Pemko Palangka Raya Perkuat Sinergitas Dengan Pemprov Kalteng

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Fairid Naparin dan Wakilnya, Hj. Umi Mastikah tampaknya terus memperkuat sinergitas dengan Pemerintah Provinsi Kalteng.

Hal itu terlihat ketika Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran berbincang serius dengan Walikota Palangka Raya Fairid disuatu kesempatan di Istana Isen Mulang (rumah jabatan) gubernur, Sabtu (15/12/2018). 

“Sinergitas untuk membangun Kota Palangka Raya, terus kita upayakan, terutama melalui dukungan Pemerintah Provinsi Kalteng,” ungkap Fairid, usai bertandang ke rujab gubernur.

Menurutnya, upaya membangun sinergitas diperlukan dalam hal pembangunan kota dan perencanaan program kerja, termasuk koordinasi untuk mewujudkan visi dan misi demi masyarakat.

“Pemprov dan pemko memandang perlu, bahwa membangun Kota Palangka Raya, diperlukan koordinasi serta sinergitas yang berkesinambungan,” tambah Fairid lagi. 

Dikatakan, dengan adanya sinergitas yang maksimal,  maka akan mempermudah jalinan kerjasama antar instansi terkait yang ada di pemerintahan daerah.

“Ya, Gubernur Kalteng menekankan bahwa pemko harus terus memiliki kualitas dalam membangun kota, mensejahterakan masyarakat dan mewujudkan visi dan misi dalam kurun waktu lima tahun pemerintahan,”tutur Fairid. 

Karenanya tambah dia, untuk mewujudkan hal itu, maka diperlukan koordinasi yang baik dalam mewujudkan pembangunan. 

“Tetapi dari semua itu ada unsur penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan, yakni pentingnya masyarakat berpartisipasi, berjiwa gotong royong terhadap program pemerintah,” tutup Fairid. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Gerakan Sadar Buang Sampah Perlu Dioptimalkan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Walikota Palangka Raya Hj. Umi Mastikah mengajak, seluruh lapisan masyarakat , untuk lebih mengoptimalkan gerakan sadar buang sampah pada tempatnya. Hal itu mengingat kondisi wilayah “Kota Cantik” sedang mengalami wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Saya mengajak masyarakat untuk sadar pentingnya membuang sampah pada tempatnya, agar tidak ada lagi nyamuk yang mengakibatkan wabah DBD di kota ini,” tegasnya, Sabtu (15/12/2018).

Diakui Umi, pemerintah hingga kini masih sulit mengatasi permasalahan sampah, jika tidak didukung oleh masyarakat. 

“Mulai hal terkecil dalam keluarga, menunjukan masyarakat sadar bisa membantu menjaga lingkungan, sehingga tidak ada permasalahan yang timbul yang dapat merugikan banyak orang,”ujarnya. 

Mantan anggota DPRD Kota Palangka Raya inipun, mencontohkan sekaligus mengapresiasi upaya yang dilakukan warga dikawasan  destinasi wisata Air Hitam  di Kereng Bangkirai, yang kompak dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk kawasan sungai.

“Ini menunjukan warga sudah sadar buang sampah pada tempatnya. Komitmen untuk menjaga lingkungan yang bersih, harus dipertahankan,”ucapnya.

Dengan kawasan lingkungan yang bersih kata Umi, maka pola hidup bersih dan sehat akan dapat dirasakan. Lingkungan pun akan bebas dari penyebaran nyamuk dan penyakit lain karena lingkunganya terjaga bersih.

Ia pun berharap, jika sejauh ini masalah sampah dan pola pikir masyarakat yang masih sembarangan membuang sampah pada tempatnya harusnya ditinggalkan. 

“Saat ini musih hujan maka rentan terjadinya banjir akibat tak berfungsinya drainase karena tertutup tumpukan sampah. Ini harus dipahami agar gerakan sadar kebersihan memang penting,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Tiga Landasan Dasar Dua Raperda Inisiatif DPRD Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Sigit K Yunianto mengatakan, dua buah rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD yang telah diajukan saat paripurna akhir pekan lalu, telah memuat tiga landasan dasar

“Kedua Raperda yang diusulkan DPRD berdasarkan tiga landasan dasar dalam pembentukan produk hukum daerah. Yaitu secara filosofis, sosiologis dan yuridis,”jelasnya, Sabtu (16/12/2018).

