Kawasan Taman Perlu Ditunjang Fasilitas Ibadah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Belum dibangunnya Mushola dikawasan taman Pasuk Kameloh dipertanyakan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Sugianor. Ia pun menagih janji pembangunan rumah ibadah itu, seiring dengan berfungsinya taman tersebut.

Menurut Sugianor, dulunya ada satu mushola  yang berada dibawah jembatan Kahayan, yang saat ini menjadi area taman Pasuk Kameloh. Ketika itu sempat dijanjikan mushola tersebut akan dibangun kembali apabila taman sudah berfungsi. Hanya saja sampai saat ini realisasinya belum terlihat.

“Kita berharap, dengan berfungsinya taman ini, maka pembangunan mushola bisa direalisasikan kembali,”ungkap Sugianor, Senin (26/3/2018).

Bagi politisi PKB Kota Palangka Raya ini, seiring ramainya para pengunjung yang memanfaatkan keberadaan taman tersebut, maka alangkah baiknya disekitar kawasan taman ada rumah ibadah, salah satunya mushola.

Dikatakan, keberadaan tempat ibadah tersebut menjadi salah satu sarana penting yang dapat menunjang kawasan taman yang selama ini menjadi alternatif berwisata, dimana  masyarakat  dapat  tetap melaksanakan kewajiban beribadah meski tengah melakukan kegiatan bersantainya.

“Saya rasa, masyarakat akan kian betah serta nyaman ketika berada di lokasi taman tersebut, manakala ada tempat untuk beribadah,”cetus Sugianor.

Sebaiknya selain perlunya mushola dikawasan taman, maka pemerintah kota perlu meningkatkan pula fasilitas umum di kawasan taman. Seperti penyediaan tempat pembuangan sampah, toilet umum, penerangan, penataan parkir dan penataan tempat berjualan. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Legislator Wanita Ini Jadi Ketua Komisi C DPRD Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dalam sidang paripurna DPRD Kota Palangka Raya ke 3 masa sidang pertama tahun 2018, yang lalu, pihak Sekretariat DPRD Kota Palangka Raya  mengumumkan Hj. Mukarramah dari fraksi partai Nasdem menjadi Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, menggantikan H. Rusliansyah yang kini maju sebagai  calon walikota pada Pilkada serentak 2018. 

Dalam laporan pihak sekretariat dewan pengangkatan Hj. Mukarramah mengacu keputusan KPU Kota Palangka Raya tentang penetapan calon kepala daerah di  Kota Palangka Raya tahun 2018, dimana telah menetapkan Rusliansyah yang sebelumnya menjabat Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya menjadi calon walikota pada Pilkada serentak 2018. 

Terkait hal tersebut, DPRD merasa perlu untuk melakukan penyesuaian terhadap susunan keanggotaan komisi, terutama komisi C untuk menentukan ketua komisi demi memperlancar kinerja komisi dan kelembagaan DPRD.

Disebutkan, untuk mengisi kekosongan jabatan ketua komisi C, DPRD Kota Palangka Raya tersebut dituangkan melalui keputusan DPRD  Kota Palangka Raya nomor 188.4.43/2/DPRD/2018 tentang perubahan atas keputusan DPRD Kota Palangka Raya nomor 188.4.43/5/DPRD/2017 tentang penetapan susunan keanggotaan komisi A, B dan C DPRD Kota Palangka Raya masa jabatan 2014-2019.  

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto mengatakan bahwa pemilihan ketua komisi C tersebut merupakan hasil musyawarah internal komisi. 
“Pemilihan untuk mengisi jabatan ketua komisi sangat diperlukan, karena segala proses kegiatan dan kinerja lembaga DPRD berkaitan erat dengan komisi,”ungkapnya usai paripurna, Jum’at (23/3/2018) yang lalu.

Jauh sebelumnya lanjut Sigit, ia telah  meminta agar anggota komisi C segera berembuk untuk melakukan pemilihan ketua komisi C. “Sekarang telah ditetapkan ketua komisi C yang baru dipercayakan kepada  Hj Mukarramah. 

Diharapkan yang bersangkutan dapat segera menjalankan mandatnya dan bekerja sebagai ketua komisi sesegera mungkin,”ucapnya singkat. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Inspektorat Akan Segera Periksa ASN Terlibat Kampanye

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Inspektur Kota Palangka Raya, Alman Pakpahan menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti surat dari Panwaslu setempat, terkait dengan adanya dugaan keterlibatan lima oknum aparatur sipil negara (ASN) lingkup pemerintah kota (Pemko) Palangka Raya, yang ikut dalam pelaksanaan kampanye salah satu kandidat paslon pada Pilkada pemilihan walikota dan wakil walikota tahun 2018.

