Warga Sudah Dapat Undangan Mencoblos di TPS

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksanaan pemilihan calon walikota dan calon wakil walikota Palangka Raya tinggal tiga hari lagi. Pilkada serentak ini akan digelar 27 Juni 2018.

Para calon pemilih sudah menerima undangan untuk mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS). Surat undangan model C6-KWK ini dibagikan oleh petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Khusus wilayah Kelurahan Petuk Katimpun, pembagian surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih ini sebagian telah didistribusikan sejak, Sabtu (23/6/2018).

Begitu pula dengan wilayah Kelurahan Bukit Tunggal juga dibagikan sejak Sabtu. Namun hingga Minggu (24/6/2018) sore petugas KPPS juga masih terlihat membagikan form C6-KWK.

Dalam surat undangan ini tertera nama calon pemilih, nomor urut DPT, dan NIK KTP. Dicantumkan pula pelaksanaan pencoblosan dimulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB.

Nanang Fahrurrazi, adalah salah satu warga Kelurahan Bukit Tunggal yang sudah menerima undangan untuk mencoblos. (Alhamdulillah sudah dapat undangan mencoblos Pilwalkot,” tulisnya.

Fahrurrazi yang juga menjadi salah satu panitia pemungutan suara (PPS) Kelurahan Bukit Tunggal ini juga mengimbau kepada warga yang belum dapat surat undangan agar segera menghubungi KPPS atau ketua RT. (MC. Isen Mulang/engga)

Kampung UKM Disiapkan Saat Palangka Fair 2018

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Event tahunan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Palangka Raya, yakni Palangka Fair 2018 kembali digelar Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, yang direncanakan tanggal  7-12 Agustus 2018.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palangka Raya Afendie mengatakan, sejumlah persiapan terus dilakukan untuk mensukseskan event Palangka Fair 2018 tersebut.

“Event ini lebih memfokuskan pada keberhasilan pemasaran dari beragam usaha. Namun untuk tahun ini kita akan lebih mengemas dan menonjolkan produk dari usaha kecil menengah yang ada,” ungkapnya, Minggu (24/6/2018).

Lanjut Afendie, dalam Palangka Fair nanti akan sedikit berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya, dimana nantinya akan disiapkan area yang dinamakan “Kampung UKM”.

“Kita tetap mengambil tempat di kawasan Lapangan Mantikei. Hanya saja nanti ada area khusus kampung UKM. Nah, disinilah kesempatan terbuka lebar bagi UKM untuk mengambil bagian dalam memasarkan produk yang dihasilkan,”bebernya.

Menurut Afendie, sudah saatnya keberadaan UKM yang ada di Kota Palangka Raya lebih dimaksimalkan kembali keberadaannya. Terutama geliat usaha produktif yang telah dihasilkan untuk lebih diketahui masyarakat.

Terlebih selama ini produk-produk UKM yang ada terus berkembang, hanya saja lebih memerlukan optimalisasi dalam hal pemasaran.

“Palangka Fair menjadi salah satu wadah untuk menunjang hal tersebut. Bahkan walikota Palangka Raya mengharapkan event ini menjadi ajang promosi penting bagi penggiat UKM,” tuturnya

Ditambahkan, dalam kegiatan Palangka Fair 2018, nantinya juga tetap menyediakan area khusus, terutama stand-stand bagi OPD, instansi kecamatan dan kelurahan, BUMN, perbankan maupun  penggiat usaha lainnya. Termasuk bagi para pedagang kreatif lapangan (PKL) untuk berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

“Biasanya event Palangka fair ini juga diserbu para PKL dari daerah lain. Seperti PKL dari provinsi tetangga Kalsel yang juga turut meramaikan aktifitas berjualan,” sebutnya.

Diharapkan tambah Afendie, melalui Palangka Fair 2018 ini, khususnya bagi para pelaku UKM untuk dapat mempersiapkan produk usahanya, terutama kualitas yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk usaha daerah lainnya dalam segi pemasaran. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Masa Tenang, Alat Peraga Kampanye Diturunkan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tahapan pemilihan walikota dan wakil walikota Palangka Raya periode 2018-2023, kini memasuki masa tenang. Maka Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya melakukan penertiban alat peraga kampaye (APK) yang masih terpasang. 