Dalam bagian lain ungkap Sigit, kedua Raperda tersebut  dibentuk demi memenuhi kebutuhan masyarakat dan beberapa aspek dalam bernegara. Sehingga diharapkan produk hukum daerah ini nantinya bisa mengatasi permasalahan hukum dengan pertimbangan hukum yang sudah ada.

Disampaikan, kedua Raperda inisiatif DPRD yang telah diajukan tersebut, yakni Raperda Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit dan Raperda Kepemudaan. 

“Raperda BLUD didasarkan kepada kebutuhan rumah sakit dan puskesmas dalam mengelola keuangan secara mandiri, serta peningkatan pelayanan bagi masyarakat berupa penyediaan barang dan jasa tanpa mengutamakan keuntungan,” terangnya.

Sementara, tambah dia, untuk Raperda Kepemudaan dilandasi dari harapan untuk membangun jiwa kepemudaan yang berpartisipasi aktif dalam membangun daerah maupun negara yang dilandasi jiwa kebangsaan, Pancasila dan UUD 1945.

Oleh karenanya diharapkan dalam pembahasan selanjutnya Bapemperda di dalam Pansus DPRD Palangka Raya beserta pemerintah kota setempat,  dapat bersama menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik.

“Ini demi menghasilkan produk hukum yang tertuang didalam peraturan daerah,”ungkasnya.

Sebagaimana diketahui DPRD Kota Palangka Raya telah melaksanakan sidang paripurna dengan agenda penyampaian pidato Ketua DPRD tentang dua buah Raperda inisiatif DPRD. 

Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Sigit K Yunianto tersebut  dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya, Hj Umi Mastikah, Wakil Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Ida Ayu Nia Anggraeni serta jajaran OPD dan Forkopimda dilingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Stunting Tinggi, Indikator Masyarakat Kurang Sejahtera

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Plh Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasiaonal (BKKBN) Kalteng, Setiyawati Kusmawijaya mengatakan, suatu daerah atau kabupaten/kota bisa dikatakan sejahtera apabila masyarakatnya dalam kondisi berkecukupan, baik dari lapangan kerja, sarana dan prasarana umum dan kualitas hidup masyarakatnya. 

Untuk kualitas hidup masyarakat, maka daerah yang masih banyak memiliki angka stunting akan menjadi indikator bahwa masyarakatnya kurang sejahtera.

Stunting itu sendiri adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak.Yaitu pertumbuhan tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berfikir.

“Pada tahun ini BKKBN sudah ada program untuk mencegah stunting, terutama melalui program Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat, terutama kepada ibu hamil,”ungkap Setiyawati, Minggu (16/12/2018).

Dalam program itu kata dia,  pihak BKKBN akan melakukan pencegahan, dengan istilah 1000 hari kehidupan.

“Ya, ini karena dari bertemunya sel telur dan mani sudah ada kehidupan dalam kandungan,” beber Setiyawati

Sementara itu lanjut dia, untuk mencegah jumlah stunting di wilayah Kalteng bertambah, maka BKKBN dengan dukungan ousat di daerah pada tahun 2019 akan melakukan pencegahan, di dua kabupaten di wilayah Kalteng.Yakni Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Saat ini angka stunting tertinggi di Kalteng adalah di Kabupaten Barito Timur. Maka daritu saat ini kita sedang berupaya mencegah terjadinya pertambahan jumlah stunting,”tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Forkes Solusi Satpo PP Palangkan Raya Dalam Tegakkan Perda

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pada bulan November 2018 lalu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya telah membentuk Forum Kemitraan Stakeholder (Forkes).

Menurut Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya, Yohn Benhur Gohan Pangaribuan, dengan  dibentuknya Forkes tersebut, maka akan menjadi solusi pihaknya dalam melaksanakan tugas.

“Forkes menjadi solusi yang bertujuan melakukan pembinaan terhadap  hal-hal yang berpotensi melanggar peraturan daerah (Perda), ungkapnya, Minggu (16/12/2018).

