SAKA KOMINFO Pramuka Palangka Raya akan Dibentuk

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini zaman semakin maju. Perkembangan teknologi maju pesat. Dampaknya, semua informasi begitu cepat didapat.

Di era milenial yang serba cepat ini, maka Pramuka harus bisa menyesuaikan perkembangan zaman. Bila tidak, maka Pramuka akan ketinggalan.

Karena tidak mau ketinggalan zaman, maka Pramuka berencana akan membentuk Satuan Karya (Saka) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palangka Raya.

Untuk memfinalkan pembentukan Saka Kominfo ini, maka para pembina Pramuka melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban, Sabtu (1/12/2018).

Mereka adalah Nur Hidayat, Oca, Ansari, Wanto, dan Rahmadi. Dalam pertemuan ini mereka menjelaskan keberadaan Saka Kominfo sangat bermanfaat bagi anggota Pramuka yang memiliki hobby dibidang jurnalis, broadcast, editor, dan lainnya.

“Di era milenial ini pramuka tidak hanya dituntut untuk berkemah, tali-temali, kompas, dan baris-berbaris, tetapi harus bisa menyesuaikan dengan keadaan, kebutuhan, dan kepentingan masyarakat, bangsa, dan bernegara,” tutur mereka.

Sementara itu Aratuni Djaban menyambut baik dan mendukung akan dibentuknya Saka Kominfo. Dia berharap Saka Kominfo ini nantinya bisa menjadi salah satu bidang untuk belajar tentang ilmu komunikasi dan informatika. (MC. Isen Mulang/engga)

TAPD Disarankan Jangan Asal Pangkas Anggaran SOPD

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto mengimbau Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Palangka Raya tidak asal memangkas atau merasionalisasi anggaran satuan organisasi perangkat daerah (SOPD).

TAPD disarankan lebih cermat saat hendak merasionalisasi anggaran SOPD. Sebab jika asal main pangkas dikhawatirkan akan mengganggu kinerja SOPD.

“Saya sarankan TAPD agar lebih cermat karena bisa jadi kegiatan yang dipangkas adalah kegiatan prioritas yang memang sudah dihitung sesuai kebutuhan,” tegas Sigit, Minggu (2/12/2018).

Sigit mencontohkan rasionalisasi yang bisa berpengaruh buruk terhadap kinerja SOPD misalnya rencana pemangkasan anggaran belanja cetak dan penggandaan pada dinas perhubungan.

“Rasionalisasi ini bisa berkurangnya pendapatan asli daerah (PAD) khususnya pada pengujian kendaraan bermotor, karena berhubungan dengan pembelian sarana pengujian kendaraan bermotor (PKB),” imbuhnya.

Sigit mencontohkan lagi rasionalisasi Rp1,1 miliar untuk perjalanan dinas pada Bappeda. Dia menyarankan rencana pemangkasan anggaran ini harus ditinjau ulang.

Sebab kegiatan perjalanan dinas tersebut untuk menunjang kinerja Bappeda karena kegiatan Bappeda berhubungan dengan semua SOPD dan kementerian di Jakarta. (MC. Isen Mulang/engga)

Wajib Pajak Terbesar Harus Diberi Penghargaan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Palangka Raya, Ida Ayu Nia Anggraini menyarankan kepada pemerintah daerah untuk memberi penghargaan kepada wajib pajak terbesar.

Penghargaan ini menurutnya merupakan salah satu strategi pemerintah daerah guna merangsang kepada para wajib pajak untuk selalu membayar tepat waktu.

“Diharapkan dengan adanya pemberian penghargaan ini bisa memotivasi para wajib pajak lain untuk berlomba-lomba membayar tepat waktu,” tutur Nia, Minggu (2/12/2018).

Ia mengatakan jika pajak dibayar tepat waktu, maka pendapatan asli daerah (PAD) yang telah ditargetkan bisa tercapai, bahkan bisa melampaui target.

Diketahui, setiap tahun Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Kota Palangka Raya selalu memberikan penghargaan dan hadiah kepada wajib pajak yang membayar lebih cepat.

Nia mengharapkan program seperti ini harus terus dilakukan dan bila perlu jumlahnya diperbanyak, sehingga masyarakat akan berlomba-lomba agar mendapatkan hadiah. (MC. Isen Mulang/engga)

Warga Petuk Katimpun Dapat Bantuan Motor Roda Tiga dan 26 Bak Sampah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Warga RT 001 dan RT 002 Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya mendapatkan bantuan satu unit motor roda tiga dan 26 unit bak sampah.

