Pemko Palangka Raya Launching Senam Kalteng Barigas

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Riban Satia berserta istri dan aparatur sipil negara (ASN) melakukan senam pagi di halaman kantor balai kota, Jumat (31/8/2018).

Momen ini dimanfaatkan walikota untuk me-launching Senam Kalteng Barigas (Sehat). Diluncurkannya senam sehat ini untuk mengimbangi program Kalteng Barigas yang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Walikota mengharapkan dengan telah di-launchingnya Senam Kalteng Barigas ini dibudayakan oleh masyarakat Kota Palangka Raya dengan cara olahraga.

“Senam Kalteng Barigas tidak mesti harus dilakukan dengan cara ramai-ramai dengan orang banyak, tetapi bisa dilakukan sendiri, misalnya dengan jalan kaki dan lari,” tuturnya.

Menurut walikota, berolahraga itu sangat penting dilakukan oleh semua orang, karena dengan berolahraga menjadikan tubuh sehat dan bugar.

“Saya mengharapkan Senam Kalteng Barigas ini disosialisasikan kepada masyarakat mulai para lansia dan anak-anak. Soal waktunya tidak mesti hari Jumat,” imbuhnya.

Soal tempat, menurut walikota bisa di mana saja untuk melakukan Senam Kalteng Barigas. Bisa di taman dan ruang terbuka hijau. Apalagi di wilayah Kota Palangka Raya cukup banyak ruang terbuka hijau, sehingga bisa dijadikan untuk lokasi senam. (MC. Isen Mulang/engga)

Jalan Menuju Penangkaran Rusa di Petuk Bukit Ditingkatkan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya serius untuk melakukan penangkaran rusa. Wilayah Kelurahan Petuk Bukit, Kecamatan Rakumpit dipilih menjadi lokasi penangkaran rusa.

Untuk mendukung program ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya diminta membuatkan badan jalan menuju lokasi penangkaran rusa.

Saat ini Jalan Batuah, Kelurahan Petuk Bukit dilakukan peningkatan oleh PUPR. Jalan selebar lima meter ini ditingkatkan menjadi agregat dan tahun depan baru diaspal.

“Biaya peningkatan Jalan Batuah menghabiskan dana Rp10 miliar,” kata Plt Kepala Dinas PUPR Kota Palangka Raya Albert Tombak, Jumat (31/8/2018).

Di sepanjang jalan yang ditingkatkan ini juga dibuat 11 box culver. Jalan yang dibangun ini nantinya juga akan dikoneksikan dengan Km 38 Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu.

Albert menjelaskan pembangunan infrastruktur untuk penangkaran rusa adalah dinasnya, namun untuk yang memeliharanya nanti adalah Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)

Pemko Palangka Raya dan Pemprov Kalteng Bersinergi Benahi Infrastruktur Jalan

MEDIA CENTER, Palangka Raya -Pemerintah Kota Palangka Raya dan Pemerintah Provinsi Kalteng berupaya serius meningkatkan infrastruktur jalan, khususnya jalan di dalam kota Palangka Raya.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Alfian Batnakanti, mengungkapkan apresiasinya kepada pemko maupun pemprov yang terus melakukan perbaikan titik-titik jalan di dalam kota, ibukota Provinsi Kalteng tersebut.

“Tentunya kita mengapresiasi kerja keras yang selama ini terus dilakukan melalui dinas terkaitnya, karena saat ini sudah terbukti beberapa jalan dalam kota yang dulunya sangat memprihatinkan kini sudah baik dan mulus,” ucapnya, Jum’at (31/8/2018).

Pun demikian kata dia, diharapkan semua pekerjaan tersebut mempunyai ketahanan dalam waktu yang lama, atau bisa dikatakan mempunyai rencana jangka panjang, tidak hanya membangun dengan asal-asalan.

“Dalam setiap membangun hendaknya memperhatikan kualitas, bahkan juga tidak lupa merencanakan dengan jangka panjang seperti perawatan yang rutin,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Albert Tombak, menjelaskan, ada beberapa jalan yang saat ini ditangani oleh pemko, namun juga ada yang ditangani secara penuh oleh pemerintah provinsi ataupun berkolaborasi dengan pemerintah kota.

“Untuk Jalan Yos Sudarso ujung yang mengarah ke taman kuliner memang ditangani oleh provinsi, sedangkan pemko adalah Jalan Sisingamangaraja yang juga pengerjaannya sudah selesai,” jelasnya.