“Kita sudah menerima dan mempelajari surat dari Panwaslu. Selanjutnya kita akan segera memanggil semua ASN tersebut,” tegasnya, Senin (26/3/2018) di Palangka Raya.

Kata Alman, bila mengacu surat Panwaslu, jelas ke lima ASN itu telah melakukan pelanggaran, baik dilihat dari pelanggaran berdasarkan surat edaran Kemendagri maupun undang-undang ASN.

“Penilaian itu menurut hemat Panwaslu, tetapi mereka tidak punya ranah menentukan hukuman atau saksi, tapi hanya sebatas memberikan rekomendasi saja atas pelanggaran yang dilakukan,”tandasnya lagi.

Dikatakan, pihak Inspektorat saat ini masih sebatas menyingkronkan terlebih dahulu kasus tersebut, terutama setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ke lima ASN yang dimaksud.

Setelah itu Inspektorat akan membuat laporan hasil pemeriksaan (LHP) sebagai dasar  putusan bagi dewan pembina kepegawaian dalam memberikan saksi.

“Jujur saya belum bisa mengatakan hukum atau saksi apa yang diberikan. Apakah itu ringan, sedang atau berat. Namun, bila ASN sudah mendapatkan teguran itu sudah merupakan sanksi,” beber Alman yang juga merangkap sebagai Plt Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya.

Ia pun mengingatkan, dengan adanya dugaan  ASN yang kedapatan terlibat dalam kegiatan kampanye, hendaknya menjadi pelajaran bagi semua ASN.
“ASN pasti tahu aturan, jadi tidak ada alasan tidak tahu aturan,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Hanya 3 Bulan Sudah Ditemukan 22 Kasus DBD

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Hanya dalam kurun waktu 3 bulan, yakni sejak awal tahun 2018 hingga sekarang sudah ditemukan 22 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Palangka Raya. Ironisnya data tersebut hanya mengacu pada satu kelurahan, yakni Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya.

Kepala Puskesmas Kayon, Muhammad Rusli, menyebutkan, 22 kasus DBD itu mengenai penderita dengan usia bervariasi antara 10 hingga usia 49 tahun.
“Maka itu, cukup diwaspadai penyebarannya DBD ada di Jalan Sapan, Jalan Bukit Keminting, Jalan Rajawali, Jalan Bendeng, Jalan Piranha, Jalan Manjuhan dan Jalan Lumba-lumba, semua kawasan itu masuk dalam satu kelurahan yaitu Bukit Tunggal,” jelasnya,Senin (26/3/2018).

Menurutnya, ditemukannya kasus DBD yang hanya berjalan tiga bulan sudah mencapai 22 kasus tersebut, berbeda jauh dari  tahun 2017 yang hanya 23 kasus dalam setahun.

Bila dirincikan, penderita DBD  di wilayah Puskesmas Kayon setiap tahunnya terus bergerak siknifikan. Terhitung pada tahun 2013 sebanyak 22 kasus, tahun 2014 sebanyak 40 kasus, tahun 2015 sebanyak 37 kasus, dan tahun 2016 sebanyak 45 kasus, kemudian tahun 2017 sebanyak 23 kasus.

“Ditahun 2018 ini  sangat mengejudkan hanya dalam kurun waktu 3 bulan sudah ditemukan 22 kasus,” bebernya lagi.
Rusli pun menghimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga lingkungannya, karena penyebaran nyamuk penyebab DBD akan cepat berkembang dalam lingkungan yang kurang bersih, ditambah lagi dengan masih terjadinya musim hujan.

“Paling mudah dilakukan untuk mencegah ialah 3M, menguras, mengubur dan menutup tempat penampungan air, ditambah memantau tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegipty,”pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

ASN Diminta Perkuat Imajinasi dan Inovasi

MEDIA CENTER, Palangka Raya -Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompentensi sumber daya aparatur sipil negara (ASN), maka Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya  melalui Badan Kepagawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Palangka Raya  dengan menggandeng Pusat Kajian, Pendidikan dan Latihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan Diklatpim tingkat IV angkatan XVII tahun 2018. 

Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio, Senin (26/3/2018), di aula asrama haji Palangka Raya.

Dalam arahannya Mofit menekankan, ASN perlu memperkuat imajinasi serta inovasi  yang dapat diterapkan dalam standar operasional kerja (SOP). “Melalui Diklat ini ASN berkesempatan meningkatkan kemampuan manejerial yang cerdas`serta terampil. Jadi bukan hanya sebatas memenuhi persyaratan semata, “tuturnya.

Terpenting lagi, melalui Diklat tersebut setiap ASN dapat membentuk figur serta jati dirinya untuk menduduki jabatan struktural di pemerintahan.
“Saya katakan, belajarlah dari banyak pengalaman disamping membekali dengan kemampuan  kualifikasi aparatur yang profesional dan proporsional,” cetusnya.

