Ekspos Hasil Kajian Kawasan Wisata Flamboyan Bawah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Palangka Raya mengadakan seminar akhir kajian pengelolaan dampak sosial masyarakat di wilayah Flamboyan Bawah dan sekitarnya, Senin (4/12/2017).

Seminar yang diadakan di Ruang Peteng Karuhei I yang dibuka Asisten III Setda Kota Palangka Raya, Kandarani ini terselenggara berkat kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya.

Ekspos hasil kajian yang dipaparkan tim peneliti LPPM UPR terdiri dari DR Jhon Wardie, S.P, M.P, Prof DR Ir Yetrie Ludang, M.P, DR Ir Eka Nor Taufik, M.P, dan Tri Yuliana Eka Sintha, S.P, M.Sc ini juga dihadiri pejabat dari SOPD teknis.

Sejak September-Desember 2017 tim LPPM UPR melakukan kajian di lokasi Flamboyan. Lokasi utama yang dikaji kawasan wisata Flamboyan Bawah, sedangkan lokasi pendukung yang juga dikaji adalah kawasan Jembatan Kahayan, Tugu Soekarno, dan Pelabuhan Rambang.

Adapun metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data meliputi data primer (wawancara dengan responden) dan data sekunder (dokumen dan arsip dari berbagai instansi). Metode lainnya teknik survei data meliputi observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi.

Dalam teknik survei, LPPM UPR mendapatkan 118 responden terdiri 67 laki-laki dan 51 perempuan. Rinciannya 10 tokoh masyarakat, 48 warga lokal, 19 pengelola kawasan wisata, 41 wisatawan yang berkunjung, dan 22 orang/wisatawan dari luar Palangka Raya.

Adapun dampak sosial budaya dari aspek interaksi sosial akibat pembangunan kawasan wisata Flamboyan Bawah dan sekitarnya berdasarkan pendapat tokoh masyarakat yakni untuk Flamboyan Bawah akan berdampak pada kegiataan keagamaan, ekonomi, kesehatan, hiburan, silaturahmi, dan terjalin kerja sama usaha.

Kemudian untuk Jembatan Kahayan akan berdampak terhadap silaturahmi warga dan terjalin kerja sama usaha. Selanjutnya untuk Tugu Soekarno akan berdampak terjalinnya kerja sama usaha kuliner, sedangkan untuk Pelabuhan Rambang akan berdampak meningkatnya kegiatan ekonomi, olahraga, dan kerja sama usaha kuliner.

Namun jika ditinjau dari aspek perubahan sosial akibat pembangunan kawasan Flamboyan Bawah juga ada dampak positif dan negatifnya. Pendapat tokoh masyarakat atas dibanggunnya Flamboyan Bawah menjadi water front city akan membuat kawasan bantaran Sungai Kahayan menjadi ramai, ekonomi warga meningkat, terjadi konflik/perkelahian, dan adanya lowongan pekerjaan.

Kemudian untuk kawasan Jembatan Kahayan akan semakin ramai dan semangat gotong royong warga menurun. Begitu pula untuk kawasan Tugu Soekarno diprediksi tindak kriminalitas akan meningkat dan semangat gotong royong menurun.

Sedangkan untuk kawasan Pelabuhan Rambang akan berdampak kondisi pelabuhan menjadi tidak berfungsi ideal dan kebersihan lingkungan kawasan kurang terjaga. (MC. Isen Mulang/engga)

TP PKK Palangka Raya Gelar Rakor Bahas Program Kerja 2018

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tim Penggerak PKK Kota Palangka Raya mengadakan rapat koordinasi (Rakor) untuk membahas program yang akan dilaksanakan di tahun anggaran 2018, Senin (4/12/2017).

Rakor yang dilaksanakan di Ruang Peteng Karuhei II ini dibuka oleh Asisten II Setda Kota Palangka Raya, Rahmadi HN mewakili walikota yang berhalangan hadir karena ada kesibukan lain.

