Mulai 1 Oktober, Bagi Pelanggar Perda Sampah di Palangka Raya Akan Ditindak

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Mulai tanggal 1 Oktober 2018, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, melalui tim penegak peraturan daerah (Perda), akan melakukan penindakan /razia terhadap pelanggar Perda No 1 tahun 2017, tentang pengelolaan sampah dan kebersihan.

Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman  (Disperkim) Kota Palangka Raya. M. Alfath, menegaskan, perda tentang pengelolaan sampah dan kebersihan sudah ditindak lanjuti dengan peraturan walikota Palangka Raya nomor 43 tahun 2017 tentang pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai pedoman teknis pelaksanaannya. 

“Maka dihimbau kepada seluruh masyarakat Kota Palangka Raya, untuk dapat memperhatikan dan melaksanakan ketentuan – ketentuan dalam peraturan daerah nomor 1 tahun 2017 tersebut,” harapnya, Rabu (19/9/2018).

Dijelaskan, dalam perda itu telah diatur ketentuan jam membuang sampah di TPS, yakni dimulai pukul 16.00 WIB sore sampai dengan pukul 07.00 WIB pagi.

Sedangkan untuk jam pembuangan sampah ke transfer depo sampah dilakukan pada  pagi hari dimulai pukul 04.00 WIB pagi sampai dengan pukul 11.00 WIB siang. Bisa dilakukan pula dari sore hari dimulai pukul 15.00 WIB  sampai dengan pukul 22.00 WIB.

Dalam perda ditegaskan pula larangan pembuangan sampah yang ditujukan pada setiap orang, kelompok dan badan usaha, yakni dilarang untuk membuang limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya) ke dalam TPS dan transfer depo sampah. 

Selain itu dilarang pula membakar sampah di lingkungan tempat tinggal, di TPS dan transfer depo sampah, membongkar sampah di dalam bak TPS, membuang sampah sisa tebangan pohon, bongkaran bangunan dan kaca di TPS dan transfer depo sampah. Akan tetapi semuanya harus dibuang  ke TPA Jalan Tjilik Riwut Km 14 Palangka Raya.

Larangan keras juga dialamatkan kepada mereka yang membuang sampah di luar bak TPS yang telah disediakan, merusak fasilitas kebersihan baik yang dibangun atau swadaya masyarakat dan atau oleh pemerintah daerah, membuang sampah di drainase/selokan dan sungai.

“Selain itu ditegaskan pula larangan membuang sampah ke TPS atau transfer depo sampah dengan jumlah yang melebihi kententuan yaitu lebih dari 2,5 M3, namun buanglah sampah tersebut ke TPA Km.14,” sebut Alfath.

Dalam bagian lain lanjutnya, dianjurkan pula kewajiban masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dengan cara yang berwawasan lingkungan sekaligus memilah sampah tersebut.

Selain itu berkewajiban pula menyediakan atau membuat tempat sampah pada lingkungan tempat tinggal, tempat usaha, kendaraan darat (roda 4 atau lebih) maupun sungai yang dimilikinya.

“Bagi yang melanggar ketentuan jam buang sampah dan larangan pembuangan sampah maka akan dikenakan sanksi (pidana) 1 (satu) bulan kurungan atau denda maksimal Rp. 1 juta rupiah,” pungkas Alfath. (MC. Isen Mulang.1/engga)

6.820 Anjing di Palangka Raya Sudah Diberi VAR

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemberian vaksin anti rabies (VAR) terhadap hewan rabies terutama jenis anjing di Kota Palangka Raya pada 2018 ini sudah dilakukan untuk 6.820 ekor anjing atau mencapai 98 persen.

Hal tersebut disampaikan Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Verteriner (Kesmavet) pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, Sumardi, Rabu (19/09/2018).

Menurutnya capaian pemberian vaksin anti rabies terhadap hewan penular rabies itu sudah mendekati target capaian. Dimana DKPP menargetkan di tahun ini dilakukan pemberian vaksin sebanyak 7.000 ekor.

