Mofit : Bekerjalah Dengan Baik dan Jujur Serta Disiplin

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Upacara gabungan TNI, Polri dan ASN di jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya sekaligus dibalut dengan peringatan hari Pramuka ke-57 tingkat Kota Palangka Raya, yang digelar Senin (17/9/2018), di halaman Balaikota Palangka Raya, Tampaknya menjadi upacara terakhir  bagi Walikota Palangka Raya HM.Riban Satia dan wakilnya Mofit Saptono Subagio.

Kenapa demikian? pasalnya  pada tanggal 23 September  2018 ini, keduanya akan mengakhiri masa jabatannya  memimpin Kota Palangka Raya dan dilanjutkan oleh pasangan walikota dan wakil walikota Palangka Raya terpilih berikutnya.

Dalam upacara gabungan tersebut, dimanfaatkan Riban dan Mofit untuk berpamitan sekaligus menyampaikan pesan dengan para pejabat dan para ASN dilingkup Pemko Palangka Raya.

“Hari ini mungkin menjadi momen terakhir kami memimpin upacara. Untuk itu kami ucapkan terimakasih atas penghargaan dan loyalitas  kerjasama dan kekeluargaan yang telah terjalin selama kepemimpinan kami,” ungkap Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, yang ketika itu menjadi inspektur upacara sekaligus menyampaikan kata sambutan dengan didampingi Walikota Palangka Raya HM Riban Satia.

Lanjut Mofit mengatakan, masih ada beberapa program yang masih belum dapat terselesaikan sempurna, karenannya diminta segenap pegawai OPD lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya, untuk terus mempersiapkan data-data pendukung dalam laporan penyelenggaraan pemerintah kota Palangka Raya, yang setiap tahun menjadi rutinitas dilaksanakan.

“Setiap ada kekurangan atas laporan ditahun sebelumnya, menjadi catatan dan bahan pelajaran buat kita, agar semakin baik dan berkualitas,” cetusnya.

Dalam kesempatan itu, Mofit juga menekankan, agar semua ASN harus mendukung program pemerintah, termasuk nantinya program walikota dan wakil walikota terpilih. 

“Bekerjalah dengan baik dan jujur serta disiplin,” pintanya.

Diakhir upacara Mofit menyampaikan terimakasih kepada semua pejabat, ASN sekaligus meminta maaf, bila dikepemimpinan dirinya bersama Walikota Palangka Raya HM Riban Satia, banyak didapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan. (MC. Isen Mulang.1/engga)

DPT Pileg 2019 di Palangka Raya 179.253 Jiwa, Hasil Perbaikan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) hasil perbaikan untuk pemilu legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden 2019.

Total DPT yang ditetapkan 179.253 jiwa dengan rincian laki-laki sebanyak 88.981 jiwa dan perempuan sebanyak 90.272 jiwa. DPT Pileg ini dipastikan masih bisa berubah.

Sedangkan jika dirinci per kecamatan yakni Kecamatan Pahandut sebanyak 61.064 jiwa, Kecamatan Jekan Raya 93.207 jiwa, Kecamatan Bukit Batu 8.762 jiwa, Kecamatan Sabangau 12.684 jiwa, dan Kecamatan Rakumpit 2.536 jiwa.

“Meski secara nasional penetapan DPT dilakukan Sabtu (15/8/2018), namun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah mengeluarkan surat edaran untuk memperpanjang penetapan DPT hingga dua bulan lagi,” ucap Anggota KPU Kota Palangka Raya, Ngismatul Choiriyah, Senin (17/9/2018).

Ia mengatakan dengan adanya surat edaran Bawaslu itu maka mau tidak mau KPU akan mematuhinya, sehingga diharapkan ada tambahan DPT bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai calon pemilih.

Maka dari itu ia mengimbau kepada masyarakat Kota Palangka Raya yang namanya belum terdaftar sebagai DPT untuk kiranya melaporkan kepada petugas untuk didata.

Meski demikian pihaknya memastikan DPT yang sudah ditetapkan sudah clear alias tidak ada yang ganda, karena sudah dilakukan perbaikan sebelum diplenokan. (MC. Isen Mulang/engga)

Lomba Meresensi Buku Puisi Esai Tingkat Nasional

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Para mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya antusias mengikuti Lomba Resensi Buku Puisi Esai.