Rakor ini diikuti oleh seluruh kader PKK dari kelurahan dan kecamatan. Selain itu pula dihadiri beberapa kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD), termasuk lurah dan camat.

Ketua TP PKK Kota Palangka Raya, Ny Norlina Riban Satia mengatakan selain membahas program kerja 2018, dalam Rakor ini pengurus PKK juga mengevaluasi program yang telah dilaksanakan di 2017.

Adapun program PKK Palangka Raya yang sudah dilaksanakan meliputi 10 program pokok PKK di antaranya Hatinya PKK, Dasa Wisma, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pola asuh anak serta remaja.

Norlina menjelaskan semua kegiatan yang dilaksanakan tersebut sesuai hasil rapat koordinasi nasional (Rakornas) ke-8. Selain itu PKK juga menjalin kerja sama dengan SOPD untuk melaksanakan programnya.

Hanya saja diakui tidak semua SOPD lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya mau diajak kerja sama dengan PKK, padahal bentuk kerja sama yang ditawarkan berupa kegiatan, bukan minta anggaran.

Meski ada SOPD mau diajak kerja sama, namun terkadang merepotkan bagi PKK. Misalnya jika kegiatan PKK, sehingga butuh pengamanan dari Satpol PP dan dinas perhubungan, namun mereka minta honor, sedangkan anggaran untuk pengamanan tidak ada.

“Saya berharap kondisi seperti ini jangan sampai terulang lagi dikepemimpinan ketua PKK periode berikutnya, karena masa jabatan saya akan berakhir,” ucapnya.

Sebagai istri walikota dua periode, Norlina mengatakan menjadi seorang pengurus atau ketua PKK harus banyak berkurban. Bahkan yang didapat adalah tekor, karena setiap ada kegiatan harus keluar duit sendiri, sedangkan anggarannya tidak ada. (MC. Isen Mulang/engga)

Jagau dan Bawi Nyai Kalteng Juara III Duta Wisata Nasional

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Lagi-lagi putra dan putri asal Provinsi Kalimantan Tengah mengukir prestasi di tingkat nasional untuk Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila.

Kali ini giliran Assa dan Eza yang menorehkan prestasi untuk Kalimantan Tengah. Jagau dan bawi nyai ini berhasil meraih wakil II atau juara III Duta Wisata Nasional yang digelar di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (3/12/2017).

Dengan diraihnya juara duta wisata ini tentu merupakan kabar gembira dan kado terindah akhir tahun 2017 bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah.

“Prestasi ini merupakan salah satu kado ahir tahun buat bapak gubernur. Kalteng Berkah,” tulis Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah, Guntur Talajan, Senin (4/11/2017). 

Guntur mengatakan diraihnya juara ini merupakan atas hasil kerja keras mentor dan pendamping. Mereka terus melakukan pembinaan dua Minggu kepada Assa dan Eza sebelum tampil.

Assa dan Eza mampu menyisihkan 34 finalis lain dari seluruh Indonesia. Bagi Guntur prestasi ini sangat membanggakan, karena sejak 10 tahun terakhir Kalimantan Tengah baru kali ini meraih juara.

“Selaku kepala dinas saya bangga dan terharu dengan prestasi ini,” ucapnya. Adapun kabar baiknya lagi pada 2018 Kalimantan Tengah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara pemilihan Duta Wisata Nasional. (MC. Isen Mulang/engga)

Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng Wafat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Baru sebulan lalu Walikota Palangka Raya, Riban Satia meresmikan taman gedung Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalimantan Tengah.

Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti pada Senin (30/10/2017) lalu itu disaksikan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng, Agus Purwanto.

Keduanya sempat bertukar cindera mata, bahkan Agus Purwanto juga memberikan penghargaan kepada orang nomor satu di Kota Cantik itu. Penghargaan itu diberikan karena Pemerintah Kota Palangka Raya mendukung pembangunan lingkungan kantor Kanwil Kemenkumham Kalteng, sehingga tertata rapi dan enak dipandang.

