Raperda Pendidikan Akan Pertegas Kewenangn Pemko Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – DPRD Kota Palangka Raya melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) melaksanakan rapat koordinasi dan finalisasi pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan pendidikan. 

Rapat yang dilaksanakan di ruang rapat komisi DPRD tersebut turut dihadiri oleh pihak Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Biro Hukum Pemerintah kota dan Asisten I Setda Kota Palangka Raya.

Wakil Ketua Bapemperda, Riduanto mengatakan, saat ini pihaknya telah masuk pada pembahasan dan finalisasi raperda penyelenggaraan pendidikan, sebelum disahkan menjadi peraturan daerah (Perda) yang resmi.

“Sinkronisasi, harmonisasi dan koordinasi yang pertama kami bahas adalah mengenai cakupan kewenangan pemerintah kota (Pemko) dalam hal penyelenggaraan pendidikan,” ungkapnya usai rapat, Senin (29/10/2018)

Kata Riduanto, dalam raperda itu nantinya akan dipertegas kewenangan Pemko Palangka Raya yang berkaitan dengan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara untuk SMU dan SMK sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Sedangkan untuk pendidikan usia dini masih belum diatur lebih jelas.

Selain itu dalam raperda tersebut juga mengatur keberadaan pihak komite sekolah yang ingin menggalang dana bagi kegiatan pembelajaran, maka harus terlebih dahulu mengajukan proposal kepada pihak Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya agar ditinjau dan dievaluasi, apakah memang perlu dilakukan pemungutan atau tidak.

“Ada pasal-pasal yang menetapkan jika kewenangan pihak Disdik untuk mengizinkan pihak sekolah melakukan pungutan. Dengan harapan, kejadian-kejadian yang tidak sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku, tidak terjadi lagi dikemudian hari,” tutup Riduanto. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Walikota Fairid Prihatin Kejadian OTT

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Terjaringnya empat anggota DPRD Kalteng dari Komisi B yang saat ini menjadi tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menimbulkan keperihatinan banyak pihak. Termasuk keperihatinan dari Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin.

“Kita sangat prihatin dengan kasus OTT ini, semoga kedepan jangan ada peristiwa serupa di Kalteng. Terkhusus  di Kota Palangka Raya,” ungkapnya, Senin (29/10/2818).

Kata Fairid, adanya kasus OTT tersebut, hendaknya dapat menjadi pelajaran dari semua pihak termasuk dijajaran eksekutif, legislatif maupun yudikatif dilingkup Pemerintah Kota Palangka Raya, agar selalu bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan pekerjaan.

“Kita akan terus saling berkoordinasi, berkomunikasi dan saling mengingatkan agar dalam menjalankan pekerjaan benar-benar untuk masyarakat. Dengan begitu kita tidak akan terjerumus,” tambahnya.

Disisi lain lanjut Fairid, seiring dengan kasus OTT yang menimpa sejumlah anggota DPRD Kalteng tersebut, seyogyanya jangan sampai mempengaruhi secara psikis atau menurunkan semangat dalam menjalankan program kerja pemerintahan. 

Sebab, apabila  peristiwa itu mempengaruhi kinerja yang berlebihan, maka masyarakat akan dirugikan serta menjadi korban karena tidak berjalannya pembangunan.

“Hendaknya kejadian itu dijadikan  sebagai motivasi dalam menjalankan pekerjaan secara jujur dan transparan,” tegasnya lagi.

Intinya tambah Fairid,  peristiwa OTT yang dilakukan lembaga anti rasuah itu, secara positif bisa memberi efek jera. “Kuncinya tidak lain, mari kita bekerja sungguh-sungguh sesuai aturan dan prosedur. Pasti semuanya dapat berjalan sesuai dengan harapan,” ucapnya singkat. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Terminal dan Puskesmas Berdekatan, Perlu Dicari Solusi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Fairid Naparin, Senin (29/10/2018) secara mendadak melakukan pengecekan angkutan kota di Terminal Mihing Manasa Jalan Letkol Darmusugondo Kelurahan Pahandut Kecamatanan Pahandut Palangka Raya.