“Lomba ini terbuka untuk umum. Siapa pun boleh mengikuti, kecuali panitia dan penulis buku puisi esai. Peserta bisa meresensi salah satu buku puisi esai atau seluruh buku puisi esai yang dapat diunduh secara daring di Facebook Perpustakaan Puisi Esai Indonesia,” tulis Lukman Zuhara, Senin (17/9/2018).

Dia menuturkan syarat mengikuti lomba yakni resensi minimal 400 kata dengan huruf Times New Roman ukuran 12. Peserta harus menggunggah resensinya di akun Facebook dan menandakan atau mengirimkan juga ke Fanpage Lomba Resensi Puisi Esai Indonesia LPsei. 

Koordinator Panitia Lomba Menulis Resensi Buku Puisi Esai Kalimantan Tengah, DR Imam Qalyubi didampingi anggotanya Elis Setiati dan Lukman Juhara mengatakan sosialisasi ini merupakan upaya menjelaskan mekanisme lomba sekaligus mengakomodasi minat mahasiswa yang ingin berpartisipasi dan perlu mendapat motivasi serta informasi yang jelas dan akurat.

Sedangkan khusus peserta dari Kalteng juga harus mengirimkannya atau menandai Grup Facebook Puisi Esai Kalteng. Jangan lupa di bawah judul resensi cantumkan nama penulis resensi dan provinsi. Batas akhir pengiriman resensi 31 Oktober 2018.

“Secara nasional para pemenang akan memperebutkan hadiah total Rp102 juta. Juara nasional pertama Rp23 juta, juara nasional kedua Rp15 juta, juara III Rp10 juta, dan 10 juara harapan nasional, @Rp5 juta. Selain itu ada 102 juara harapan provinsi @Rp1 juta,” tambahnya.

Panitia menjelaskan cara menulis resensi buku yakni isi resensi meliputi sinopsis, ulasan keunikan keunggulan dan kelemahan, serta kesimpulan atau rekomendasi. Resensi juga harus mencantumkan identitas buku seperti judul buku, nama pengarang, penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, dan tebal buku. (MC. Isen Mulang/engga)

Ingin Rumah Sakit Palangka Raya Miliki Keunggulan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Salah satu komitmen kuat pemerintah Kota Palangka Raya adalah ingin  memiliki rumah sakit dengan berbagai pelayanan berkualitas dan mampu bermanfaat bagi masyarakat.

Hal itu diungkapkan Walikota Palangka Raya HM Riban Satia saat ditanya terkait perkembangan pembangunan Rumah Sakit Palangka Raya saat ini, Minggu (16/9/2018).

Riban berharap, rumah sakit milik Pemko Palangka Raya yang saat ini masih dalam tahap pembangunan, diharapkan kedepan memiliki semangat serta konsep dalam hal meningkatkan kinerja dan pelayanan prima kepada masyarakat. 

“Bila  rumah sakit Palangka Raya telah selesai dibangun, maka manajemennya sudah memiliki konsep dan perencanaan yang kuat, seperti  harus ada keunggulan tersendiri,” cetusnya.

Kata Riban, jangan heran bila saat ini banyak sekali terdengar ada warga yang memilih rumah sakit yang memiliki keunggulan tersendiri, sebut saja hingga rumah sakit di negara Singapura. Hal itu bukanlah tanpa sebab, karena masyarakat memiliki pertimbangan, utamanya dengan melihat sisi manajemen serta  keunggulan.

“Tidak salahnya kita bisa berkhayal memiliki rumah sakit seperti yang ada di Singapura. Dalam arti, inginnya rumah sakit Palangka Raya memiliki keunggulan secara medis pada penyembuhan penyakit dalam,” tandasnya.

Menurut Riban, perkembangan pengelolaan rumah sakit, baik dari aspek manajemen maupun operasional sangat dipengaruhi oleh berbagai tuntutan atas potensi-potensi yang muncul dari keinginan masyarakat, yaitu antara lain bahwa rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga berujung pada tingkat kepuasan masyarakat.

“Saya katakan, buat apa kita memiliki rumah sakit dengan bangunan yang mewah, tapi tanpa didukung prasarana serta SDM didalamnya yang kurang berkualitas. Maka itu kita harus berbeda dan saya yakin hal itu bisa dilakukan,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Lahan Dikawasan Kompleks Kantor Pemko Palangka Raya Dilalap Api

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kota Palangka Raya. Kebakaran terjadi di lahan kosong persis dekat dengan area komplek perkantoran baru Pemerintah Kota Palangka Raya, Minggu (16/9/2018).