Namun tidak disangka kegiatan seremoni itu ternyata merupakan terakhir kalinya. Agus Purwanto harus pulang ke Rahmatullah lebih dulu. Dia menghembuskan napas terakhir karena sakit saat dirawat di RS Hermina, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (3/12/2017) pukul 07.00 WIB.

“Inalillahwainnailaihi rojiun telah berpulang ke Rahmatullah bapak Kakanwil kebanggaan kita Agus Purwanto, semoga beliau husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta keikhlasan, amin. Mohon izin saya mengajak para pimpinan dan seluruh pejabat dan staf kita doakan beliau, al fatihah,” tulis Humas Kanwil Kemenkumham Kalteng, Pirhan.

Kabar kepergian Agus Purwanto untuk selamanya membuat duka mendalam bagi keluarga dan seluruh pegawai jajaran Kemenkumham Kalteng. Para pegawai juga sempat kaget mendengar kabar duka ini.

Pirhan menuturkan almarhum langsung dimakamkan di tanah kelahirannya Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Selamat jalan Agus Purwanto. Semoga amal kebaikannya diterima Allah SWT dan segala kesalahan mendapat ampunan-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin. (MC. Isen Mulang/engga)

Pembangunan Jalan Kelurahan di Palangka Raya Sebagian Sudah Tuntas

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan kelurahan dengan kelurahan ditarget tuntas diakhir masa kemimpinan Walikota Palangka Raya Riban Satia dan Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio pada 2018.

Saat ini menurut walikota pengaspalan jalan dibeberapa kelurahan sudah ada yang tuntas. Di antaranya pengaspalan jalan di Kelurahan Tumbang Rungan sudah tuntas sampai ke pinggir sungai, namun di sini belum ada jembatannya.

Begitu pula di Kelurahan Petuk Katimpun. Selama tiga tahun berturut-turut jalan di Petuk Katimpun diaspal dan tahun ini pengaspalannya sudah tuntas sampai pinggir Sungai Rungan.

Bedanya di Katimpun sudah ada jembatan, sehingga memudahkan warga untuk beraktivitas. Misalnya bersantai sambil menikmati pemandangan alam dan bisa juga untuk memancing ikan.

Kemudian walikota juga menyebut pembangunan jalan di Kelurahan Marang dari Jalan Tjilik Riwut Km 22 sudah diaspal hot mix sampai pinggir Sungai Kahayan, tetapi di sini belum ada jembatan sungai yang belum terhubung.

“Naik lagi ke Kelurahan Petuk Bukit pengaspalan jalan juga sudah hox mik dan 2018 akan kita lanjutkan lagi. Di sini merupakan kelurahan pintu keluar dan masuk ke kota, sehingga pembangunan infrastrukturnya harus diprioritaskan,” ucapnya.

Sebagai walikota dua periode, Riban bertekad akan mempercantik wajah Kota Palangka Raya. Caranya, semua kelurahan yang berada di wilayah perbatasan dengan kabupaten lain diprioritaskan akan dibangun.

Khusus pintu masuk dari wilayah Sampit yakni wilayah Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu sejumlah fasilitas publik diperbaiki. Tahun ini Pasar Tangkiling direhab total yang dananya dari pemerintah pusat.

Begitu pula pintu masuk dari Kabupaten Pulang Pisau yakni Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau. Di sini Pasar Kalampangan juga direhab total yang dananya juga dari pemerintah pusat.

Di Kelurahan Kalampangan juga sedang dibangun Rumah Sakit Tipe D Kota Palangka Raya dengan konsep bertingkat dan ditagetkan menjadi rumah sakit tipe D terlengkap di Provinsi Kalimantan Tengah. (MC. Isen Mulang/engga)

Ribuan Umat Kristiani Palangka Raya Ikuti Parade Natal

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ribuan umat Kristiani dari berbagai penjuru Kota Palangka Raya mengikuti parade Natal menyambut perayaan kelahiran Yesus Kristus di Bundaran Besar, Jumat (1/12/2017) sore.