Kepala Badan Kepagawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Palangka Raya, Nyta Bianyta Rezza sebelumnya mengatakan, Diklatpim diikuti 40 peserta yang berasal dari pejabat eselon IV lingkup Pemko Palangka Raya.

Peserta akan mengikuti Diklatpim selama 109 hari terhitung dari 26 Maret hingga 12 Juli 2018.
“Mereka ini akan mendapatkan materi on campus yakni selama di asrama haji serta  of campus yakni penerapan di tempat kerja masing masing peserta. Dengan tujuan akhir , peserta mampu meningkatkan kualitas dan kompentensi sumber daya manusai,”paparnya.

Selama Diklatpim, peserta akan mendapatkan materi dari beberapa narasumber, yakni dari widyaswara LAN, Widyaswara lingkup Pemerintah Provinsi Kalteng, serta narasumber dari sejumlah kepala SOPD lingkup Pemko Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Wisata Sei Batu Jadi Primadona Anak Sekolah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wisata alam Sei Batu di Keluarahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya merupakan objek wisata yang baru dikembangkan.

Meski baru, namun pengunjung di obyek wisata alam ini sudah cukup banyak, khususnya saat hari libur, Sabtu dan Minggu. Para pengunjung paling banyak dari Kota Palangka Raya.

Namun khusus hari biasa, objek wisata Sei Batu ini menjadi primadona bagi anak-anak sekolah. Setiap pulang dari sekolah mereka langsung main basah-basahan di sini.

Seperti dilakukan anak-anak SMAN 6 Bukit Batu ini, Sabtu (24/3/2018). 
Dengan mahirnya anak-anak warga Sei Gohong ini berenang di Sungai Sei Batu.

Hebatnya lagi, sebagian dari anak-anak SMA ini malah ada yang berani terjun dari atas pohon dengan gaya jumping. Dengan cerianya mereka menikmati suasana wisata alam ini.

Jadi bagi masyarakat Palangka Raya, bahkan dari luar daerah yang tidak mampir ke objek Sei Batu ini sangat rugi, karena letaknya cukup dekat dengan kota. (MC. Isen Mulang/engga)

Wahana Wisata Air Hitam di Sei Batu Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya –Sebagian warga masyarakat tidak mau melewatkan waktu berakhir pekan  untuk berkunjung ke obyek wisata “Sei Batu” di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu, yang dapat ditempuh perjalanan darat menggunakan mobil/ motor sekitar 45 menit dari pusat Kota Palangka Raya.

Obyek wisata Sei Batu merupakan anak sungai yang tidak terlalu dalam dan juga tidak terlalu lebar, yang masih asri dikelilingi bebatuan alami dan pepohonan yang masih rindang, yang merupakan wahana wisata air hitam.

Jika anda ingin merasakan air sungai yang cukup dingin menyegarkan dan air nya berwarna coklat kehitaman yang diyakini masyarakat setempat memiliki khasiat yang mujarab bisa menyembuhkan beberapa penyakit dari berbagai akar-akaran kayu yang ada.

Jika musim hujan seperti saat ini, kedalam air mencapai lebih kurang dua meter, sehingga kondisi air sangat tenang. Namun jika saat musim kemarau, ketinggian air sekitar satu meter, sehingga airnya mengalir cukup deras.

Sehingga menurut pantauan tim Media Center Isen Mulang Kota Palangka Raya langsung ke lokasi pada Sabtu, (24/3), bahwa yang paling banyak diminati masyarakat adalah mandi air hitam dengan menggunakan pelampung dari ban yang banyak disewakan masyarakat,  paling mahal sewa cuma Rp15 ribu. 

Sungguh dengan berkembangnya obyek wisata alam Sei Batu ini sangat membantu masyarakat di sekitar destinasi untuk membuka lapangan usaha baru  yang memanfaatkan kehadiran para tamu atau wisatawan yang berkunjung menikmati wahana wisata air hitam. (MC. Isen Mulang/y.kris/engga)

ASN Kominfo Palangka Raya Nikmati Wisata Alam Sei Batu

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kota Palangka Raya, Murni mengajak semua aparatur sipil negera (ASN) untuk berwisata ke objek wisata Sei Batu, Kelurahan Sei Gohong, Sabtu (24/3/2018).

Dari kota, rombongan ASN DKISP ini menggunakan tujuh mini bus untuk menuju Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu. Butuh waktu lebih kurang 45 menit untuk sampai ke sini. Wisata menjelang akhir pekan ini dilakukan untuk menikmati indahnya wisata alam Sei Batu. 

Selain itu momen ini dijadikan sebagai ajang menjalin keakraban antara pimpinan satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) dengan jajarannya. Tujuan lainnya untuk menghidupkan objek wisata yang baru ini agar cepat dikenal oleh masyarakat luas.

