Sekjen Kemenkumham RI Resmikan Kanwil Kemenkumham Kalteng

 
MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sekretaris Jenderal Kemenkumham RI, Bambang Rantam Sariwanto meresmikan gedung Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya, Senin (7/11/2017).
 
Acara peresmian ini disaksikan Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng Agus Purwanto, para kepala UPT seluruh Kalimantan Tengah dan para undangan seperti dari TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan Pemerintah Kota Palangka Raya.
 
Sebelumnya kedatangan Bambang bersama rombongan disambut antusias dan disuguhi tari-tarian daerah. Salah satu dari rombongannya itu diketahui Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kemenkumham RI, Dahlan Pasaribu.
 
Selain acara peresmian juga dilakukan penandatanganan MoU kerja sama bidang hukum, HAM, pembinaan dan pelayanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan serta pengawasan dan pelayanan konsultasi keimigrasian antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalteng dengan kepala daerah kabupaten dan kota seluruh Kalteng.
 
Kakanwil Kemenkumham Kalteng, Agus Purwanto mengatakan kantor wilayah merupakan perpanjangantangan Kementerian Hukum dan HAM yang memiliki kewajiban melaksanakan tugas dan fungsi di wilayah.
 
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, kantor wilayah dituntut untuk selalu memberikan pelayanan publik yang profesional, penuh tanggung jawab dan komitmen yang tinggi dalam mewujudkan bentuk pemberian pelayanan.
 
“Agar upaya perbaikan pelayanan publik dapat sesuai sebagaimana yang diharapkan maka dibutuhkan dukungan sarana dan prasarana pelayanan. Antara lain, gedung kantor yang merupakan pendukung utama dalam menjalankan proses bisnis dan kenyamanan stake holders,” katanya.
 
Dia menambahkan sebelumnya gedung Kanwil Kemenkumham Kalteng terletak di Jalan G Obos Nomor 10 Palangka Rayayang berada di atas lahan milik Kantor Imigrasi Palangka Raya. Namun karena kondisi lahan cukup sempit, sehingga mengakibatkan pelayanan keimigrasian pada kantor Imigrasi Palangka Raya menjadi terganggu.
 
“Atas pertimbangan itu maka kantor wilayah mengusulkan untuk membangun gedung baru dengan lahan dan bangunan yang lebih luas. Dengan dilakukan beberapa tahap serta atas dukungan sekjen sehingga kami bisa mendapatkan gedung baru ini,” tuturnya. (*engga)

Kadis Perindag Langsung Cek Aduan Masyarakat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban langsung merespon cepat aduan masyarakat yang disampaikan lewat media sosial terkait berserakannya barang atau sampah di lorong Pasar Kahayan.
 
Senin (6/11/2017) siang, Aratuni langsung datang mengecek kondisi barang dan sampah tersebut. Rupanya barang-barang bekas tersebut sudah terlebih dulu diangkut oleh petugas UPT Pasar Kahayan, sehingga saat Aratuni datang sudah bersih.
 
Setelah dicek, menurut Aratuni berserakannya sampah itu karena ulah anak-anak. Barang bekas yang sebelumnya digunakan oleh pedagang itu digunakan oleh anak-anak untuk bermain. Aratuni pun memaklumi perbuatan anak-anak tersebut.
 
Aratuni mengatakan dijadikannya lorong pasar sebagai sarana bermain, karena sebagian blok Pasar Kahayan ini sudah tidak digunakan untuk berjualan oleh pedagang. Bahkan bagian ujung blok ditutup dengan seng, sehingga bagian dalam lorong tidak terlihat dari luar.
 
Rupanya blok pasar ini sudah lama tidak digunakan untuk berjualan. Selain sepi pembeli, karena kondisi blok pasar yang disewa para pedagang ini sudah tidak layak lagi. Kondisi atap bocor dan pintu rolling door juga rusak.
 
Karena itu Aratuni berencana mengusulkan kepada pimpinan agar di 2018 ada renovasi blok Pasar Kahayan. Menurutnya program renovasi ini sifatnya mendesak. Jika tidak segera dilakukan maka akan lebih banyak lagi blok pasar yang akan rusak.
 
Oleh karena itu Aratuni segera meminta kepada UPT Pasar Kahayan dan instansi teknis untuk melakukan inventarisasi dan identifikasi, sehingga bisa diketahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi sejumlah blok pasar tersebut. (*engga)

Semua Pejabat SOPD Rapat Persiapan Penilaian Tahap I Adipura

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya menggelar rapat persiapan penilaian tahap I Adipura di Ruang Peteng Karuhei II, Senin (6/11/2017).
 
Rapat ini diikuti semua pejabat satuan organisasi perangkat daerah (SOPD), lurah, camat, dan para guru. Hadir pula perwakilan ketua rukun tetangga (RT) yang meraih juara lomba kebersihan.
 