Peserta parade berasal dari murid SD, SMP, SMA, mahasiswa, dan masyarakat. Dalam parade ini ditampilkan replika pohon Natal, sinterklas dan berbagai atribut bertemakan menyambut Natal.

Parade Natal dilepas oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Tengah, Suyanto mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.

Turut hadir dalam parada ini Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Siregar, Dewan Pembina Pemuda Gereja Kalimantan Tengah, Sipet Hermanto dan para pejabat lainnya.

Membacakan sambutan gubernur, Suyanto mengatakan semangat menyambut Natal menjadi momen bagi masyarakat untuk mewujudkan kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

“Pesan Natal harus membawa kedamaian, tetaplah membentengi diri dari rongrongan yang bisa merusak mental dan spiritual. Jauhi narkoba dan mari kita perangi narkoba karena bisa merugikan,” ucapnya.

Sementara itu Sipet Hermanto mengaku bangga karena parade Natal yang secara rutinitas digelar setiap tahun awal desember selalu berjalan lancar dan sukses, bahkan peserta selalu banyak.

“Momen ini menjadi bagian penting untuk kita menebarkan kebaikan dan terpenting bagi kaum muda seperti apa yang disampaikan dalam sambutan gubernur yakni mempertebal serta membentengi diri untuk menjauhi narkoba,” tuturnya.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Parade Natal Kota Palangka Raya, Yankris menambahkan parade kali ini diikuti 90 kelompok terdiri dari kelompok umum, pelajar SMP/SMA serta mahasiswa dan kelompok TK/SD dengan rute berbeda.

Dalam parade ini iring-iringan mobil hias yang diikuti penampilan drum band dan jejeran peserta parade. Gelaran parade ini juga mendapat pengawasan dari kepolisian. (MC. Isen Mulang/engga)

Warga Jalan Bandeng V Diajari Membuat Kompos Organik

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya melalui UPT Pengelolaan Sampah Terpadu Kecamatan Jekan Raya I mengadakan pelatihan pembuatan kompos organik kepada warga Jalan Bandeng V, Kelurahan Bukit Tunggal, Jumat (1/12/2017).

Pelatihan yang diadakan di halaman rumah Ketua RT 02 RW VIII Nomor 29, Tugiman ini langsung dipimpin Kabid Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, Mardian dan ditemani Kasi Kebersihan Muhammad Alfath.

Pelatihan dalam rangka Mari Kelola Sampah yang digagas Kasubag TU UPT Pengelolaan Sampah Terpadu Kecamatan Jekan Raya 1, Nia Ramayanthie, S.Hut untuk memenuhi ujian Diklatpim IV ini juga dihadiri Lurah Bukit Tunggal, Heri Fauzi.

Dalam pelatihan ibu Nia memandu langsung warga Jalan Bandeng V untuk membuat kompos. Bahan kompos bisa dari daun dan berbagai jenis buah yang sudah busuk. Dalam praktek kali ini daun kering dicampur aneka buah yang dicincang kemudian dijadikan satu.

Setelah itu sampah dimasukan ke dalam komposter atau drum plastik sebagai media pembusuk. Namun agar proses pembusukan lebih cepat, maka adonan aneka sampah diberikan cairan effective micro organisme (EM4) dan gula untuk mengaktifkan mikroba.

Kemudian drum plastik ditutup. Setiap satu Minggu sekali, komposter diaduk. Dibutuhkan sekitar satu bulan untuk menjadikan sampah ini menjadi pupuk organik. Jika campuran pupuk sudah berwarna kehitaman dan tidak berbau lagi, maka proses pengomposan telah selesai.

Langkah terakhir dengan mencacah bagian daun yang masih kasar lalu diayak dan diambil yang halus. Pupuk kompos yang kasar bisa dicampurkan lagi ke dalam bak pengomposan sebagai aktivator.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Terpadu Kecamatan Jekan Raya I, Rendro Rismae Riady, ST, MT menjelaskan kenapa pelatihan pembuatan kompos ini dilakukan di Jalan Bandeng V, karena lokasi ini merupakan salah satu titik pantau penilaian Adipura.