Dikatakan, secara fungsinyanya maka Forkes yang telah terbentuk berorientasi untuk lebih mengedepankan bidang bimbingan masyarakat (Binmas). 

“Melalui forum ini anggota Pol PP  dalam melaksanakan tugas, lebih mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. Bagusnya Forum ini akan mengurangi pelaksanaan tugas bidang Trantib dan Gakperda,”tutur Benhur.

Dia pun berharap, setiap unsur yang masuk dalam Forkes, seperti unsur  pemerintah, masyarakat secara umum ataupun para pelaku usaha, maka dapat  saling berkonsultasi dan berkoordinasi.

“Ya, sebut saja jika ada masalah, maka  tidak mesti harus dilakukan melalui tindakan namun bisa dibicarakan melalui Forkes. Itulah sebabnya kita pakai  slogan “Linmas Berdaya, Satpol PP Berjaya,”sebutnya.

Sekarang ini tambah Benhur , pihaknya melalui Bidang Binmas terus melakukan sosialisasi, sehingga masyarakat terutama para pelaku usaha akan memahami apa kewajibannya sebelum memulai melaksanakan usaha.

“Ketika melakukan pendirian usaha, maka penekanannya para pengusaha harus melakukan perizinan. Jika semua syarat sudah terpenuhi, maka usahanya akan aman. Sebaliknya jika tidak patuh hukum, maka bisa ditindak,” tegasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

GOJEK Palangka Raya Diluncurkan 17 Desember 2018

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Senin 17 Desember 2018 layanan ojek online atau GOJEK akan diluncurkan di Palangka Raya. Hadirnya GOJEK ini menambah daftar layanan transportasi online di Kota Palangka Raya.

Peluncuran ojek online ini akan dilakukan pukul 10.00 WIB di kantor operasional GOJEK Jalan Diponegoro Nomor 5-6 RT 01 RW 05, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.

Vice President GOJEK Regional Indonesia Bagian Timur, Anandita Danaatmadja memastikan acara peluncuran GOJEK ini akan dihadiri oleh Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin.

Anandita menggatakan dengan hadirnya GOJEK di Palangka Raya sebagai penyedia layanan on demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia bisa memberdayakan sektor informal.

“Di Palangka Raya, GOJEK hadir merangkul pemain ojek lokal sekaligus mendorong pelaku UMKM, khususnya UMKM kuliner untuk bisa go online,” tulisnya, Jumat (14/12/2018).

Dia menegaskan kehadiran GOJEK di Palangka Raya diharapkan bisa membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya seperti layanan transportasi, layanan antar makanan, pengantaran logistik, dan layanan pembayaran non tunai.

“Kemudahan atas hadirnya GOJEK diharapkan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Kota Palangka Raya khususnya dan masyarakat Kalimantan Tengah pada umumnya,” tandasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Wakil Walikota Umi Terima Audensi PARADAH

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Walikota Palangka Raya Hj. Umi Mastikah didampingi  Asisten I Setda Kota Palangka Raya Murni D. Djinu, pada Jum’at (14/12/2018), menerima audiensi alumni pengurus Perhimpunan Pemuda Hindu Dharma (PARADAH) Kota Palangka Raya di ruang kerjanya. 

Dalam kegiatan audensi itu 
“Ada beberapa hal yang disampaikan pengurus Paradah,  yakni terkait kegiatan reuni akbar Paradah yang mereka gelar Sabtu 15 Desember 2018,” ungkap Umi, seusai audiensi tersebut.

Lanjut Umi, selain audensi terkait kegiatan reuni akbar Paradah, maka dalam bagian lain pada pertemuan itu dibicarakan terkait hal-hal yang menyangkut keberadaan Peradah, dimana mereka ingin berkontribusi dalam pembangunan Kota Palangka Raya dari segala bidang. 

“Bahkan, salah satu yang terpenting dari program Paradah, yakni ingin berpartisipasi dalam menjaga dan mempertahankan budaya dan kearifan lokal di Kota Palangka Raya, “jelasnya.

Umi mengatakan, pada hakikatnya, institut agama Hindu yang ada di Palangka Raya, selain menjadi tempat belajar dan menimba ilmu, juga mencetak SDM yang profesional. 