Ketua Panwaslu Kota Palangka Raya, Endrawati mengatakan, pelepasan APK tersebut lantaran sudah memasuki masa tenang menjelang pemilihan tanggal 27Juni 2018.

“Masa kampanye sudah selesai. Saat ini sudah memasuki masa tenang, maka dari itu semua APK milik paslon harus sudah tidak ada lagi, sebab kita ambil tindakan untuk menurunkan,” ucapnya disela-sela pelepasan APK,  Minggu (24/6/2018).

Endrawati menjelaskan, bahwa sebenarnya pelepasan APK adalah tanggung jawab tim kampanye dari paslon, namun nyatanya sampai dengan minggu tenang semua APK paslon belum ada yang diturunkan.

“Penurunan ini adalah inisiatif Panwaslu bersama KPU. Bila menurut aturan, APK paslon diturunkan oleh masing-masing tim paslon sampai masa kampanye berakhir,” bebernya.

Ditambahkan Endrawati, selain APK yang disediakan oleh KPU pihaknya juga akan menertibkan semua APK yang masih terpasang, khususnya di lima kecamatan yang ada di Kota Palangka Raya. 

Sementara itu Ketua KPU Kota Palangka Raya Eko Riadi, membenarkan apa yang disampaikan ketua Panwaslu, bahwa pelepasan APK dibebankan kepada tim kampanye dan paslon. 

“Kita berkaca dari pengalaman sebelumnya, bahwa paslon dan tim kampanye enggan melepas APK-nya, makanya kita berinisiatif melepasnya, dan KPU juga dalam hal ini hanya mem-back up pelaksanaan pencopotan APK paslon,” pungkasnya.

Adapun dalam penurunan APK tersebut juga melibatkan pihak Kesbangpol, kepolisian, TNI, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Satpol PP Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Pilwalkot Palangka Raya Harus Berkualitas, Demokratif dan Bermartabat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya HM Riban Satia dan Wakilnya Mofit Saptono Subagio menghadiri langsung debat publik pasangan calon (Paslon) walikota dan wakil walikota Palangka Raya. 

Kehadiran orang nomor satu dan nomor dua di Kota Cantik Palangka Raya itu, untuk mendengarkan visi dan misi para paslon dengan tema tata kelola pemerintahan dan inovasi daerah yang digelar oleh KPU Kota Palangka Raya, Sabtu (23/6/2018) malam.

Riban menilai apabila berbicara tentang gagasan untuk kota Palangka Raya tentu harus meliputi tiga perkara. Ketiganya yaitu aspek manusia, teknologi, dan kebudayaan. Dimana ketiganya itu harus seimbang dan mampu bersinergi ke semua arah tujuan, yakni untuk masyarakat dan kemajuan daerah. Sebab itulah ketiga perkara tersebut harus dijalankan oleh setiap pemimpin pemerintahan

“Saya harapkan pilkada kota Palangka Raya dapat berjalan lancar, terlebih semua masyarakat kota sudah melihat visi dan misi dari para paslon,’ tuturnya usai acara debat tersebut.

Dalam kesempatan itu Riban mengingatkan agar pada Rabu tanggal 27 Juni ini masyarakat diminta untuk berbondong-bondong memberikan hak pilihnya bagi pemimpin pilihannya sesuai hati nurani. Menurutnya, meski berbeda pilihan namun semuanya sama demi kebaikan dan keberlangsungan pembangunan

“Saya harapkan seluruh elemen masyarakat, untuk berkomitmen menciptakan pilkada yang berkualitas, demokratif dan bermartabat,” pesan Riban (MC. Isen Mulang.1/engga)

Debat Publik Pilwalkot Palangka Raya Berjalan Dinamis

MEDIA CENTER, Palangka Raya –  Debat publik bagi pasangan calon (Paslon) dalam pemilihan walikota dan wakil walikota Palangka Raya periode 2018-2023, kembali digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya.