Selain itu dengan adanya pelatihan ini warga Jalan Bandeng V bisa memilah sampah yang bisa dijadikan pupuk. Manfaat lainnya bisa digunakan untuk memupuk tanaman miliknya dan juga bisa dijual, sehingga bisa menambah pendapatan bagi keluarga. (MC. Isen Mulang/engga)

UPT Museum Balanga Adakan Ritual Tantulak Dahiang Ramu

MEDIA CENTER, Palangka Raya – UPT Museum Balanga, Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan upacara ritual ‘Tantulak Dahiang Ramu Palus Balian Manyandingen Ganan Ramu’.

Tujuan upacara ritual ini untuk menghilangkan pengaruh-pengaruh yang tidak baik di museum sekaligus mendinginkan barang-barang yang ada di Museum Balanga yang terletak di Jalan Tjilik Riwut Km 2 Kota Palangka Raya tersebut.

Ritual ini dimulai Rabu (29/11/2017) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (30/11/2017) sore. Ritual ini dimulai dengan upacara balian tantulak dahiang ramu palus manyandingen ganan ramu yang dipimpin oleh basir atau tokoh agama Kaharingan.

Kemudian malam harinya pukul 19.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB acara dilanjutkan dengan ritual balian tantulak meliputi mapas, manyalentup dan manatumbur, balian manantan, balian nantulak lanting burung dahiang, dan balian marawi.

Selanjutnya di hari kedua pukul 05.00 WIB dilanjutkan dengan ritual balian manarinjet sahur dilanjutkan penyembelihan hewan kurban seperti ayam, babi, dan sapi.

Setelah itu pukul 07.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB dilanjutkan ritual pakasak panginan sangiang meliputi balian manarinjet sangiang dan balian manyandingen ramu palus nasaram panggil polong kuman. Ritual ini diakhiri dengan pabuli sangiang atau basir buli.

Acara pembukaan maupun penutupan ritual adat Dayak ini dihadiri oleh Kepala Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan dan beberapa pejabat serta perwakilan dari Polres Palangka Raya dan Kodim 1016 Palangka Raya.

Dalam sambutannya Kepala UPT Museum Balangga, Maliaki mengatakan tujuan diadakannya acara ini selain untuk menghilangkan pengaruh yang tidak baik di museum juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara.

Selain itu sebagai sarana bimbingan teknis kebudayaan adat Dayak serta pelestarian budaya, sehingga diharapkan tetap eksis agar tidak tergerus oleh modernisasi jaman. Kemudian memberikan wadah bagi generasi muda untuk bisa belajar serta berkreativitas, sehingga dapat memotivasi untuk terus menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah Kalimantan Tengah. (MC. Isen Mulang/engga)

Anak Pejuang Juga Serahkan Dukungan Calon Perseorangan ke KPU Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Masa penyerahan dokumen dukungan bakal calon walikota dan wakil walikota dari jalur perseorangan atau independen telah berakhir atau ditutup, Rabu (29/11/2017) pukul 24.00 WIB oleh KPU Kota Palangka Raya.

Di hari terakhir itu tepatnya pukul 21.25 WIB ada salah satu bakal calon menyerahkan dokumen dukungan ke KPU Kota Palangka Raya. Pasangan bakal calon ini adalah Hernison I Nuhan-Tamliannor H Matdjam. Pasangan ini membawa lebih dari 20.000 lembar foto kopi KTP.

Dokumen syarat pencalonan ini langsung diserahkan kepada Ketua KPU Kota Palangka Raya, Eko Riadi didampingi empat komisioner lain dan disaksikan oleh dua anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palangka Raya.

Hernison-Tamliannor ini merupakan pasangan ke-6 yang menyerahkan dokumen dukungan ke KPU Palangka Raya. Sedangkan lima bakal calon lainnya adalah pasangan Rusliansyah-Rogas Usop, pasangan Yuliastri-Munir, pasangan Nampung-Budi Santoso, pasangan Dagud-Fitriadi Yusup, pasangan Rizky Mahendra Nihin-Daryana, dan pasangan Hernison-Tamliannor.