Dari informasi yang didapat, api terlihat berkobar membakar lahan dari arah barat. Bahkan kobaran api menjalar dengan cepat  hingga mendekati  kantor Satpol PP Kota Palangka Raya yang terletak di Jalan  G.Obos 14.

Besarnya api yang membakar lahan sontak membuat personil Satpol PP yang sedang piket saat itu berjibaku melakukan pemadaman dan sebagian lainnya langsung menghubungi pihak damkar meminta bantuan.

“Anggota Pol PP yang sedang  piket langsung berusaha melakukan pemadaman dengan cara menyemprotkan api dari keran air yang ada di halaman kantor,” kata Lima, salah satu anggota Satpol PP Kota Palangka Raya.

Ironisnya saat itu kata Lima,  personil damkar maupun personil Pol PP yang datang melakukan pemadaman kesulitan menemukan sumber air dilokasi, sehingga terpaksa  memanfaatkan sejumlah peralatan seadanya seperti selang kecil dan ember.

Dikatakan, walaupun api  tidak sampai menjalar ke kantor Pol.PP dan bisa dipadamkan,  namun sejumlah anggota Satpol PP yang lainnya sempat mengamankan berkas berkas serta dokumen penting di kantor, termasuk  sejumlah kendaraan operasional yang terparkir juga dikeluarkan menjauhi bangunan kantor.

“Ya, itu  dilakukan karena api yang membakar lahan sangat dekat dengan kantor Satpol PP, tutur Lima.

Adapun dalam peristiwa karhutla tersebut, setidaknya ada empat mobil pemadam yang datang membantu melakukan pemadaman. Antara lain dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta mobil damkar dan Dinas Kehutanan. Bahkan satu unit helikopter dari BPBN yang stay di Palangka Raya turut membantu melakukan water bom di area yang terbakar. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Penyerahan “Pataka” Kepada Provinsi Sulteng Sebagai Pelaksana TKTB se-Indonesia Tahun 2019

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksanaan perhelatan Temu Karya Taman Budaya  (TKTB) se-Indonesia ke-17, Museum Basoeki Abdullah dan Galeri Nasional di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, yang berlangsung sejak 12-16 September 2018, telah usai sudah.

Bertempat di teater UPT Taman Budaya Provinsi Kalimantan Tengah Jalan Temanggung Tilung Palangka Raya, event tahunan yang dirangkai dengan mempertunjukan seni dan budaya dari 27 provinsi se Indonesia itu, ditutup secara resmi oleh Gubernur Kalteng H.Sugianto Sabran, Sabtu malam (15/9/2018).

“Kami selaku tuan rumah menghaturkan terimakasih kepada semua pihak, serta  dukungan masyarakat guna mendukung acara ini. Segala kekurangan mohon dimaafkan, karena kami manusia biasa yang juga bisa melakukan kesalahan,” ungkap Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng, Guntur Talajan dalam laporannya.

Menurutnya, selama empat hari kegiatan TKTB, para tim masing-masing kontingen telah mempertunjukan penampilan seni dan keberagaman budaya kepada ribuan warga Palangka Raya serta tamu event, yang antusias memenuhi arena teater Taman Budaya di “Kota Cantik” Palangka Raya.

Sementara itu Gubernur Kalteng H.Sugianto Sabran mengatakan pihaknya sangat berterimakasih kepada semua stakeholder yang turut membantu terlaksananya kegiatan itu, sesuai dengan yang direncanakan.

“Saya selaku gubernur sekaligus mewakili wakil gubernur dan walikota Palangka Raya menghaturkan terimakasih kepada Kemendikbud RI yang telah memilih Kalteng sebagai tuan rumah event ini. Kami bangga atas kepercayaan itu,”haturnya.

Kata gubernur, melalui kebudayaan akan memberikan nilai bagi pembentukan karakter bangsa sehingga harus mampu digerakan. “Bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan,” ujar Sugianto.

Adapun acara penutupan tersebut dihadiri perwakilan Ditjen Kementerian Kesenian Kemendikbud RI, anggota DPR RI asal Kalteng Rahmad Hamka Nasution, Plt Sekda Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, H Agustiar Sabran, kepala UPT Taman Budaya dari 27 provinsi se Indonesia maupun jajaran OPD dan Forkopimda lingkup Provinsi Kalteng dan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Acara penutupan ditandai dengan pemukulan “Katambung” serta penyerahan “Pataka” dari Provinsi Kalteng kepada Provinsi Sulawesi  Tengah yang menjadi tuan rumah pelaksana Temu Karya Taman Budaya  se-Indonesia ke -18 tahun 2019 mendatang. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Kunker DPRD Kabupaten HSU ke PDAM Kota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – PDAM Kota Palangka Raya menerima kunjungan kerja dari DPRD Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sabtu (15/9-2018) di Kantor PDAM Kota Palangka Raya.