“Kalau untuk saat ini pemberian vaksin lebih difokuskan pada anjing,” jelas Sumardi.

Diungkapkan, dalam pemberian vaksin selain dilaksanakan oleh petugas DKPP, pelaksanaan pemberian vaksinasi juga dibantu oleh kader vasinator.

Gencarnya pemberian vaksin ini, bukanlah tanpa sebab, mengingat penyakit rabies dapat ditularkan oleh hewan yang  berjenis berdarah panas. Seperti anjing, kera, maupun kucing. Terlebih hewan-hewan ini sudah terjangkit hewan yang sudah terkena rabies melalui gigitan atau terkena luka maupun liur hewan positif rabies.

“Bila dicermati selama ini, maka lebih dari 90 persen penularan rabies, lebih  disebabkan oleh gigitan anjing yang positif rabies,” tutur Sumardi.

Adapun untuk mengetahui tanda-tanda hewan yang terjangkit rabies antara lain, terlihat keluar air liur hewan, bila hewan peliharaan maka terlihat sudah tidak menuruti lagi dengan pemilik. Bahkan terkesan ganas dan bisa menggigit apa yang ditemui. 
Ciri lainnya, hewan kebanyakan menyendiri atau sering bersembunyi di tempat teduh dan sejuk. 

“Masyarakat, harus awasi dan waspada terhadap anjing liar maupun peliharaan dengan melihat kondisi fisiknya. Bila positif kita terkena gigitan hewan yang sudah rabies, maka segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit,” ingat Suwardi. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Palangka Raya Kota Harati, Sambut Wacana Pemindahan Ibukota

MEDIA CENTER, Palangka Raya – “Palangka Raya kota Harati menyambut wacana pemindahan ibukota” adalah menjadi tema dari kegiatan seminar nasional yang digelar Pemerintah Kota Palangka Raya bekerjasama dengan Program Pendidikan Vokasi  Universitas Indonesia, Universitas Palangka Raya dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, yang mengambil tempat di Hotel Pullman Jakarta Indonesia, Selasa (18/9/2018).

Seminar nasional dengan tajuk optimalisasi penataan ruang Kota Palangka Raya itu dihadiri langsung Walikota Palangka Raya HM Riban Satia dan wakilnya Mofit Saptono Subagio, Ketua DPRD Kota Palangka  Raya Sigit K Yunianto, anggota DPR-RI asal Kalteng, anggota DPD Perwakilan Kalteng, Kapolres Palangka Raya, seluruh kepala dinas dan badan se Kota Palangka Raya dan seluruh pimpinan perguruan tinggi di Kota Palangka Raya.

“Tujuan pelaksanaan seminar nasional pada hari ini sangat strategis dalam rangka memperkaya ruang kajian mewujudkan Kota Palangka Raya ideal dimasa akan datang, terutama untuk memperkuat posisi tawar Kota Palangka Raya sebagai calon ibu kota pemerintahan RI,” ungkap Walikota Palangka Raya HM Riban Satia dalam sambutannya pada seminar tersebut.

Menurutnya, kajian optimalisasi penataan ruang dapat menjadi solusi terbaik bagi pengembangan kawasan perkotaan, karena dapat memenuhi kebutuhan masa kini, tanpa mengurangi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan generasi mendatang.

Dalam arti luas, pemindahan ibukota harus mampu mengelola penataan kota. Sebuah kota harus mempunyai nilai estetika dan suasana yang baik agar kota tersebut nyaman. Sebab itulah penataan sebuah kota harus optimal.

“Kota Palangka Raya mempunyai cita-cita luhur terutama dari pendahulu Bung Karno yang memiliki konsep  3M untuk Kota Palangka Raya, yakni modal, model dan modern,” papar Riban.