Namun setelah dicek, rupanya dokumen dukungan yang diserahkan pasangan Hernison-Tamliannor dinyatakan tidak memenuhi ketentuan Pasal 14 dan Pasal 15 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.

Dimana dokumen model B.1-KWK perseorangan dan lampiran yang  diserahkan pasangan Hernison-Tamliannor hanya satu rangkap asli, sedangkan sesuai aturan harus tiga rangkap terdiri satu asli dan dua salinan.

Selain itu dokumen dukungan yang diajukan juga tidak dilengkapi dengan model B-2 KWK perseorangan atau rekomendasi dukungan. Secara otomatis dokumen yang diserahkan pasangan Hernison-Tamliannor dinyatakan tidak memenuhi ketentuan, sehingga dinyatakan tidak bisa mengikuti tahap verifikasi faktual.

“Sekitar pukul 22.00 WIB dokumen pasangan Hernison-Tamliannor dikembalikan untuk selanjutnya dilengkapi. Namun sampai batas akhir penerimaan dokumen Rabu (29/11/2017) pukul 24.00 WIB, ternyata dokumen yang dikembalikan itu tidak juga dilengkapi, sehingga dinyatakan hanya ada lima pasang yang bisa terus ke tahap selanjutnya,” kata Anggota KPU Palangka Raya, Wawan Wiraatmaja, Kamis (30/11/2017).

Diketahui, Hernison I Nuhan merupakan anak pejuang (penerjun) pertama Imanuel Nuhan. Namun niatnya untuk maju di Pilkada serentak 2018 pupus, padahal yang bersangkutan sudah mendapat restu dari orangtua dan keluarganya. (MC. Isen Mulang/engga)

Badan Litbang Palangka Raya Terima 139 Judul Kajian

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Palangka Raya mengadakan rapat koordinasi daerah (Rakorda) kelitbangan yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Palampang Tarung, Kamis (30/11/2017).

Acara Rakorda yang dibuka oleh Walikota Palangka Raya Riban Satia ini ikuti oleh kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD), sekretaris SOPD, camat, sekretaris camat, kasubag perencanaan evaluasi keuangan dan aset kecamatan.

Dalam Rakorda ini juga dihadiri dewan riset daerah dan para peneliti dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Palangka Raya, sedangkan nara sumber dihadirkan dari Litbang Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Tujuan diadakan Rakorda ini dalam rangka konsolidasi dan sinergitas program kelitbangan dan pemanfaatan potensi berbasis kearifan lokal serta mewujudkan lembaga kelitbangan untuk menselaraskan kebijakan pemerintah daerah.

Adapun tema Rakorda kelitbangan tahun ini adalah “peran strategis penelitian dan pengembangan Kota Palangka Raya dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah melalui pendekatan kegiatan penelitian dan pengembangan”.

Dalam sambutannya Kepala Badan Litbang Kota Palangka Raya, Barit Rayanto mengatakan sesuai UU Nomor 18 Tahun 2002, maka untuk merumuskan kebijakan strategis pemerintah daerah harus mendapatkan masukan dan padangan dari unsur kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena itu sebelum Rakorda digelar Badan Litbang Kota Palangka Raya sudah meminta kepada seluruh SOPD untuk menyampaikan judul kajian, termasuk dari perguruan tinggi dan peneliti mandiri. Hasilnya terkumpul 139 judul kajian.

Namun dari lebih 30 SOPD lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya hanya enam SOPD yang menyampaikan judul dengan jumlah sekitar 20 judul kajian. Nantinya usulan judul kajian ini akan dibahas melalui sidang komisi.

“Dari sidang komisi inilah bisa dimasukan ke dalam agenda kajian di tahun anggaran 2018 dan diharapkan para SODP yang usulkan judul kajian secara aktif ikut membahasan disidang komisi,” pesan Barit mengakhiri sambutan. (MC. Isen Mulang/engga)