Bantuan ini diberikan oleh Komunitas Generasi Baru Muda Indonesia (Genbi). Secara simbolis bantuan ini diberikan oleh Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin, Minggu (2/12/2018).

Deputi Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Desi Retno Puspitasari mengharapkan dengan adanya bantuan ini warga RT 001 dan RT 002 Petuk Katimpun tidak membuang sampah ke sungai.

“Jadi nanti sampah dikumpulkan, lalu diangkut menggunakan motor untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA),” pesan Desi kepada warga Petuk Katimpun.

“Kalau sampah dibuang ke sungai, selain mencemari sungai dan merusak ekosistem yang ada di dalamnya juga bisa menyebabkan banjir, karena itu sampah harus dibuang ke TPA,” imbuhnya. 

Desi mengatakan tahun ini BI Kalimantan Tengah mengadakan dua kegiatan sosial bertema bersih Indonesia. Program prioritasnya dalam bentuk perbaikan kawasan dan lingkungan.

Selain di Petuk Katimpun, program perbaikan lingkungan ini juga dilakukan di Kelurahan Mendawai. Bedanya, di Kelurahan Mendawai ini Genbi memberikan bantuan tanaman hias dan holtikultura serta pengecatan rumah warga. (MC. Isen Mulang/engga)

Meriahnya Karnaval Natal Kebangsaan di Palangka Raya Meski Diguyur Hujan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Meskipun hujan yang lumayan deras mengguyur Kota Palangka Raya, pada Sabtu (01/12/2018) sore, namun karnaval Natal Kebangsaan tetap berlangsung meriah dan dipadati para penonton.

Ribuan  peserta karnaval Natal yang terdiri dari para pelajar jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi bahkan dimeriahkan lagi para pemuda gereja serta anggota Polri tampak antusias mengikuti jalannya karnaval.

Peserta karnaval terlihat menampilkan berbagai atribut, seperti berpenampilan Santa Claus menggunakan penutup kepala Santa Claus, miniatur pohon Natal, bingkisan natal dan aksesoris natal lainnya.

Terlihat pula puluhan mobil hias dan sepeda motor serta parade marching band dari sejumlah sekolah menambah semaraknya menyambut perayaan natal umat Kristiani tersebut.

Para peserta karnaval ini sebelumnya berkumpul di Bundaran Besar Palangka Raya, disana didahului acara awal yakni ikrar Kebangsaan  mengambil tajuk ‘Karnaval Natal Kebangsaan’

Usai acara ikrar kebangsaan dilanjutkan dengan pelepasan peserta karnaval dengan mengambil rute sejumlah jalan protokol dan kembali finish ke Bundaran Besar Palangka Raya.

Diakhir peserta karnaval sampai ke finish, para juri mengumpulkan penilaian, dan diumumkan sebagai juara kategori mobil hias yaitu peserta dari Pemerintah Kota Palangka Raya, dan peserta kategori pejalan kaki tingkat
TK juara 1 TK Katolik Don Bosco,  tingkat SD juara 1 SD Katolik ST Don bosco , tingkat SMP juara 1 SMP Katolik ST Paulus, tingkat SMA juara 1 SMAN 5 Palangka Raya dan tingkat Umum juara 1 STAKN, sedangkan juara favorit diraih oleh SMPK Santa Maria Palangka Raya.

Acara karnaval itu dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng, Polda Kalteng, Pemko Palangka Raya dan pengurus PGI Kalteng serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Karnaval Natal Kebangsaan di Palangka Raya Moment Wujudkan Keberagaman

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Semaraknya karnaval Natal di Kota Palangka Raya 
yang  digagas bersama antara Pemerintah Provinsi Kalteng, Polda Kalteng, Pemko Palangka Raya serta Persekutuan Gereja Indonesia Kalteng, Sabtu (01/12/2018) sore.

Menariknya karnaval natal ini
diikuti para pelajar dan mahasiswa serta guru yang beragama Islam, Hindu, Budha hingga Hindu Kaharingan yang terlihat turut meramaikan karnaval. 

Hal ini menunjukan sebagai bentuk keberagaman antar umat beragama yang juga  sejalan dengan tajuk kegiatan karnaval  tersebut yakni ‘Karnaval Natal Kebangsaan’ mengambil start di Bundaran Besar Palangka Raya.

