ASN Kelurahan Petuk Katimpun Ciptakan Produk Kreatif

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ide kreativitas Arisa Swastajaya patut diapresiasi. Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kantor Kelurahan Petuk Katimpun ini memiliki ide kreatif dalam menciptakan produk usaha kecil dan menengah (UKM) bagi masyarakat.

Dia mampu membuat produk murah, namun berkualitas. Arisa mencoba membuat lima produk dalam rangka memenuhi tugas belajar diklat kepemimpinan (diklatpim) IV.

Ke-5 produk yang dia buat adalah miniatur rumah betang, jam meja, sablon kaos, bunga sabun, dan gantungan kunci. Dari 5 produk ini yang perlu biaya murah hanya miniatur rumah betang dan gantungan kunci.

Bahan miniatur rumah betang cukup melimpah, karena bahannya bisa diperoleh dari limbah kayu. Begitu pula bahan untuk gantungan kunci bisa diperoleh dengan mencari ranting pohon mahoni.

Sementara itu untuk produk kaos bahannya harus dibeli dari Jawa, setelah itu baru disablon dengan motif khas Dayak Kalimantan Tengah seperti batang garing dan burung tingang.

“Sedangkan untuk produk bunga sabun, semua bahannya dari sabun, kecuali pohon dan rantingnya terbuat dari kawat, kemudian dibalut dengan sabun,” tutur Arisa, Jumat (29/6/2018).

Selain berkreasi sendiri, dalam Diklatpim IV ini Arisa Swastajaya juga melatih 15 muda-mudi warga Kelurahan Petuk Katimpun. Diharapkan dengan diberikannya pelatihan ini mereka nanti bisa mendirikan UMKM dengan produk-produk yang sudah diajari tersebut. (MC. Isen Mulang/engga)

Personil Damkar Evakusi Sarang Tawon

MEDIA CENTER, Palangka Raya –  Sarang tawon bikin resah para pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya. Bagaimana tidak tawon membuat sarangnya persis dibangunan atas bagian depan kantor tersebut.

Adanya keberadaan sarang tawon dengan ukuran cukup besar, akhirnya membuat pihak Disperindag meminta bantuan personil dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, guna mengevakuasi sarang penyengat yang bisa mematikan tersebut.

“Setelah menerima laporan, dari pihak Disperindag, kepala damkar dan penyelamatan menugaskan kami untuk mengevakuasi sarang tawon. Ya, ini ukurannya cukup besar,”ungkap kepala regu Unit I Rescue Penyelamatan, Sucipto disela -sela mengamati keberadaan sarang tawon,Kamis (28/6/2018)

Menurutnya upaya evakuasi sarang tawon di kantor Disperindag menambah daftar penanganan evakuasi sarang tawon tiga dilakukan oleh tim rescue penyelamatan.

“Evakuasi dua sarang tawon sebelumnya adalah permintaan warga, bahkan jauh lebih besar dari sarang tawon yang ada di kantor ini,”ujarnya lagi.

Dalam menangani sarang tawon lanjut Sucipto, bukan serta-merta personil langsung mengambil upaya mengevakuasi, namun terlebih dahulu harus diamati serta dibaca situasi maupun kondisi sekitar sarang. Terutama mengedepankan kehati-hatian dan perhitungan yang matang menjadi perhatian utama dilakukan. 

“Kalau kita evakuasi dikala suasana terang benderang, tidak akan mungkin, tawonnya akan marah dan menyegat siapapun yang ada disekitar. Apalagi ini komplek kantor banyak pegawai wara-wiri bisa berbahaya manakala tersengat tawon,”terangnya.

Selama ini sambung Sucipto, evakuasi sarang tawon kebanyakan dilakukan pada situasi dilingkungan sarang dalam kondisi tidak terang.

“Nah, kita akan mengevakuasi sarang tawon ini sedikit agak malam. Nantinya semua penerangan yang ada di dekat sarang tawon seperti listrik akan dipadamkan,”tuturnya.

Bila situasinya gelap, tawon-tawon biasanya akan masuk kebagian dalam sarang. Saat situasi gelap itulah nanti personil  akan melakukan evakuasi dengan mengenakan seragam khusus. 

“Dalam situasi gelap, indra penglihatan maupun pendengaran tawon-tawon biasanya tidak berfungsi. Kalaupun  tawon-tawon akan bergerak, mereka tidak bisa menyerang, sebab inderanya tidak berfungsi baik,”beber Sucipto.

Ditambahkannya, personil damkar dan penyelamatan saat ini, tidak hanya dilatih untuk sigap dalam menangani musibah kebakaran saja, akan tetapi manakala ada yang meminta bantuan, seperti evakuasi sarang tawon, atau evakuasi  binatang lainnya maupun hal-hal yang menyangkut  bahaya kemanusiaan, maka personil damkar dan penyelamatan harus siap merespons dan mengevakuasi.

“Ini bagian tugas  maupun fungsi dari personil damkar dan penyelamatan. Setiap personil sudah dibekali dan mendapatkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan hal-hal kemanusiaan,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Hasil Pilkada Palangka Raya Sudah Dilaporkan ke Mendagri

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pejabat Kementerian Dalam Negeri melakukan video conference dengan Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio, Kamis (28/6/2018) pukul 10.00 WIB.

Video conference ini dilakukan untuk mengetahui situasi dan kondisi wilayah Kota Palangka Raya pasca pelaksanaan Pilkada serentak 27 Juni 2018. 

Dalam percakapan jarak jauh ini pejabat Kemendagri juga meminta hasil Pilkada, termasuk dukungan anggaran dari pemerintah daerah untuk gelaran Pilkada dan netralitas ASN.

Dalam video conference ini Mofit mengatakan jika situasi dan kondisi Kota Palangka Raya pasca Pilkada serentak tetap aman, kondusif, dan tidak ada hal-hal yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.