Debat publik yang merupakan tahapan terakhir, sebelum memasuki masa tenang untuk pemilihan tanggal 27 Juni 2018 tersebut, digelar pada Sabtu (23/6/2018) malam, pukul 19:30 WIB  hingga 22.00 Wib di Ballroom Hotel Aquarius.

Gelaran tersebut  dihadiri  langsung Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran dan Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia bersama wakilnya Mofit Sabtono Subagio serta pendukung dari masing-masing pasangan calon. 

“Kami melakukan evaluasi melalui masukan masyarakat, jadi selain visi misi kita juga berikan soal sesuai dengan tema secara konstruktif dan realistis,” kata Ketua KPU Kota Palangka Raya, Eko Riadi, mengawali sambutannya.

Dikatakan pada debat publik putaran kedua atau terakhir tersebut mengambil tema tentang tata kelola pemerintahan dan inovasi daerah dengan beberapa sub tema meliputi isu strategis perkotaan, pemberantasan korupsi, pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta pelayanan publik.

Adapun keempat pasangan calon walikota dan wakil walikota yakni,  nomor urut 1 Tuty Dau dan H.Rahmadi, nomor urut 2 H. Rusliansyah dan Rogas Usup, nomor urut 3 Fairid Naparin dan Hj Umi Mastikah serta nomor urut 4 Aries Marcorius Narang dan Habib Said Akhmad Fawzi Bachsin, tampak serius  mengikuti jalannya debat publik.

Diakhir kegiatan, Gubernur Kalteng kepada wartawan mengapresiasi acara debat publik. Dimana semua paslon dapat aktif menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh moderator. 

Siapapun yang terpilih nantinya menjadi walikota dan wakil walikota Palangka Raya mendatang, kata gubernur harus fokus membangun Kota Palangka Raya.

Dalam kesempatan itu Gubernur juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam menggunakan hak pilihnya pada Pilkada yang diselenggarakan pada 10 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah.

“Silahkan datang ke TPS masing-masing, jangan ada yang golput tapi gunakanlah hak pilihnya masing-masing dengan baik,”imbaunya (MC. Isen Mulang.1/engga)

Komplek Pasar Besar Palangka Raya Perlu Ditata

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia, mengatakan bangunan pada komplek pasar besar yang ada di “Kota Cantik” Palangka Raya dinilainya terlalu rapat, sehingga perlu adanya penataan ulang terkait tata ruang bangunan. 

“Ya, fisik bangunan pasar yang ada saat ini perlu adanya perbaikan, kalau sekarang ini bentuk bangunan pasar terlalu rapat, bahkan kendaraan untuk bisa masukpun sangat susah,” ungkapnya, Sabtu (23/6/2018).

Saat ini saja lanjut Riban, jalan masuk kendaraan pedagang pun tidak bisa. Padahal andai saja ada jalan, maka kendaraan tidak perlu berhenti dijalan utama yang menyebabkan kemacetan untuk kendaraan lainnya. 

“Maka dari itu, ke depan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, akan turut berperan dalam pembangunan pasar sehingga pengawasan tata ruang akan terkontrol,”cetusnya. 

Orang nomor satu di Kota Palangka Raya itu juga mengatakan, dengan adanya penataan komplek pasar besar yang bagus, maka ketika saja terjadi sesuatu hal, seperti musibah kebakaran maka mobil pemadam bisa masuk. 

“Kalau seperti ini, apabila terjadi kebakaran, mobil pemadam tidak bisa masuk, dan pastinya akan sangat menghambat bagi pihak pemadam.Terlebih damkar kita belum memiliki armada yang memiliki hidrolik,”sebutnya singkat.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Anwar Sanusi Umanur Gayo, membenarkan statement Walikota, bahwa dengan tidak adanya jalan yang memadai di komplek pasar cukup menyulitkan damkar untuk menjangkau titik atau lokasi saat terjadi kebakaran. 