Adapun dalam seminar itu diundang pula para pemateri/ narasumber, antara lain  Airin Rachmi Diany yang merupakan  Walikota Tangerang Selatan, Yayat Supriatna Pakar Perkotaan dan Antony Sihombing, Ahli Perancangan Perkotaan, Universitas Indonesia.

Dalam kesempatan itu Walikota Palangka Raya HM Riban Satia juga diminta menjadi pemateri dan narasumber kegiatan seminar.  Pada kesempatan tersebut walikota berbicara tentang  penataan ruang Kota Palangka Raya.

Seminar ini juga menghadirkan pemakalah dari berbagai provinsi di Indonesia yang menyajikan hasil studi  mereka terkait dengan pengembangan tata kota di provinsinya masing-masing. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Seminar Nasional Optimalisasi Penataan Ruang Kota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Setidaknya ada empat pemateri/ narasumber yang memberikan paparannya pada seminar nasional yang digelar Pemerintah Kota Palangka Raya bekerjasama dengan Program Pendidikan Vokasi  Universitas Indonesia, Universitas Palangka Raya dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, yang mengambil tempat di Hotel Pullman Jakarta Indonesia, Selasa (18/9/2018).

Pemateri tersebut antara lain  Airin Rachmi Diany yang merupakan Walikota Tangerang Selatan, Yayat Supriatna Pakar Perkotaan,  Antony Sihombing, Ahli Perancangan Perkotaan, Universitas Indonesia, serta Walikota Palangka Raya HM Riban Satia.

“Perlu tujuan mendasar dalam memperkaya ruang kajian mewujudkan Kota Palangka Raya yang ideal dimasa akan datang, sekaligus dapat menjadi solusi terbaik bagi pengembangan kawasan,” ungkap Riban yang saat itu menjadi pemateri pertama seminar.

Mengangkat tema “penataan ruang Kota Palangka Raya” Riban berbicara, bahwa perkotaan yang ideal harus dapat memenuhi kebutuhan kota masa kini.

Dikatakan, penataan Kota Palangka Raya harus optimal dilakukan manakala wacana pemindahan ibukota ke Palangka Raya jadi dilakukan. Dimana pemikiran pembangunan harus berorientasi bahwa hasilnya dapat dinikmati untuk 100 tahun kedepan 

“Konsep pembangunan Kota Palangka Raya erat dengan cita-cita luhur Bung Karno, yaitu melalui 3M.Yakni Modal, Model dan Modern,” paparnya.

Adapun Airin Rachmi Diany, Walikota Tangerang Selatan yang mengangkat tema penanganan permasalahan penataan kota menekankan, bahwa perencanaan adalah kunci utama dan komitmen harus dilakukan dalam menjalankan tata kota. “Pemerintah kota harus mampu membangun kolaborasi dengan banyak pihak,” cetusnya.

Adapun Yayat Supriatna, Pakar Perkotaan yang mengangkat tema ‘teknologi pembangunan kota dimasa depan’, menekankan bahwa sistem layanan perkotaan berubah secara mendasar. 

“Konsep Smart City sangat penting untuk terus didukung. Smart City adalah membangun keadaban kota.,”ulasnya.

Antony Sihombing, Wakil Direktur Program Pendidikan Vokasi UI mengatakan bahwa Palangka Raya ini merupakan kota zero gempa dan sudah dibuat perencanaannya untuk ibu kota. “Kalimatan secara geografis sangat strategis dan Palangka Raya berada ditengah Kalimantan,” terangnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Lima Sub Sektor Utama Potensi Wilayah Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Bappeda Kota Palangka Raya, Akhmad Fordiansyah mengatakan, sebagai bagian dari rencana pengembangan rencana tata ruang wilayah kota (RTRWK), Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, sejauh ini telah fokus membangun pusat kegiatan ekonomi sosial.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pemko melakukan pengembangan kawasan kota kedalam lima sub sektor utama sesuai dengan potensi daerah,” ungkapnya, Selasa (18/9/2018)

Kelima sub sektor utama itu, mulai dari sub Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) I, yakni di Kelurahan Tumbang Rungan. Kawasan ini dikembangkan sebagai wilayah pertambangan, perikanan, perdagangan dan jasa, peternakan dan pariwisata. 