“Para alumninya yang tergabung dalam Paradah, ada keinginan seperti keinginan pemko juga, untuk bisa berkiprah diberbagai bidang,” ujarnya. 

Pemko selama ini kata Umi juga berharap adanya lulusan dari keagamaan yang bisa diimplementasi ke segala bidang.

“Seperti pada bidang kebudayaan, dan pariwisata di Kota Palangka Raya, maka dalam hal ini Paradah bisa menjalankan program bersama dengan instansi yang menjalankan bidang itu,” cetusnya. 

Dikatakan, meski dari segi pengembangan sumber daya alam di Kota Palangka Raya masih sangat kurang, namun dari sisi kebudayaan dan pariwisata menjadi keunggulan daerah Kota Cantik ini. Sehingga apabila dipoles dengan maksimal maka yakin bisa menjadi kota yang besar dan maju.

“Sisi sektor tersebut yang harus benar-benar kita kembangkan bersama-sama, tentunya dengan dukungan dan bantuan semua pihak termasuk kalangan pemuda Hindu ini tadi,” pungkas Umi. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Penegak dan Pandega Ikuti 14 Lomba Ketangkasan Pramuka

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Palangka Raya mengadakan lomba ketangkasan penggalang (LKP) di Bumi Perkemahan (Bumper) Kambariat Tuah Pahoe, Kelurahan Sabaru, Kamis (13/12/2018).

Lomba LKP bertema ‘Bersatu dan Berkarya Mengabdi Untuk Negeri’ ini berlangsung selama dua hari 13-14 /12-2018. Lomba ini diikuti oleh para penegak dan pandega.

Lomba ketangkasan ini secara resmi dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya dan dihadiri Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Pramuka pada Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Palangka Raya, Barit Rayanto mengatakan tujuan diadakan LKP ini untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat keberhasilan pembinaan dan pelatihan di gugus depan (Gudep) dalam wilayah Kwarcab.

Barit menjelaskan melalui LKP ini diharapkan bisa menghasilkan kualitas dan kuantitas pembinaan teknis bagi peserta didik penggalang tingkat Gudep yang pada akhirnya bisa mendorong terwujudnya visi misi Gerakan Pramuka.

Dalam LKP diadakan 14 lomba terdiri dari lomba kehidupan perkemahan, lomba tata letak tenda terbaik, LKBB bertongkat, lomba pioneering, lomba semaphore, lomba morse, lomba kemampuan indera manusia.

Kemudian lomba penjelajahan, lomba halang rintang, lomba menyumpit, lomba memasak, lomba cerdas ketangkasan Pramuka, lomba hasta karya, dan lomba medan peran otak. (MC. Isen Mulang/engga)

Ritual Tiwah, Disbudpar Serahkan “Laluh Basir

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksanaan ritual Tiwah massal 2018 yang dilaksanakan di Komplek Balai Hindu Kaharingan Palangka Raya sejak tanggal 2 November 2018 yang lalu kini memasuki tahapan terakhir.

Sementara, ritual menjelang selesai digelar tanggal 20 Desember 2018 ini, maka pihak Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng bersama dengan Majelis Besar Hindu Kaharingan (MBHK) Kota Palangka Raya, menggelar penyerahan “Laluh Basir” (Upah Basir).

Penyerahan laluh basir itu berlangsung di aula Basarah Balai Hindu Kaharingan Jalan Tambun Bungai, Nomor 5 Palangka Raya, Jum’at (14/12/2018) pagi.

Kepala Disbudpar Kalteng, Guntur Talajan atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, menyerahkan secara simbolis  laluh basir kepada Basir Upu Rabiadi salah satu dari delapan basir yang selama satu bulan ini memimpin pelaksanaan ritaul Tiwah massal tersebut.

“Ya, hari ini pemerintah daerah, khususnya dari Pak Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui Disbudpar Kalteng, menyerahkan atau membayar upah basir pada pelaksanaan Tiwah massal dibayar penuh atau lunas,” ungkap Guntur usai acara penyerahan.