Pengecekan tersebut, dilakukan Fairid usai meninjau aktivitas pelayanan di Puskesmas Pahandut, dimana posisi pusat kesehatan masyarakat itu hanya dibatasi dengan pagar sebagai pembatas dengan area terminal kota Mihing Manasa.

Dalam pengecekannya, Wali Kota Palangka Raya berusia 33 tahun tersebut, berkeliling melihat lokasi terminal, sesekali disana ia tampak berbincang dengan sejumlah sopir angkutan untuk mendengar keluh kesah maupun permasalahan yang dihadapi di terminal tersebut.

“Keberadaan terminal kota Mihing Manasa yang berdekatan dengan Puskesmas memang menjadi perhatian kami. Dalam kondisi ini yang perlu diperhatikan adalah soal kenyamanan masyarakat ketika mendapatkan pelayanan kesehatan,” ungkap Fairid.

Dikatakan, area parkir Puskesmas Pahandut begitu terhimpit dan kecil, hal itu bukanlah tanpa sebab mengingat area lahannya harus terbagi peruntukannya untuk terminal Mihing Manasa

Ditanya terkait adanya rencana pihak Dinas Perhubungan yang  selama ini ingin melakukan pemindahan angkot dari terminal Mihing Manasa, menurut Fairid, saat ini memang perlu dicarikan solusi, namun sebelum itu dilakukan upaya perbaikan dari segala kekurangan yang ada terus dilakukan.

“Saya perlu koordinasi dulu akan hal ini, tentu kita juga memikirkan semuanya dapat berjalan baik,” pungkasnya.

Ikut mendampingi dalam peninjauan walikota Palangka Raya, antara lain Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, Camat Pahandut, Lurah Pahandut serta pihak Dishub Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Utamakan Pencegahan Dalam Penanggulangan DBD

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wilayah Kota Palangka Raya dalam seminggu terakhir diguyur hujan cukup deras yang menandakan mulai masuknya musim penghujan. Seiring perubahan musim tersebut, maka salah satu gejala penyakit yang selalu muncul  adalah demam berdarah dengue atau DBD. Terlebih berdasarkan informasi, penderita DBD sudah mulai ditemui di beberapa puskesmas di Kota Palangka Raya. Bahkan kabarnya sudah merenggut korban jiwa.

Untuk menindaklanjuti itu, Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin bersama dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, Camat Pahandut, Lurah Pahandut serta jajaran perangkat daerah lainnya, melakukan peninjauan langsung ke pusat pelayanan kesehatan. Salah satunya di Puskesmas Pahandut Jalan Letkol Darmosugondo Palangka Raya.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan pencegahan DBD. Pihak kelurahan dan kecamatan pun sudah diimbau untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakatnya,” katanya, Senin (29/10/2018), usai melakukan peninjauan.

Fairid pun mengakui, jika penyakit DBD secara kemedisan belumlah ditemukan obat yang tepat. Hanya saja masyarakat dapat mencegah dengan menerapkan pola hidup sehat, yakni dengan  membersihkan lingkungan masing-masing.

“Kuncinya sederhana, yakni menerapkan hidup bersih. Terutama dimulai dari lingkungan keluarga,” ingatnya.

Sementara dari hasil peninjauan ke Puskesmas Pahandut, menurut Fairid, secara umum pelayanan kesehatan yang dilakukan sudah maksimal.
“Tadi saya sempat berbincang dengan warga, mereka katakan semua pelayanan yang diberikan pihak puskesmas sudah baik,” ucapnya.

Pun demikian tambah Fairid, dirinya mengakui masih ada kekurangan yang perlu ditambah dalam peningkatan pelayanan pada puskesmas. Hanya saja semuanya secara perlahan akan dipenuhi oleh  pemerintah kota. Seperti salah satunya adalah lapangan parkir puskesmas yang masih sempit.