Kemudian hasil Pilkada disebutkan untuk hasil hitung sementara diketahui pasangan nomor urut 3 Fairid Naparin-Umi Mastikah masih unggul dengan memperoleh 43,97 persen suara.

Sementara itu urutan kedua adalah pasangan nomor urut 4 Aries Marcorius Narang-Habib Said Akhmad Fawzi Bachsin memperoleh 33,76 persen suara.

Kemudian pasangan calon nomor urut 2 Rusliansyah-Rogas Usop memperoleh 13,60 persen dan nomor urut 1 Tuty Dau-Rahmadi HN memperoleh 8,67 persen.

Dalam kesempatan ini Mofit juga menjelaskan jika Pemerintah Kota Palangka Raya telah mengalokasikan dana Rp34.061.724.258 untuk mensukseskan Pilkada 2018.

Dana sebesar ini dirinci untuk KPU Kota Palangka Raya Rp17,3 miliar, Panwaslu Kota Palangka Raya Rp5 miliar, Polres Palangka Raya Rp6 miliar.

Kodim 1016 Palangka Raya Rp1,3 miliar, Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya Rp1,1 miliar, Satpol PP Kota Palangka Raya Rp2,7 miliar, dan Dinas Dukcapil Kota Palangka Raya Rp150 juta.

Terakhir, hingga saat ini Pemerintah Kota Palangka Raya belum menerima aduan dari masyarakat maupun Panwaslu terkait ketidaknetralan ASN dalam gelaran Pilkada. (MC. Isen Mulang/engga)

Palangka Raya Akan Ikuti Apeksi di Tarakan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya mengadakan rapat menyusun pelaksanaan dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XIII 24-28 Juli 2018 di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Rapat yang dilaksanakan di Ruang Peteng Karuhei I, Kamis (28/6/2018) yang dipimpin Staf Ahli Walikota Palangka Raya, Renson, membahas kesiapan Kota Palangka Raya yang akan menjadi tuan rumah Rakor Apeksi Regional Kalimantan pada 2019.

Dalam rapat ini dipilih satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) mana saja yang bisa berangkat ke Kota Tarakan, karena dalam kegiatan ini tidak bisa diikuti oleh semua SOPD.

Di Apeksi Tarakan nanti ada lima kegiatan yang akan diikuti yakni (1) rapat kerja membahas program Apeksi 2019, (2) pameran Indonesia City Expo, (3) pawai budaya, (4) penampilan budaya daerah, dan penanaman pohon.

Dalam rapat ini pula disepakati SOPD mana yang akan menjadi koordinator dalam setiap kegiatan. Misalnya bidang pameran Indonesia City Expo ditunjuk sebagai koordinator adalah kepala Bappeda dan wakil koordinator adalah kadis perindag.

Kemudian untuk bidang pawai ditunjuk sebagai koordinator adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya. Sementara itu untuk tiga bidang lainnya juga ditunjuk koordinator dan wakilnya disesuaikan SOPD yang sesuai dengan tema kegiatannya.

Sementara itu Inspektur Kota Palangka Raya, Alman Pakpahan menyarankan hendaknya para pejabat yang diberangkatkan mengikuti Apeksi di Tarakan nanti benar-benar yang memiliki hubungan dengan kedinasan, sehingga tidak menimbulkan temuan. (MC. Isen Mulang/engga)

Fairid-Umi Unggul di Pilkada Kota Palangka Raya Berdasarkan Hitungan Manual

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Fairid Naparin-Umi Mastikah (Fairid-Umi) dipastikan memenangi kontestasi Pilkada Kota Palangka Raya. Berdasarkan hitungan manual dari center tim, Fairid-Umi mampu mengalahkan tiga pesaingnya.

Berdasarkan hitung cepat dari Center Tim Pemenangan di Kantor Golkar Palangka Raya pukul 21.00 WIB, pasangan Fairid-Umi sudah mengantongi suara 47.664 suara atau 44 persen.

Dalam Pilkada serentak 27 Juni 2018 ini lawan berat Fairid-Umi hanya pasangan nomor 4 Aries Marcorius Narang-Habib Said Akhmad Fawzi Bachsin dengan memperoleh 35.851 suara atau 33 persen.

Sementara itu pasangan calon nomor urut 1 Tuty Dau-Rahmadi HN hanya memperoleh 9.063 suara atau 8 persen dan pasangan nomor urut 2 Rusliansyah-Rogas Usop memperoleh 14.665 suara atau 14 persen.

Ketua Tim Pemenangan Fairid-Umi, Beta Syailendra mengatakan perolehan 44 persen pasangan nomor 3 ini masih sekitar 79 persen atau sekitar 140.769 suara yang masuk ke center tim.

Meski data ter-input masih 79 persen, namun Beta optimistis jika pasangan Fairid-Umi yang diusung oleh Partai Golkar, PAN, Demokrat, PPP, PKS, PBB, PKPI, Perindo, Garuda, dan Berkarya ini tetap akan memenangi Pilkada Kota Palangka Raya.

“Kalaupun selisihnya 10-11 persen tidak mungkin lagi terkejar oleh pasangan lain,” katanya. Meski demikian tim Fairid-Umi tetap akan menunggu hasil hitung resmi dari KPU.

Sementara itu Fairid Naparin dalam sambutannya mengatakan kemenangan yang dia peroleh ini merupakan kerja keras tim dan kemenangan bagi masyarakat Kota Palangka Raya.

Selanjutnya Fairid berpesan kepada seluruh tim pemenangan untuk tidak euphoria. Tim diminta mengawal penghitungan suara di tingkat kecamatan agar hasilnya tidak berubah. (MC. Isen Mulang/engga)