Kemudian sub PPK II Kelurahan Bukit tunggal, dimana kawasan ini sebagai titik pengembangan peternakan, pertambangan dan pertanian lahan kering. Selanjutnya Sub PPK III di kelurahan Kereng Bangkirai, Sabaru, Kalampangan, Danau Tundai, dan Bereng Bengkel yaitu sebagai kawasan industri, peternakan, perikanan, pertambangan, pertanian lahan kering dan transportasi sungai.

Sedangkan Sub PPK IV, di Kelurahan Marang, Tumbang Tahai, Banturung, Tangkiling, Sei Gohong, dan Bukit Batu sebagai kawasan pariwisata, perikanan, pertambangan, pertanian lahan kering, perdagangan dan jasa. 

Terakhir ada sub PPK V di kawasan Kelurahan Petuk Bukit, Pager, Panjeheng, Gaung Baru, dan Bukit Sua. Kawasan ini dijadikan titik pertanian lahan kering, transportasi sungai, industri perikanan dan pertambangan.

“Selama ini kelima sub potensi daerah ini, telah diaplikasikan dalam rencana pembangunan jangka menengah dan panjang (RPJMP).” Rancangan ini disusun berdasarkan target tahunan yang harus dicapai,” tutur Fordi.

Dikatakan, selama lima tahun kepemimpinan Walikota Palangka Raya HM Riban Satia dan Wakilnya, Mofit Saptono Subagio, maka kelima potensi daerah tersebut dilakukan bertahap hingga sampai dilakukan pemantapan pembangunan Kota Palangka Raya di segala bidang. 

“Seiring dengan itu, kualitas pelayanan publik juga didorong agar lebih murah, cepat transparan dan akuntabel, untuk memenuhi standar pelayanan minimal di semua tingkatan,” ucapnya.

Sejauh ini tambahnya, banyak perubahan di ‘Kota Cantik’ Palangka Raya, terutama dari segi infrastruktur dan layanan jasa terlihat terus meningkat. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Budidaya Ikan Keramba dan Kolam Dinilai Tepat Untuk Kota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Pakangka Raya – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalteng yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Sugianor mengatakan, pembudidayaan ikan keramba dan ikan kolam, sangat cocok bila dikembangkan secara optimal di Kota Palangka Raya.

Menurutnya, dua sistem pengembangan pembudidayaan ikan tersebut, mampu berhasil serta menjadi peluang bisnis yang cukup bagus. Asalkan, sistem pembudidayaan dapat dilakukan secara tepat.

“Sejauh ini ada upaya para penggiat ikan air kolam ataupun keramba untuk mau melakukan pengembangan. Namun kelemahan, terletak pada kemampuan SDM terutama teknik pembudidayaan,” ungkapnya Selasa (18/9/2018).

Dikatakan, adanya upaya pembudidaya ikan ini, semestinya harus mendapat perhatian kuat Pemerintah Kota Palangka Raya.Terutama bagaimana mendorong petani ikan untuk meningkatkan kemampuan dalam pembudidayaan.

Hal tersebut dilakukan, bukanlah tanpa sebab, mengingat tidak sedikit para petani ikan air kolam ataupun keramba, yang harus putus ditengah jalan, manakala pembudidayaannya tidak berjalan maksimal.

“Saya pikir, program bantuan perikanan harus lebih dikuatkan lagi. Seperti memprogramkan pemberian bibit ikan maupun pakan ikan,” cetus Sugianor.

Dalam bagian lain kata dia, instansi terkait harus mampu memberikan pengetahuan ataupun keterampilan bagi para petani ikan, bagaimana pembudidayaan yang tepat. 