“Kedepan kami akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan terkait parkir, sebab akan menggeser terminal angkutan umum yang persis didepan Puskesmas Pahandut ini,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Walikota Fairid Apresiasi Prestasi Kontingen Palangka Raya di Porprov Tingkat Kalteng

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Apresiasi mendalam disampaikan Walikota Palangka Raya Fairid Naparin dan wakilnya, Hj Umi Mastikah, atas prestasi luar biasa kontingen Kota Palangka Raya yang berhasil mempertahankan juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah XI di Kabupaten Barito Utara, Muara Teweh. Para atlet Palangka Raya mampu merebut  201 medali, yakin 83 emas, 65 perak dan 53 perunggu. 

Walikota Palangka Raya Fairid Naparin dan wakilnya, Hj Umi Mastikah saat menghadiri upacara penutupan Porprov Kalteng di arena Tiara Batara Muara Teweh, menerima secara langsung tropi bergilir yang disampaikan Bupati Barito Utara, Nadalsyah mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran pada,  Sabtu (27/10/2018) malam.

Berdasarkan sumber resmi dari Protokol dan Komunikasi Setda Kota Palangka Raya, pada kesempatan itu, Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan, rasa bangga dan apresiasi tertinggi kepada seluruh atlet/kontingen kota Palangka Raya. Terlebih, sudah mencapai prestasi luar biasa, yakni mempertahankan dan meraih juara umum  pada event olahraga tingkat Provinsi Kalteng.

“Saya bangga dengan pencapaian para atlet ‘Kota Cantik’ ini,”ujarnya.

Walikota mengatakan, dengan prestasi ini, seluruh pelaku olahraga di Kota Palangka Raya pada khususnya bisa berkomitmen untuk lebih meningkatkan prestasi sekaligus menjadikan Palangka Raya barometer olahraga di Kalteng. Karenanya, pembinaan maupun perhatian dalam bidang olahraga harus terus menerus dilakukan .

“Jujur ini luar biasa, bisa 201 medali diraih,”tambahnya.

Fairid mengharapkan, dari  ajang Porprov Kalteng ini setidaknya dapat menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet berprestasi Kalteng, sehingga mampu membawa nama harum Kalteng di bidang olahraga baik nasional, bahkan internasional. Terlebih guna mempersiapkan dan menghadapi pra PON tahun 2019 mendatang.

“Saya yakin hal ini bisa dilakukan, jadi bagi para atlet terus berlatih dan berikan prestasi terbaik di kemudian hari, yakni di Pra PON dan even-even olahraga lain,” pesannya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Batasan Usia Untuk Penerimaan CPNS Perlu Dipertimbangkan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Batasan usia maksimal 35 tahun untuk formasi dalam penerimaan CPNS saat ini, ternyata menjadi batu sandungan bagi pelamar yang sudah melampaui ambang batas usia yang ditentukan tersebut. 

Kepala Bidang Perencanaan, Pembinaan dan Pengembangan ASN, pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Palangka Raya, Elly Ulfah mengatakan, penyebab masih kosongnya pelamar sejumlah formasi CPNS lingkup Pemko Palangka Raya, terutama dokter spesialis itu karena terbentur batas maksimal usia.

“Sesuai aturan, usia maksimal pelamar 35 tahun. Sementara, kasusnya ialah sangat jarang ada dokter spesialis yang usianya kurang dari 35 tahun. Untuk itu formasi dokter spesialis ini kosong pelamar,” bebernya, Sabtu (27/10/2018).

Elly menambahkan, kasus serupa tak hanya terjadi di Kota Palangka Raya. Di beberapa daerah di Indonesia juga mengeluhkan hal yang sama.

Terlebih pada formasi-formasi  tertentu seperti dokter spesialis, yang selama ini pendidikan yang ditempuh cukup memakan waktu lama.

Karenanya  Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) diminta mempertimbangkan kembali batasan usia bagi pendaftaran CPNS ini

Anggota DPRD Kota Palangka Raya Anna Agustina Elsye, memandang perlu pihak Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk mempertimbangkan kembali batasan usia untuk formasi CPNS.

“Saya ada dengar untuk formasi CPNS bidang dokter spesialis di Kota Palangka Raya tak ada pelamar. Salah satu penyebabnya terbentur batasan usia maksimal. Ini harus kembali dipertimbangkan,” cetusnya.

