakan pembanguna sumur bor tersebut,” jelas Yuli.

Sejalan dengan itu Kementerian ESDM telah memprogramkan dalam setiap tahun adanya pengadaan sumur bor air bersih dengan sasaran untuk tahun 2018 telah dibangun sumur bor di 135 kabupaten/kota di Indonesia

“Rata-rata  fisik dari sarana dan prasarana sumur bor yang sudah diresmikan merata. Yakni dilengkapi dengan satu unit penampungan air yang mampu memuat  5000 liter bisa melayani 2.400 jiwa, serta  dilengkapi rumah genset,” sebutnya.

Untuk Kota Palangka Raya itu sendiri lanjut Yuli, setidaknya pada tahun 2018  ini ada dua titik sumur bor yang terpasang.
“Selain di kawasan Pasar Kahayan ini, maka satu titik sumur bor di bangun pada kawasan Kelurahan Kalampangan,” bebernya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Peran Tokoh Strategis Dalam Pembauran Kebangsaan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Kesbangpol Kota Palangka Raya, Januminro mengatakan, keberadaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) salah satunya memerlukan peran penting tokoh masyarakat,  tokoh agama dan tokoh adat. 

“Peran para tokoh ini sangat strategis dalam mendukung tujuan dari FPK, “ungkapnya saat memberikan stressing pada kegiatan sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) tingkat kecamatan se Kota Palangka Raya, di aula kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya, Rabu (12/12/2018).

Menurut Januminro,  tugas pokok FPK yang sudah terbentuk disetiap kecamatan di Kota Palangka Raya diharap mampu untuk menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan.

Selain itu FPK terus meningkatkan dialog, baik dengan pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka adat, suku dan masyarakat.

Selanjutnya FPK juga diharap bisa menggali dan melestarikan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, merumuskan kebijakan serta merumuskan rekomendasi kepada pimpinan daerah.

“Tak kalah penting pengurus FPK juga harus mampu merangkul banyak tokoh, baik tokoh masyarakat, agama, etnis. Ini untuk memperkuat integrasi antar masyarakat yang terdiri dari berbagai ras, suku dan etnis,” tuturnya. 

Dalam bagian lain tambah Januminro,  FPK juga berperan dalam memperkuat integrasi dalam keberagaman bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan dan perekonomian.

“Sosialisasi yang digelar ini merupakan pembekalan bagi para pengurus FPK tingkat kecamatan se Kota Palangka Raya untuk memperkuat fungsi serta tujuan untuk merangkul semua golongan maupun elemen masyarakat,” jelasnya.  (MC. Isen Mulang.1/engga)

Masyarakat Wajib Memiliki Wawasan dan Rasa Kebangsaan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Masyarakat bagian integral penting dalam memperkokoh suatu bangsa dan mewujudkan rasa kebangsaan. Namun tanpa harus menghilangkan identitas  ras, suku dan etnis masing-masing. Maka itulah masyarakat juga dituntut memahami wawasan dan rasa kebangsaan dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Walikota Palangka Raya, Renson sesaat sebelum membuka sosialisasi Forum  Pembauran Kebangsaan (FPK) tingkat kecamatan se Kota Palangka Raya, di Aula kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya, Rabu (12/12/2018).

Menurut Renson, FPK yang berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2016 dimana perlu diselenggarakan di daerah, merupakan bagian penting dalam membangun kerukunan nasional serta memperkokoh integrasi bangsa.

“Maka itu tugas dan kewajiban pemerintah daerah terkait dengan FPK ini adalah membina dan memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat terhadap kemungkinan timbulnya ancaman dan gangguan,” ungkapnya.

Selain itu lanjut dia, tugas pemerintah adalah menumbuhkembangkan keharmonisan, toleransi, saling pengertian, saling menghargai, menghormati dan pembina masyarakat dalam berbagai suku, ras dan etnis.

“Melalui sosialisasi ini pemko berharap, FPK dapat menumbuhkembangkan nilai kebersamaan dan solidaritas sosial tanpa memandang etnis dan golongan dan dapat mewujudkan masyarakat Kota Palangka Raya yang rukun, damai, harmonis serta bersatu padu dalam kebhinekaan,” tuturnya.

Adapun dalam kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri. kepala Kesbangpol Kota Palangka Raya, Januminro, unsur TNI, akademisi serta para pengurus FPK. Kegiatan juga dihadiri  para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat yang ada di Kota Palangka Raya. Sosialisasi yang digelar mengambil tajuk FPK mengokohkan persatuan dan kesatuan. (MC. Isen Mulang.1/engga)

KONI Palangka Raya Berikan Bonus Kepada Atlet Peraih Medali

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palangka Raya memberikan bonus kepada atlet peraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X di Muara Teweh 2018.

Secara simbolis bonus ini diserahkan Staf Ahli Walikota Palangka Raya, Supriyanto mewakili walikota diacara rapat anggota KONI di Nascar Family Hotel, Rabu (12/12/2018).

Hanya saja bonus atlet peraih medali ini tidak diberikan sekaligus, tetapi bertahap karena menyesuaikan kecukupan anggaran yang dimiliki KONI Kota Palangka Raya.

Ketua Harian KONI Kota Palangka Raya, Warda Rocky Marziano Dahan mengatakan bonus yang tahap ke-2 akan direalisasikan di triwulan I pada tahun anggaran 2019.

Warda mengatakan bonus yang diberikan untuk atlet peraih medali emas sebesar Rp5 juta, sedangkan untuk atlet beregu 5-8 orang diberikan Rp4 juta per orang.

Kemudian untuk atlet beregu 9-15 orang diberikan bonus Rp3 juta dan atlet beregu 16-22 orang diberikan bonus Rp2 juta. Selain atlet, pelatih juga mendapat bonus.

Bagi pelatih yang cabang olahraganya meraih medali emas mendapatkan bonus Rp3 juta, perak Rp2 juta, dan perunggu 1 juta. Bonus ini diberikan melalui rekening atlet. (MC. Isen Mulang/engga)