Semisalkan berkaca dari daerah lain, dimana ada pemerintah daerahnya mendatangkan para ahli perikanan untuk memberikan penguatan pengetahuan bagi petani ikan. Bahkan sampai ada percontohan kolam ikan atau keramba, yang dapat diadobsi teknik pengembangannya oleh para petani ikan.

“Potensi perikanan di Kota Palangka Raya ini sangat berpotensi untuk dikembangkan, terlebih wilayahnya dikelilingi sungai besar” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Pemko Palangka Raya Gelar Seminar Nasional di Jakarta

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menggandeng Universitas Indonesia (UI), menggelar seminar nasional di Jakarta, yang dijadwalkan pada Selasa 18 September 2018 ini.

Dalam seminar itu diundang Gubernur Kalteng H.Sugianto Sabran, seluruh pimpinan perguruan tinggi di Kota Palangka Raya, anggota DPR-RI asal Kalteng, Anggota DPD Perwakilan Kalteng, seluruh kepala dinas dan badan se Kota Palangka Raya. 

Selain itu hadir pula  pembicara Kepala Bapenas, Walikota Surabaya dan Walikota Tanggerang Selatan serta ahli tata ruang dari Universitas Padjajaran.

Walikota Palangka Raya HM Riban Satia membenarkan hal tersebut. “Seminar nasional ini adalah tindak lanjut terkait rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) maupun rencana tata ruang kota (RTRWK),” ungkapnya, Senin (17/9/2018)..

Dikatakan, seminar itu juga bertujuan untuk memperkuat posisi tawar Kota Palangka Raya ke pemerintah pusat, sebagai calon ibu kota pemerintahan RI.

“Optimalisasi penataan ruang Kota Palangka Raya, yang berorientasi dari pendahulu “Bung Karno”menjadi isu strategis disaat wacana pemindahan ibukota pemerintahan bergulir,” jelas Riban

Menurutnya, wacana pemindahan pemerintahan ibukota ke Palangka Raya, tentu tidak mudah begitu saja. Akan tetapi harus melalui kajian serta pola pikir jauh. Yakni bagaimana  untuk 100 tahun akan datang.

Ibarat kata, bila jadi Kota Palangka Raya sebagai pusat ibukota pemerintahan, maka kemajuan apapun harus ditafsir bisa mengakomodir kepentingan generasi untuk 100 tahun kedepan. 

“Dengan catatan, kondisinya tidak sama dengan kondisi Ibukota Jakarta saat ini yang penuh dengan kepadatan,” tutup Riban. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Walikota Palangka Raya dan Ketua DPRD akan mengunjungi Korban Gempa di Lombok

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya bersama dengan pihak DPRD kota, dalam waktu dekat ini akan memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto, Senin (17/9/2018).

Dikatakan, pihak pemko dan DPRD Kota Palangka Raya sejauh ini telah mengalokasikan dana khusus bagi para korban gempa Lombok, yakni sebesar Rp 150 juta, yang bersumber dari dana tak terduga dalam APBD Kota Palangka Raya.

“Bantuan dana ini sebagai bentuk kepedulian kepada saudara kita  yang ada di Lombok. Hal ini juga sejalan dengan  instruksi langsung dari Presiden RI Joko Widodo, bahwasanya kita harus bergotong royong membantu korban bencana alam disana,” tambahnya lagi.

Lanjut Sigit, bila tidak ada halangan, pada tanggal 20 September 2018 ini, dirinya bersama Walikota Palangka Raya HM Riban Satia akan bertolak ke NTB, dan secara langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada pihak Pemerintah Kota Lombok. 

Peristiwa gempa Lombok, sudah barang tentu membuat semua masyarakat berempati, termasuk masyarakat Kota Palangka Raya. 

“Sebab itulah, dengan adanya bantuan dari Palangka Raya sedikit banyak dapat membantu untuk meringankan beban para korban gempa,” ujarnya.