Heri, warga yang berdiam disekitaran Jalan Yos Sudarso merasa senang, sebab saat ini tidak lagi harus menyiram jalan setiap hari lantaran berdebu akibat timbunan tanah.

“Kita senang, karena dulu bila musim hujan selalu ada genangan, sementara saat panas selalu berdebu akibat tanah timbunan, kita merasa pemerintah sudah memperhatikan masyarakat terutama infrastrukturnya,” tuturnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Langgar Perda Sampah Bisa Kena Denda Hingga Rp 1 Juta

MEDIA CENTER, Palangka Raya –  Efektif tanggal 1 Oktober 2018 regulasi peraturan daerah (perda) tentang sampah akan diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.

Perda sampah nomor  1 tahun 2017 yang memuat aturan membuang sampah itu sendiri sejak lama sudah disosialisasikan serta dipublikasikan kepada masyarakat ‘Kota Cantik” Palangka Raya. Namun  belum  maksimal  mampu ditaati warga masyarakat.

“Sebelumnya bisa dikatakan masih dipandang sebelah mata, masyarakat kerap mengabaikan aturan dalam membuang sampah,” tandas  Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman  (Disperkim) Kota Palangka Raya. M. Alfath, Jum’at (30/8/2018).

Selanjutnya jelas Alfath, dalam penerapan perda nantinya akan diberlakukan secara tegas sanksi  bagi para pelanggar, terutama mereka yang dengan sengaja membuang sampah diluar jam yang sudah ditentukan.

“Bagi pelanggar, akan diberikan sanksi denda  dengan kisaran, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 1 juta bahkan kurungan penjara minimal satu bulan. Tergantung tingkat berat atau tidaknya pelanggaran,” tegasnya.

Untuk implementasi maupun pengawasan di lapangan, maka kata Alfath menjadi tugas dan kewenangan tim penegakan perda , terutama bagi aparat Satpol PP yang dibantu personil dari kepollisian dan TNI.

Terlepas dari itu semua, bahwasanya selama ini pemerintah tidaklah kurang dalam mensosialisasikan perda ini kepada masyarakat, melalui kelurahan, kecamatan serta  tokoh masyarakat, RT /RW hingga brosur ajakan dan aturan membuang sampah di depo atau tempat pembuangan sampah.

“Ya, kita berharap melalui perda ini dapat membentuk karakter disiplin masyarakat untuk sadar membuang sampah pada tempatnya sesuai aturan yang berlaku,” tutup Alfath. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Nihil “Hot Spot” Masyarakat Tetap Waspada Ancaman Karhutla

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Meskipun wilayah Kota Palangka Raya dinyatakan nihil hot spot, terlebih dalam beberapa hari terakhir telah turun hujan dengan durasi cukup deras, namun demikian masyarakat diimbau tetap waspada  terhadap terjadinya bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Tetap waspada, meski wilayah ini dinyatakan tidak ada titik api atau hot spot. Terlebih masih terjadi hujan. Namun begitu cuaca panas masih bisa terjadi hingga bulan Oktober ini,”ungkap Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, Jum’at (31/8/2018).

Menurut Mofit, hujan yang  mengguyur Kota Palangka Raya dan sekitarnya tentu harus disyukuri. Pasalnya dalam beberapa pekan terakhir kondisi cuaca yang panas menyebabkan suhu udara menjadi tidak menyehatkan.

“Udara yang sehat seperti sekarang ini tentu menjadi harapan kita. Nah, untuk menjaganya tentu  memerlukan keterlibatan masyarakat. Salah satunya jangan sampai melakukan pembakaran lahan,” pintanya.

Hal yang paling penting lagi lanjut Mofit, adalah bagaimana seluruh komponen masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga kawasan hutan dan lahan agar jangan sampai terbakar.

Dalam bagian lain, tim penanggulangan dan pencegahan bencana karhutla juga diharapkan terus melakukan pemantauan  disetiap titik-titik kawasan lahan maupun hutan, untuk memastikan  tidak ada area satu pun yang terbakar. Begitupula kawasan yang dianggap rawan karhutla harus dipetakan.

“Jangan sampai bencana karhutla seperti ditahun 2015 terulang lagi. Ibarat kata petugas  penanggulangan menjadi  kebakaran jenggot manakala menghalau karhutla yang terlanjur parah,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)