Rombongan DPRD Kabupaten  Hulu Sungai Utara dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten HSU, Sahrujani,

Kunjungan selain menjalin silaturahmi, kedua belah pihak saling berbagi informasi terkait kondisi masing-masing, baik PDAM Kota Palangka Raya maupun PDAM Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Dalam pertemuan ini membicarakan tentang status badan usaha terkait dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Perusahaan Daerah.

Direktur PDAM, Budi Harjono menyampaikan kondisi PDAM saat ini dan program kerja ke depan. PDAM  Kota Palangka Raya mendapatkan bantuan dana dari APBD Kota Palangka Raya yakni Penyertaan modal Pemda sebagai konsekwensi dari penyertaan modal pemerintah daerah.

Tujuan DPRD Kabupaten HSU melakukan kunker dalam rangka mempelajari prosedur  penganggaran dalam APBD Kota Palangka Raya tentang penyertaan modal pemda (bantuan modal kepada PDAM)

Pertemuan diakhiri dengan pertukaran cinderamata. (MC. Isen Mulang/Iin/engga)

Memukaunya Pentas Kesenian TKTB di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Penampilan para duta seni dari kontingen perwakilan provinsi di Indonesia yang mengikuti pentas seni daerah yang digelar di teater terbuka Taman Budaya Palangka Raya, berhasil memukau ribuan  penonton di Kota Palangka Raya.

Kegiatan pentas seni daerah itu sendiri merupakan rangkaian dari perhelatan Temu Karya Taman Budaya  (TKTB) se Indonesia ke-17, Museum Basoeki Abdullah dan Galeri Nasional  yang digelar dari tanggal 12-16 September 2018 di Kota Palangka Raya.

Dari pantauan awak Media Center di arena teater terbuka Taman Budaya Palangka Raya, terhitung selama tiga malam berturut-turut, yakni dari tanggal 12 sampai dengan 14 September 2018, penampilan para duta seni dari kontingen perwakilan provinsi yang mendapatkan jadwal manggung, terlihat tampil apik, enerjik dan mampu menggambarkan makna seni budaya untuk disampaikan kepada ribuan penonton yang menyaksikan 

Seperti dihari pertama kegiatan, tim kesenian Provinsi  Kalteng, terlihat tampil penuh energi dengan menampilkan teatrikal tari yang mengandung makna serta cerita budaya yang ada di Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila. Hal yang sama juga dipertunjukan tim kesenian Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Jawa Barat dan  Sulawesi Tenggara

Begitupula dihari kedua, setidaknya ada 13 tim kesenian perwakilan provinsi yang tampil dan mampu memukau penonton. Seperti halnya, tim kesenian Sumatera Utara yang menampilkan teatrikal tari yang diiringi musik khas serta puisi mampu membuat  penonton dan tamu TKTB terkagum-kagum.

Dimalam ketiga pelaksanaan pentas kesenian, juga terlihat tim kesenian daerah di Indonesia mampu mempersembahkan karya kreatif budayanya dengan baik. Seperti tarian dari Provinsi Riau, Jawa Timur maupun Papua yang mengundang aplus meriah penonton. Begitu pula paduan suara serta olah vokal yang berhasil dibawakan tim kesenian Provinsi Maluku, dengan mampu membuat merinding para penonton yang datang berbondong-bondong ke arena panggung teater

“Ya, saya merasa terhipnotis dan merinding melihat penampilan para penggiat seni budaya  dari daerah-daerah di Indonesia. Hasil karya anak bangsa ini perlu dilestarikan dan dikembangkan,”ucap Cornelia seniman warga Palangka Raya, Jumat (14/9/2018) malam.

Sebelumnya Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Restu Gunawan mengatakan, temu karya taman budaya menjadi ajang bergengsi bagi para seniman ditanah air untuk memperkenalkan hasil karyanya.

“Dari sini akan muncul spirit persaudaraan dalam mengembangkan seni budaya, sesuai UU nomor 5 tahun 2015 tentang kebudayaan,” tuturnya saat pembukaan event nasional itu. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Pameran Seni Rupa “Ars Tropika” Mampu Menarik Perhatian

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pameran seni rupa dengan tajuk “Ars Tropika”  pada perhelatan Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia ke-17, Museum Basoeki Abdullah dan Galeri Nasional yang digelar di Kota Palangka Raya dari tanggal 12-16 September 2018, mampu menarik  perhatian.