Tambah Sigit, selain untuk menyerahkan bantuan, disana mereka juga akan melihat langsung kondisi korban, penampungan pengungsi dan penanganan korban gempa secara umum oleh pemerintah maupun Pemda Lombok-NTB. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Masyarakat Palangka Raya, Jangan Coba-coba Bakar Lahan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio  kembali mengingatkan masyarakat, maupun perusahaan perkebunan ataupun para pengembang perumahan yang ada di wilayah Palangka Raya, agar jangan mencoba-coba melakukan pembakaran, hutan dan lahan  pada musim kemarau ditahun ini.

“Kan, sudah jelas secara aturan, bahkan pemerintah pusat telah menetapkan ketentuan tidak adanya aktivitas pembakaran hutan dan lahan apapun bentuknya dimusim kemarau. Nah, ini harus ditaati, ungkapnya, Senin (17/9/2018)

Kata Mofit, Pemerintah Kota Palangka Raya sudah barang tentu akan bersinergi dengan pihak TNI maupun Polri untuk melakukan pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Aturan sudah jelas, kalau ada yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan, akan menerima tindakan tegas berdasarkan hukum. Jadi jangan coba-coba untuk membakar lahan,” tegasnya.

Menurut Mofit, aksi pembakaran lahan yang menimbulkan bencana kabut asap, tentu akan berdampak negatif dalam banyak sisi. Seperti merugikan kesehatan dan merugikan berbagai aktifitas termasuk ekonomi, sosial kemasyarakatan.

“Bahkan dampaknya pun kerap dikeluhkan masyarakat internasional, karena bencana asap turut mempengaruhi aktivitas kesehatan termasuk arus penerbangan,” sebutnya.

Karenanya tambah Mofit, bencana kabut asap seperti yang terjadi pada tahun 2015 yang lalu, jangan sampai terjadi lagi. Oleh sebab itu masyarakat harus turut serta membantu melakukan tindakan pencegahan terjadinya karhutla. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Pramuka Diminta Konsisten dan Fokus Mendidik Karakter

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Gerakan Pramuka Indonesia, terutama yang ada di Kota Palangka Raya diharapkan tetap konsisten dan fokus untuk mendidik karakter kaum muda Indonesia untuk bersatu menjaga persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI.

Permintaan itu disampaikan Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio saat membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault , sekaligus menjadi inspektur upacara gabungan peringatan hari Pramuka ke-57 tingkat Kota Palangka Raya, Senin (17/9/2018), di halaman Balaikota Palangka Raya.

Mofit yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Palangka Raya ini melanjutkan, pada tanggal 14 Agustus yang lalu, telah diperingati hari gerakan Pramuka ke  57, yang mengangkat tema “Pramuka perekat NKRI”.

Dari tema tersebut tercermin  dan besar harapan Pramuka Indonesia harus selalu mengedepankan untuk membangun karakter kaum muda. Untuk itu diharapkan  kepada seluruh jajaran Pramuka, merapatkan barisan, untuk bekerjasama secara sinergis guna mempercepat dan mewujudkan kaum muda Indonesia yang berkepribadian luhur, berkarakter, berwatak handal dalam berfikir dan bertindak.

“Terpenting lagi memiliki jiwa bela negara dan terampil dalam berbagai kecakapan sebagai bekal hidup kelak,” papar Mofit.

Dikatakan, pendidikan kepramukaan selama ini telah mendasarkan pada Satya Darma Pramuka, dimana harus benar-benar tertanam dalam hati setiap insan Pramuka. Sebagai pedoman bersikap dan berperilaku. 

“Maka itu Pramuka harus berperan lebih, terutama mendidik generasi muda milenial dewasa ini” jelas Mofit.

Adapun dalam kegiatan upacara tersebut, terkhusus pada rangkaian Pramuka ke-57 tingkat Kota Palangka Raya, dihadiri para anggota Pramuka, mulai dari tingkat Siaga, Penggalang, Penegak dan Pendega, serta para majelis pembimbing, andalan, pelatih, pembina, Pamong Saka maupun instruktur dilingkup Kwarcap Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)