Menurut Anna, akan sangat disayangkan apabila formasi yang sudah disediakan tersebut, akhirnya menjadi kosong. Apalagi sebenarnya formasi-formasi itu menjadi penting sebagai kebutuhan setiap daerah.

“Formasi kesehatan terutama dokter spesialis saat ini diperlukan daerah.Terlebih untuk Pemko Palangka Raya sendiri berharap ada dokter spesialis  untuk ditempatkan pada RSUD Palangka Raya yang sedang membutuhkan tenaga dokter,” tambahnya.

Kata Anna, dengan banyak kosongnya formasi CPNS yang disediakan, terutama formasi dokter spesialis, maka akan menjadi kerugian tersediri bagi pemerintah daerah. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Sambut Sumpah Pemuda, Warga Palangka Permai Gelar Pawai 100 Obor

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Beragam cara dilakukan masyarakat secara bersama-sama manakala  menyambut hari besar nasional. Namun lazimnya kegiatan masyarakat itu hanya terfokus bahkan menjadi tradisi ketika menyambut hari kemerdekaan Indonesia saja.

Akan tetapi hal itu tidak berlaku bagi warga dilingkungan RW 06 Kelurahan Menteng Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya, dimana masyarakat dilingkungan rukun warga  tersebut, pada Sabtu (27/10/2018) malam melakukan pawai obor mengambil rute sepanjang lingkungannya untuk memperingati hari sumpah pemuda ke-90.

Dari pantauan awak Media Center Isen Mulang, kegiatan pawai obor ini dilakukan selepas sholat Isya, dimana terlihat anak-anak usia pelajar hingga para pemuda dengan cara berjalan kaki sambil membawa obor. 

Mahmudi salah satu tokoh pemuda yang juga penanggungjawab acara mengatakan, kegiatan pawai obor yang digelar tersebut adalah dalam rangka menyambut hari sumpah pemuda ke 90.

“Tidak hanya peringatan 17-an saja yang menjadi tradisi, namun warga ingin hari sumpah pemuda dapat menjadi kegiatan rutin untuk digelar,” ungkapnya.  

Kata Mahmudi, momentum hari sumpah pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober itu, sangat perlu diingatkan dan jangan sampai padam, terkhusus bagi para generasi muda bagaimana semangat pemuda dikobarkan para pendahulu dalam mengisi perjuangan dan kemerdekaan.

“Ada 100-an obor yang diarak dalam kegiatan pawai ini, dimana diikuti warga yang terdiri dari elemen pemuda dan masyarakat komplek Palangka Permai RW 06,” tuturnya, seraya mengatakan iringan pawai obor tersebut menuju ke halaman SDN 8 Menteng Jalan G Obos XII, disana akan disajikan lagi kegiatan panggung hiburan.

Sementara itu Hasan Basri yang merupakan Ketua RT 05 RW 06 mengaku menyambut baik kegiatan tersebut yang dimotori para pemuda yang ada dilingkungan RW 06 Kelurahan Menteng.

“Kegiatan memaknai hari sumpah pemuda ini baru pertama kalinya digelar warga. Kami berharap acara tersebut dapat terus dilakukan secara rutin, melalui beragam kreatifitas dan ide dari para pemuda,” ucapnya singkat. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Nama Sebenarnya George Obus Umar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sampai saat ini banyak masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya yang belum tahu nama asli George Obos.

Nama Pahlawan Perintis Kemerdekaan ini telah diabadikan sebagai nama Jalan G Obos di Kota Palangka Raya. Namun penulisan nama G Obos rupanya masih salah.

Menurut Teddy Toeweh keluarga G Obos, nama asli kakeknya yang benar adalah George Obus Umar. Kata Umar diambilkan dari nama ayahnya, Heine Umar. Saat penjajahan Belanda, kata Umar dihilangkan.