Keunikan karya-karya para seniman Indonesia  yang dipamerkan pada pameran ars tropika ini, tidak hanya menarik perhatian warga Palangka Raya, namum juga para tamu peserta temu karya taman budaya, yang datang silih berganti mengabadikan setiap sisi ruang pameran, seolah-olah tak ingin melewatkan untuk mendokumentasikan karya-karya seni bernilai tinggi tersebut. 

Dalam pameran itu terlihat mendominasi karya-karya lukisan seniman tanah air, yang dilengkapi dengan katalog serta memuat informasi mengenai profil para seniman beserta hasil karyanya.

“Lukisan yang berkelas, dan ini hanya mampu dihasilkan seorang seniman sejati dalam menuangkan kepiawaiannya  melukis. Kita mengagumi hasil karya mereka,” ungkap Sri salah seorang pengunjung pameran ars tropika, Jum’at (14/9/2018) malam.

Sebelumnya, Kepala Galeri Nasional Indonesia (GNI), Pustanto mengatakan pameran seni rupa dengan tajuk ars tropika, sebagai bentuk peran GNI dalam mendukung acara Temu Karya Taman Budaya  ke-17, yang diselenggarakan di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah sebagai tuan rumah.

“Pameran ars tropika menampilkan 45 karya seni rupa hasil olah artistik 30 perupa dari berbagai daerah di Indonesia, dan tujuh perupa Indonesia yang karyanya telah menjadi koleksi GNI atau koleksi negara,”bebernya. 

Adapun kurator pameran Sudjud Dartanto mengungkapkan karya-karya perupa dalam kegiatan pameran ars tropika, sengaja dihadirkan dengan tujuan untuk memperlihatkan wacana naturalisme yang ditandai dengan kekuatan, keindahan, jiwa alam dan isinya.

Selain itu menghadirkan lagi seni yang lahir dari daerah tropis dan wacana seni tropis yang belakangan ini kurang mendapat perhatian dalam dunia seni rupa. 

“Sebagai momentum simbolik ketika pameran ini diselenggarakan tepat diparu-paru Indonesia dengan situasi geo-kulturalnya. Pameran ini dapat menjadi kontekstual dalam memamerkan wacana seni tropis,” tulis Sudjud. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Pemko Palangka Raya Apresiasi Temu Karya Taman Budaya Se Indonesia

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Apresiasi disampaikan pemerintah kota (Pemko) Palangka Raya dalam agenda nasional Temu Karya Taman Budaya  (TKTB) se-Indonesia ke-17, Museum Basoeki Abdullah dan Galeri Nasional yang digelar di Kota Palangka Raya dari tanggal 12-16 September 2018. Apresiasi tersebut disampaikan langsung Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, Sabtu (15/9/2018) .

Mofit menyebutkan persoalan-persoalan seni budaya adalah elemen paling penting dalam negara Indonesia. Terlebih bangsa ini memiliki banyak keragaman budaya yang ada di seluruh penjuru dari Sabang sampai Merauke.

“Maka itu kegiatan ini sebenarnya merupakan media untuk membuktikan bahwasanya Indonesia memiliki satu kekuatan yang sangat luar biasa, yakni budaya,” ujarnya.

Kata Mofit, budaya itu dapat dijadikan suatu komoditi untuk diperkenalkan kepada bangsa-bangsa internasional, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan bisa mempersatukanya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bicara komitmen, Mofit menegaskan Pemko Palangka Raya terus berupaya  melestarikan budaya, karena hal itu disadari tidak bisa diubah maupun dilepaskan dari pemerintahan.

“Pemko Palangka Raya bahkan memiliki komitmen dalam hal itu, terutama terkait budaya, seni dan berbagai hal tradisi dari Palangka Raya, sehingga bisa menjadi nilai tambah dalam memberikan perkenalan bagi masyarakat atau bangsa lain,”tegasnya.

Mofit menambahkan pemerintah daerah kedepan diharapkan mampu terus melestarikan budaya dan mengembangkannya, sehingga dapat menjadi salah satu tulang punggung perekonomian bagi masyarakat.

“Kita memiliki hutan, sungai dan danau, termasuk budaya yang  beragam, bila dipadukan atau dikembangkan serta dilestarikan dapat menjadi destinasi wisata yang tangguh,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)