Menurut Guntur, laluh basir tersebut merupakan syarat dalam pelaksanaan ritual Tiwah massal. Dan bagi Pemrov Kalteng, menyadari bahwa ritual Tiwah sangat penting untuk terus dilestarikan. Karenanya pemerintah daerah berupaya berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaannya.

Terlebih dalam pelaksanaan ritual Tiwah itu sendiri, kedudukan basir memiliki peran penting, terutama memimpin jalannya riual Tiwah hingga dapat berjalan dengan baik.

Dari awal pelaksanaan  ritualTiwah, para basir mengambil peran, mulai dari upacara tantulak, lalu diikuti tahapan ritual lainnya hingga memimpin ritual Tiwah, seperti  Tabuh I,II,dan III sampai dengan ritual mengangkat kerangka orang yang sudah meninggal dari liang kubur untuk disucikan, dan selanjutnya ditaruh di dalam “Sandung” atau rumah kecil. Serta banyak tahapan ritual Tiwah lainnya yang harus dilalui, seperti balian yang dilakukan selama sebulan.

“Sekarang ini para basir menyelesaikan salah satu ritual yakni “Balian Balaku Untung” yang dilakukan, setiap waktu hingga tanggal 20 Desember 2018, akhir dari kegiatan Tiwah massal,”tutur Guntur.

Ritual balian balaku untung itu sendiri kata dia, dilaksanakan untuk meinta rezeki dan minta tuah, yakni berdoa untuk keluarga yang menggelar Tiwah, dan doa doa untuk masyarakat Kalteng secara umum untuk menuju “Kalteng Berkah”.

Sementara ditanya berapa besaran laluh basir yang diserahkan kepada para basir tersebut, menurut Guntur jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan kata dia,  Gubernur Kalteng telah berpesan agar setiap tahunnya ritual ini terus terlaksana dengan baik. Terlebih bisa mendapat perhatian besar masyarakat yang menunjukan kecintaan terhadap ritual leluhur masyarakat Dayak yang harus tetap terjaga dan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang datang ke Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya.

“Ritual Tiwah di tahun 2018 ini berjalan lancar dan mendapat perhatian ribuan masyarakat yang datang menyaksikan jalannya ritual,”pungkas Guntur,  seraya menambahkan ritual Tiwah akan terus terlaksana setiap tahunnya dan didukung penuh oleh Pemrov Kalteng. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Lomba Nasi Tumpeng, Disbudpar Kalteng Juara I

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Berbagai macam kegiatan dilaksanakan dalam Peringatan Hari Ibu (PHI)  ke-90 yang digagas pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan itu diantaranya dialog antar generasi, donor darah, layanan kesehatan gratis, kunjungan sosial ke Panti Werda Sinta Rangkang serta pameran Expo Usaha Kecil dan Menengah produk-produk perempuan, serta berbagai perlombaan.

Untuk kegiatan perlombaan, salah satunya lomba memasak nasi tumpeng. Untuk lomba yang satu ini jawara alias juaranya adalah ibu-ibu dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng.

Tim besutan Priskaya istri dari Kepala Disbudpar Kalteng, Guntur Talajan ini mampu mengalahkan perwakilan ibu-ibu dari OPD terkait lingkup Pemprov Kalteng lainnya. 

Nasi tumpeng  khas yang disajikan kaum perempuan di Disbudpar Kalteng ini dinilai memiliki citra rasa dan variasi yang cocok dengan penilaian para juri. Hingga akhirnya sajian nasi tumpeng itu dinobatkan sebagai juara satu lomba.

“Hasil ini menunjukan kaum perempuan memiliki banyak keterampilan maupun inovasi. Ini menjadi penyemangat di hari ibu ke-90,”ungkap Priskaya, Kamis  (13/12-2018)

Selain dinobatkan sebagai pemenang juara satu lomba memasak nasi tumpeng, para ibu-ibu dari Disbudpar Kalteng ini juga berhasil meraih juara ketiga pada lomba memasak untuk kategori “Nasi Goreng”.

Istimewanya tropi pemenang pada lomba-lomba memasak tersebut diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise yang menghadiri secara langsung kegiatan rangkaian PHI yang digelar sejak 12 sampai dengan 13  Desember di lingkungan Istana Isen Mulang (rumah jabatan Gubernur Kalteng) di Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)