Sebab sebagai salah satu dinas lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya, DKISP memiliki kewajiban untuk mempromosikan semua objek wisata di Kota Cantik. Apalagi salah satu tugas dalam bidang DKISP adalah bidang informasi. 

Jadi melalui bidang tersebut semua potensi yang dimiliki Kota Palangka Raya sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Tengah ini wajib disosialisasikan melalui mediacenter.palangkaraya.go.id

Melalui media dunia maya ini, media online milik Pemerintahan Kota Palangka Raya, diharapkan semua potensi yang dimiliki Pemko, termasuk objek wisata Sei Batu ini wajib dipublikasikan agar semua masyarakat mengetahuinya. (MC. Isen Mulang/engga)

DPRD Kebut Pembahasan LKPJ Walikota Palangka Raya TA 2017

MEDIA CENTER, Palangka Raya- Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto menyatakan, pihaknya akan segera menggenjot pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Palangka Raya tahun anggaran (TA) 2017.

“LKPJ telah kita terima, dan  segera kita kebut pembahasannya dengan mitra kerja lingkup Pemerintahan Kota Palangka Raya. Nanti akan menghasilkan beberapa poin serta rekomendasi hasil keputusan DPRD. Jadi Tidak ada kata tunda untuk membahasnya,” ungkap Sigit.

Rapat paripurna ke-3 masa sidang I tahun sidang 2018 DPRD Kota Palangka Raya dengan agenda penyampaian pidato pengantar Walikota Palangka Raya tentang  LKPJ  TA 2017, Jum’at  (23/3) malam, diruang rapat paripurna gedung DPRD Kota Palangka Raya.

Menurut Sigit pihaknya sudah mengetahui ada beberapa poin dari LKPJ walikota TA 2017 yang belum di audit BPK. “Dalam pembahasan akan menghasilkan rekomendasi yang menjadi point serta catatan yang harus diperhatikan pihak Pemerintah Kota  Palangka Raya,” cetusnya.

Sementara dalam paripurna tersebut, Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio saat membacakan pidato pengantar walikota tentang  LKPJ TA2017 mengatakan, LKPJ disampaikan kepada DPRD Kota Palangka Raya, sebagai bahan untuk segera dicarikan poin rekomendasi perbaikan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Disebutkan, pada tahun anggaran 2017 jumlah anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Palangka Raya  adalah sebesar, Rp 1.202.932.055.518,16 dan yang terealisasi adalah sebesar Rp 1.903.735.692.449,62 atau mencapai 91%. Namun demikian jumlah tersebut belum diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Anggaran tersebut sepenuhnya kita gunakan untuk membiayai program prioritas, yang bersinergi dan saling melengkapi terutama untuk mencapai visi Kota Palangka Raya sebagai kota pendidikan, jasa dan pariwisata,”jelasnya.

Rapat paripurna tersebut dihadiri jajaran kepala SOPD, Forkopinda, lurah dan camat  dilingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya, turut hadir perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dan IAIN Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Terlalu Hati-hati Sebabkan Realisasi Pendapatan Jadi Turun

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pada acara diseminasi kajian ekonomi dan keuangan regional edisi Februari 2018 yang dilaksanakan perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng terungkap realisasi pendapatan Kota Palangka Raya pada triwulan IV tahun 2017 mengalami penurunan jika dibandingkan triwulan yang sama di tahun 2016. 

Menyikapi hal itu Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K. Yunianto mengatakan, penurunan realisasi anggaran tersebut  lebih disebabkan karena sikap kehati-hatian yang dilakukan setiap instansi pemerintah dalam melaksanakan setiap program kerjanya.

“Ini bisa dimaklumi, sikap kehati-hatian terutama dalam penganggaran dan penyerapannya selalu ada dalam SOPD selaku pengguna anggaran,” ungkapnya Jum’at (23/3/2018).

Bagi politisi PDI Perjuangan Kota Palangka Raya ini, pihaknya tidak bisa menyalahkan tindakan itu walaupun akhirnya menjadi kendala dalam penyerapan pendapatan daerah. 

“Sikap kehati-hatian SOPD selaku pengguna anggaran inilah yang akhirnya sedikit membuat terhambat waktunya dan hingga akhir tahun menjadi kendala serapan pendapatan,” jelasnya lagi.

Bahkan, dengan kondisi saat ini, tidak sedikit pegawai  SOPD lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya yang takut menjadi pejabat pengguna anggaran.

Namun demikian lanjut Sigit, setidaknya kedepan harus ada upaya meningkatkan realisasi pendapatan daerah. Semuanya akan  bisa dicapai sepanjang  program telah terencana dengan baik, akurat dan tepat waktu.

“Sikap kehati-hatian memang harus selalu ada. Namun target program yang ditentukan juga harus dikejar dan diserap dengan baik,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)