“Melalui karnaval Natal kebangsaan ini, diharapkan menjadi moment untuk membangun kebersamaan, hormat menghormati antar umat beragama. Serta jadikan sebagai upaya mempererat keberagaman dalam semangat kebangsaan, ungkap Yuel Tanggara membacakan sambutan Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran sesaat sebelum melepas peserta karnaval.

Lebih lanjut Staf Ahli Gubernur Kalteng ini menyampaikan, bahwa Pemrov Kalteng mengapresiasi atas kerja sama yang telah dibangun oleh umat beragama selama ini, sehingga kedamaian dan kondusifitas di provinsi yang berjulukan Bumi Tambun Bungai itu tetap terjaga.

“Karanaval Natal kebangsaan ini juga sebagai gambaran dari falsapah Huma Betang yang terus dijunjung dengan dilandasi semangat kebangsaan, meskipun ditengah perbedaan umat beragama di Kalteng,’ tutupnya

Adapun dalam karnaval itu, diwarnai dengan turunnya  hujan yang lumayan deras mengguyur Kota Palangka Raya, namun karnaval Natal tetap berlangsung meriah dan dipadati para penonton. (MC. Isen Mulang.1/engga)

17 Destinasi Raih Penghargaan ISTA, Tanjung Puting Diantaranya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Penganugerahan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018 yang dilaksanakan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, telah dilaksanakan pada Jum’at, 30 November 2018 yang lalu. 

Hasilnya, sebanyak 17 pengelola destinasi  oleh panita atau juri Kemenpar ditetapkan sebagai pemenang karena dinilai telah menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dari jumlah pendaftar ISTA sebanyak 176  destinasi wisata.

Ke-17 pememang tersebut yakni Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas, Desa Wisata Pujon Kidul (Jawa Timur), Kampung Belajar Tanoker (Jawa Timur), Dkandang Amazing Farm Depok (Jawa Barat), Kampung Ekowisata The Lodge Maribaya (Jawa Barat), Kampoeng Cinangneng (Jawa Barat), Ekowisata Tangkahan (Sumatera Utara).

Kemudian  Destinasi Taman Nasional Tanjung Puting (Kalimantan Tengah), Kawasan Wisata Pantai Pandawa (Bali), Taman Nasional Bali Barat, Ulun Danu Baratan (Bali), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Nihi Sumba (Sumba Committee), Desa Adat Waerebo (Nusa Tenggara Timur), WAHA Tourism Community (Desa Waha, Sulawesi Tenggara), Wisata Kei (Maluku), serta Papua Explorers Resort (Papua Barat).

“Taman Nasional Tanjung Puting, menjadi satu-satunya di pulau Kalimantan yang mendapatkan penganugerahan penghargaan ISTA 2018 oleh Kemenpar RI,”ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng, Guntur Talajan, Sabtu (01/12/2018)

Menurut Guntur, hasil yang membanggakan tersebut merupakan pengakuan pihak Kemenpar, bahwa destinasi Tanjung Puting telah mampu melaksanakan prinsip  pariwisata berkelanjutan serta produk wisata berkelanjutan.

“Jadi ajang ISTA ini merupakan ajang tertinggi atau eskalasi pencapaian tingkat nasional, terutama terhadap keberhasilan kepariwisataan suatu daerah yang mampu mengembangkan kepariwisatan,” ujarnya.

Kata Guntur, apa yang telah diraih Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dalam ajang tersebut, maka menjadi tantangan, bagaimana kedepan para pemangku kepentingan serta stakeholders wisata bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk mampu meningkatkan kunjungan wisata yang disertai dengan program inovasi pembangunan wisata secara berkelanjutan.

“Ya, seperti kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, bahwa ajang ISTA merupakan ajang promosi sekaligus branding destinasi wisata ditingkat nasional maupun internasional. Terutama berdampak pada tingkat kunjungan wisata,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Taman Nasional Tanjung Puting Raih Penghargaan ISTA 2018

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Prestasi membanggakan, ditoreh destinasi wisata Taman Nasional Tanjung Puting  (TNTP) Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah, berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada ajang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018.

Taman nasional yang terletak di Semenanjung Barat Daya Provinsi Kalteng ini meraih prestasi pada kategori ‘pemenang hijau”.