“Seperti kebakaran di pasar besar baru-baru ini, kami sangat sulit menjangkau titik kebakaran, karena jalan menuju lokasi kebakaran tidak ada. Ditambah lagi dengan banyaknya warga yang menutupi jalan utama menuju lokasi kebakaran,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Kelurahan Menteng Terapkan Forum Mediasi Selesaikan Sengketa Tanah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sangkalut sengketa tanah hampir semua terjadi di setiap kelurahan yang ada di wilayah Kota Palangka Raya. Ironisnya penyelesaian selama ni  pun tak berujung tuntas alias berjalan buntu.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak kelurahan se Kota Palangka Raya sepakat mendorong masyarakat yang memiliki permasalahan maupun sengketa tanah lebih memperioritaskan penyelesaian melalui jalan mediasi.

“Kelurahan Menteng telah memiliki program yang dinamakan forum mediasi legalitas berupa surat pernyataan pemilik tanah,” ungkap Lurah Menteng Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya, Kamala Ratna.

Sekarang lanjut Ratna, program forum mediasi legalitas berupa surat pernyataan pemilik tanah tersebut telah disosialisasikan kesetiap kelurahan. Bahkan setiap kelurahan di Palangka Raya dapat mengadopsi program tersebut, untuk menyelesaikan sengketa tanah diwilayah kelurahan masing-masing.

Adanya forum mediasi itu sendiri, lebih dikarenakan melihat permasalahan silang sengketa tanah yang selama ini selalu diselesaikan dengan cara masing-masing. Alhasil, tidak sedikit menyebabkan benturan fisik. 

“Jadi forum mediasi ini bertujuan mengedepankan alternatif atau solusi penyelesaian, untuk menjalin kesepakatan bersama pihak-pihak yang bersengketa agar tidak ada dirugikan,”tutur Ratna usai kegiatan sosialisasi forum mediasi legalitas berupa surat pernyataan pemilik tanah, Jumat (22/6/2018).

Sedangkan forum mediasi ini lanjutnya terdiri dari kasi pemerintahan di kelurahan dan melibatkan babinsa, bhabinkamtibmas, dan ketua RT. Memang selama ini tidak sedikit pula kasus-kasus penyelesaian sengketa tanah  yang sudah menempuh jalur dan putusan peradilan. Akan tetapi ternyata kembali mencuat.

“Meski sudah menempuh jalur peradilan dan dianggap tuntas, namun ada yang kembali mencuat dan memicu permasalahan baru. Ini karena tidak adanya kesepakatan bersama,” ujar Ratna lagi.

Sebab itulah, melalui program forum mediasi tersebut maka  masyarakat yang memiliki permasalahan sengketa tanah, dapat melaporkan dan memanfaatkan keberadaan forum mediasi sebagai upaya penyelesaian.

Caranya, warga tinggal datang melapor ke kelurahan untuk didaftar, selanjutnya dijembatani untuk dilakukan mediasi penyelesaian.

Kalaupun, nantinya forum mediasi tidak mampu mengarahkan pihak-pihak yang berkonflik dalam sengketa tanah. Maka jalan terakhir kata Ratna, pihak kelurahan melalui forum mediasi akan membuat surat pengantar ke pengadilan untuk ditindaklanjuti proses penyelesaiannya lebih lanjut.

“Saat ini forum mediasi, khususnya yang ada di Kelurahan Menteng telah menyelesaikan lima sengketa tanah. Hasilnya, tiga terselesaikan dan dua lagi masih dilanjutkan mediasi, sampai ada kesepakatan yang tidak merugikan kedua belah pihak,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Arus Lalu Lintas di Jalan Tambun Bungai akan Dijadikan Satu Arah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mewacanakan akan menjadikan arus lalu lintas di Jalan Tambun Bungai, Kota Palangka Raya menjadi satu arah.

Hal ini dilakukan untuk menjadikan kawasan Jalan Tambun Bungai lebih aman dan tertib dari pengendara, karena di wilayah ini sangat banyak aktivitas masyarakat.

Di Jalan Tambun Bungai ini merupakan kawasan pendidikan dan kesehatan. Di sini ada sekolah dan RSUD Doris Sylvanus. Jadi banyak aktivitas anak sekolah dan keluarga pasien yang lalu lalang.

Diharapkan dengan dijadikannya satu arah nanti maka kawasan Jalan Tambun Bungai menjadi lebih aman dan nyaman bagi calon pasien yang akan masuk ke rumah sakit.