“Tidak dicantumkannya nama Umar karena untuk melindungi keluarganya dari buruan penjajah. Sebab nama keluarganya di Kalimantan banyak yang memakai kata Umar. Takutnya keluarganya ikut ditangkap, makanya supaya keluarganya tetap aman, maka kata Umar dalam nama G Obus tidak dicantumkan,” tutur Teddy Toeweh saat diskusi Jejak G Obos, Minggu (28/10/2018).

Teddy menceritakan G Obus lahir pada 24 Desember 1902 di Kasongan (Tewang Sanggalang Garing). G Obos sekolah Zending di Banjarmasin 1926 dan kemudian bergabung menjadi TNI AL dengan pangkat terakhir letnan kolonel.

Setelah masa kemerdekaan, G Obos ditunjuk sebagai Bupati Barito dan Bupati Kapuas 1956-1958, menjabat anggota MPRS 1960-1967. G Obos wafat 19 April 1982 dan dimakamkan di komplek pekuburan Kristen, Pahandut, Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)

Tiga Rekomendasi dari Seminar Pahlawan Perintis Kemerdekaan G Obos

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Diskusi jejak George Obos yang diselenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya menghasilkan tiga rekomendasi kepada pemerintah.

Pertama, IJTI Kalteng merekomendasikan agar pemerintah membuatkan buku jejak G Obos. Nantinya buku jejak G Obos bisa dijadikan sebagai bahan ajar dan bacaan bagi anak didik di sekolah.

Kedua, IJTI Kalteng mengusulkan kepada Pemerintah Kota Palangka Raya membuatkan patung G Obos di Jalan G Obos sebagai dukungan terhadap objek wisata.

Ketiga, IJTI Kalteng yang diketuai Tantawi Jauhari ini mengusulkan agar pemerintah menetapkan G Obos sebagai pahlawan nasional terhadap jasa Pahlawan Perintis Kemerdekaan tersebut.

Tantawi berkeyakinan tiga rekomendasi ini bisa diakomodasi pemerintah jika semua elemen masyarakat Kalimantan Tengah kompak memperjuangkan kepada pemerintah.

“Nantinya kami dari kalangan pers juga akan mendorong agar pemerintah segera merespon keinginan masyarakat Kalimantan Tengah agar G Obos diakui sebagai pahlawan nasional,” tuturnya.

Dia menyebut dari Kalimantan Tengah hanya ada dua pahlawan perintis kemerdekaan selain G Obos yakni HM Sanusi dari Kabupaten Pulang Pisau dan namanya sudah diabadikan sebagai nama stadion. (MC. Isen Mulang/engga)

Palangka Raya Mampu Pertahankan Juara Umum di Porprov 2018

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Target kontingen Kota Palangka Raya untuk mempertahankan sebagai juara umum di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara akhirnya bisa diwujudkan. 

Dalam Porprov XI kontingen Kota Palangka Raya menempati urutan pertama. Total medali yang diperoleh 201 medali dengan rincian 83 emas, 65 perak, dan 53 perunggu. 

Sementara itu tuan rumah penyelenggara Porprov yakni Kabupaten Barito Utara harus puas diurutan ke-2 dengan total 132 medali dengan rincian 42 emas, 47 perak, dan 43 perunggu. 

Sedangkan juara III Kabupaten Kotawaringin Timur dengan perolehan 154 medali, juara IV Kabupaten Katingan 30 medali, Kabupaten Sukamara 24 medali, dan juara V Kabupaten Pulang Pisau 18 medali. 

Secara resmi ajang Porprov Kalteng ini ditutup, Sabtu (27/10/2018) malam. Dalam acara penutupan ini Bupati Barito Utara Nadalsyah menyerahkan piala juara umum Porprov kepada Walikota Palangka Raya Fairid Naparin didampingi Wakilnya Umi Mastikah. 

Acara penutupan Porprov Kalteng ini berlangsung meriah. Ribuan masyarakat Barito Utara tumpah ruah. Kehadiran mereka selain untuk menghadiri acara penutupan Porprov juga untuk menyaksikan hiburan rakyat yang menghadirkan artis dari Jakarta Via Valent. (MC. Isen Mulang/engga)