“Ya, kami telah menerima penghargaan langsung dari Menteri Pariwisata Arief Yahya pada acara malam penganugerahan ISTA pada Jumat, 30 November 2018 yang lalu,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng, Guntur Talajan, Sabtu (01/12/2018)

Dijelaskan Guntur, ajang ISTA 2018 merupakan penyelenggaraan yang digelar  untuk kedua kalinya oleh Kementrian Pariwisata, untuk tahun ini mengangkat tema  ‘Local Wisdom for Sustainable Development’ (kearifan lokal untuk pariwisata berkelanjutan).

TNTP sendiri oleh pihak kementerian pariwisata  ditetapkan masuk 17 pemenang pengelola destinasi wisata yang mampu menerapkan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dari jumlah  pendaftar sebanyak 176 destinasi wisata.

Pada ajang ISTA tersebut, panitia Kemenpar telah melakukan tahap seleksi dan penjurian hingga visitasi lapangan, sampai akhirnya TNTP bisa masuk 17  pemenang, mengingat TNTP merupakan konservasi orang utan terbesar di dunia. Selain itu TNTP merupakan cagar biosfer.

“Dengan status nya sebagai taman nasional  yang terus terjaga kelestarian sehingga TNTP memiliki daya tarik wisata. Ini merupakan kerja keras dari semua  pelaku wisata dan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi kalteng maupun Pemkab Kobar,” ujar Guntur.

Ditambahkannya, dengan torehan prestasi membanggakan tersebut maka kata Guntur, semua stakeholders kepariwisataan yang ada di Kalteng harus mampu mengembangkan sektor kepariwisataan secara berkelanjutan (sustainable).

“Ini juga sejalan dengan harapan Kementrian Pariwisata yang berkomitmen sekaligus mendorong penerapan prinsip-prinsip dasar berkelanjutan. Dalam arti kata sinergitas antara pelaku wisata dengan pemerintah daerah menjadi hal yang diharapkan,” tutupnya (MC. Isen Mulang.1/engga)

Aksi Pungut Sampah Oleh Anak Panti Asuhan Ayah Bunda

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan fogging massal di komplek Panti Asuhan Ayah Bunda, Jalan Mahir Mahar, Kelurahan Kalampangan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya juga dirangkai dengan aksi membersihkan sampah.

Saat petugas melakukan pengasapan, sementara itu yang lainnya memungut sampah. Puluhan anak Panti Asuhan Ayah Bunda diajak membersihkan sampah yang berserakan di halaman.

Camat Sabangau dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya, dr Andjar Hari Purnomo juga ikut memungut sampah. Kantong plastik, botol atau gelas bekas air mineral, termasuk ban bekas juga dikumpulkan.

“Nyamuk itu sukanya berkembangbiak di genangan air yang bersih. Jadi yang sering kita dapati dibuang sembarangan, kemudian hujan, lalu ada airnya, kemudian nyamuk bertelur di situ,” ucap Andjar, Sabtu (1/12/2018) pagi.

Menurutnya cara yang paling tepat dan efektif untuk membasmi nyamuk aides agepty adalah semua barang bekas yang bisa menampung air harus dikubur.

Pada aksi pungut sampah ini dikumpulkan dalam plastik besar. Sampah plastik ini kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir. (MC. Isen Mulang/engga)

Fogging Massal di Panti Asuhan Ayah Bunda

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan fogging massal di komplek Panti Asuhan Ayah Bunda, Jalan Mahir Mahar, Kelurahan Kalampangan, Sabtu (1/12/2018) pagi.

Giat PSN dan fogging focus atas instruksi walikota ini langsung dipimpin Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dr Andjar Hari Purnomo dan diikuti oleh pegawai puskesmas, Camat Sabangau, dan Babinsa.

dr Andjar menjelaskan dipilihnya komplek Panti Asuhan Ayah Bunda sebagai lokasi PSN dan fogging masal ini karena sebelumnya ada beberapa anak yang telah dirawat di rumah sakit karena terserang demam berdarah dengue (DBD).

Sehingga sasaran fogging focus harus dilakukan di daerah yang ada warga terserang DBD. Menurutnya kegiatan pengasapan ini merupakan tindakan akhir yang dilakukan dinas kesehatan untuk membunuh nyamuk pembawa penyakit DBD.

Di sisi lain dr Andjar mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih. Sebaliknya jika lingkungan banyak sampah, maka akan menjadi sarang nyamuk.

“Saat ini masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ini tidak lepas dari gencarnya petugas melakukan sosialisasi dibantu dengan aparat kelurahan,” tandasnya. (MC. Isen Mulang/engga)