“Jalan Tambun Bungai ini cukup padat. Nanti akan kita carikan solusinya. Jangan sampai ada pasien darurat mau cepat masuk ke rumah sakit tidak bisa, karena arus lalu lintas macet,” ucap Plt Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Kamis (21/6/2018).

Hanya saja arah satu jalur apakah nantinya dari Jalan Diponegoro atau dari Jalan Ahmad Yani belum ditentukan, karena masih perlu dimatangkan lagi. (MC. Isen Mulang/engga)

2019, Calon Pasien RSUD Doris Sylvanus Bisa Daftar Lewat Online

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Mulai tahun 2019 manajemen RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya akan merubah sistem pelayanan dari manual ke sitem online. 

Dengan sistem ini nantinya calon pasien tidak perlu datang lagi ke loket, tetapi cukup mendaftar secara online. Dengan sistem ini calon pasien juga bisa mengetahui kondisi layanan di rumah sakit.

Misalnya pasien bisa mengetahui kondisi kamar apakah masih ada yang kosong atau sudah penuh. Calon pasien juga bisa mengetahui jumlah pasien yang sudah mendaftar di hari yang sama.

Dengan diketahuinya jumlah pasien yang mendaftar, maka menurut Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Suyuti Samsul maka calon pasien bisa menentukan jam berapa dia harus datang ke rumah sakit.

Menurut Suyuti dibuatnya sistem layanan online ini selain untuk mempercepat layanan, mempermudah layanan, efisien waktu juga untuk memberikan kepercayaan kepada calon pasien.

Dia mencontohkan jika pasien sudah bisa tahu kondisi ruangan masih ada atau tidak melalui informasi layanan online, maka calon pasien tidak memiliki prasangka buruk lagi seperti kabar yang selama ini beredar jika ada oknum yang ‘menjual’ kamar.

“Dugaan-dugaan buruk yang selama ini muncul, maka dengan sistem layanan online ini tidak akan ada lagi. Tetapi ini cuma gagasan dan mudah-mudahan bisa terealisasi di 2019,” ucap Suyuti, Kamis (21/6/2018).

Dia mengatakan untuk mewujudkan wacananya ini pihak rumah sakit akan mengalokasikan dana Rp150 juta untuk membeli IT-nya. Harga IT Rp150 juta ini akan dicicil setiap bulan. Setelah lima tahun kemudian menjadi milik rumah sakit. (MC. Isen Mulang/engga)

Lahan Parkir di RSUD Doris Sylvanus akan Diperluas

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini lahan parkir di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya sangat sempit, sehingga terkadang membuat para pengendara kesulitan untuk memarkir kendaraannya.

Menyikapi kondisi ini maka manajemen RSUD Doris Sylvanus berencana memperluas lahan parkir. Wacana ini baru bisa direalisasikan setelah pembangunan tower kembar 7 lantai sudah dibangun.

Nantinya 8 bangunan yang saat ini masih digunakan sebagai ruang rawat inap akan dibongkar, termasuk ruang manajemen. Sebagian bekas lahannya akan dijadikan untuk perluasan lahan parkir.

Plt Direktur Doris Sylvanus Palangka Raya, Suyuti Samsul mengharapkan dengan diperluasnya lahan parkir nanti, maka masalah parkir yang saat ini terlihat semerawut akan terlihat rapi, katanya, Kamis (20/6/2018).

Diketahui, sudah beberapa kali pihak manajemen merubah model penempatan parkir untuk sepeda motor dan mobil. Awalnya di halaman depan ruang pelayanan digunakan untuk parkir motor, namun saat ini digunakan untuk parkir mobil.

Sementara itu parkir sepeda motor dipindah ke sebelah kiri gedung atau tepatnya di depan pintu masuk rumah sakit, sedangkan pintu keluarnya tetap sebelah kanan.

Perubahan penempatan parkir motor dan mobil ini diberlakukan setelah diberlakukannya parkir secara elektrik. Pengendara baru bisa masuk setelah menekan tombol untuk mendapatkan karcis parkir. (MC. Isen Mulang/engga)