Rapat yang dipimpin Kepala DLH Kota Palangka Raya, Rawang ini memaparkan hasil sementara nilai pada objek pantau Adipura. Secara akumulatif nilai P1 Adipura untuk Kota Palangka Raya hasil monitoring periode 2016-2017 adalah 73,79.
 
Sedangkan untuk bisa mendapatkan piala Adipura harus mendapat nilai di atas 75.00. Angka ini menurut Rawang mengalami kenaikan yang sebelum batas minimal harus mendapatkan skor 70.00.
 
Sehingga untuk meningkatkan nilai Adipura agar bisa mencapai di atas 75.00 ini menurut Rawang harus kerja keras dari semua SOPD, kelurahan, kecamatan, instansi pemerintah lain, termasuk sekolah.
 
Menurutnya dari beberapa objek pantau Adipura sudah mendapatkan skor di atas 80.00. Di antaranya Taman Yos Suradso, Taman Harati, Taman Kota Tugu Soekarno, dan Terminal AKAP WA Gara.
 
Namun masih ada pula objek pantau yang masih perlu pembenahan agar nilainya bisa didongkrak. Misalnya di SMKN 3 Palangka Raya sebagian objek pantau masih dapat nilai 60.00, karena sampah yang ada belum diolah.
 
Selain itu sarana yang perlu segera dilakukan perbaikan ada akses untuk menuju tempat pembuangan akhir (TPA) di Km 14 Jalan Tjilik Riwut, karena masih mendapat nilai 61.02.
 
Maka dari itu melalui rapat ini Rawang berharap semua SOPD yang memiliki tugas dan fungsi yang telah dipercayakan agar sekiranya bisa segera memperbaiki objek pantau, sehingga nantinya poin penilaian Adipura bisa meningkat. (*engga)
 

KPU Palangka Raya Lakukan Tes Wawancara Calon PPK dan PPS

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya melakukan tes wawancara kepada calon panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS), Senin (6/11/2017).
 
Tes wawancara ini dilakukan di kantor Kecamatan Sabangau, kantor Kecamatan Bukit Batu, sedangkan untuk Kecamatan Rakumpit dilaksanakan di Kelurahan Pager.
 
Sementara itu khusus wilayah Kecamatan Jekan Raya dilakukan di aula KPU Kota Palangka Raya Jalan Tangkasiang. Tes wawancara ini dilakukan oleh komisioner dan dibantu oleh sekretaris KPU Palangka Raya.
 
Khusus Kecamatan Rakumpit di hari yang sama ini dilakukan tes tertulis dan wawancara, karena pada tes tertulis di hari sebelumnya dilakukan penundaan.
 
Penundaan tes tertulis tersebut karena calon PPK yang akan mengikuti tes hanya lima orang, sedangkan aturannya minimal harus tujuh orang, sehingga baru bisa dilakukan tes.
 
Anggota KPU Kota Palangka Raya, Harmain Ibrohim menjelaskan tes wawancara ini adalah tahap akhir untuk mencari calon anggota PPK dan PPS. Untuk anggota PPK dicari lima orang, sedangkan anggota PPS dicari tiga orang.
 
Rencananya para anggota PPK dan PPS yang diterima tersebut akan dilantik pada 13 November 2017. Sejak itu pula mereka mulai aktif bekerja selama masa Pilkada serentak 2018.
 
“Mereka akan bekerja selama 9 bulan. PPK dan PPS yang mendaftar ini semuanya berasal dari wilayah mereka masing-masing, sehingga tahu betul kondisi daerahnya,” sebutnya. (*engga)

Masyarakat Kelurahan Pager Diajari Cara Membuat Kompos

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Bidang Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya mengadakan sosialisasi dan implementasi kompos kepada masyarakat Kelurahan Pager, Kecamatan Rakumpit.
 
Sosialisasi yang diadakan pada Jumat (27/10/2017) ini dilaksanakan di aula Kelurahan Pager. Dalam sosialisasi ini masyarakat diperkenalkan cara pengolahan dan pemanfaatan sampah rumah tangga dan dedaunan yang bisa dijadikan kompos.
 
Pelatihan pembuatan kompos ini langsung dihadiri Kabid Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, Mardian.
 
Sedangkan penggagas pelatihan ini adalah Kepala UPT Pengelolaan Sampah Terpadu Kecamatan Rakumpit, Abed Nego, S.Pt. Pelatihan ini dilakukan untuk memenuhi tugas Diklatim IV.
 
Adapun latar belakang diadakannya pelatihan kompos ini karena sampah rumah tangga, khususnya sampah dedaunan di wilayah Pager cukup melimpah dan belum dimanfaatkan untuk pupuk organik.
 
Dalam pelatihan ini masyarakat di dua RT di Kelurahan Pager diberikan alat komposer. Jika proyek perubahan ini sukses, maka nantinya seluruh UPT Pengelolaan Sampah Terpadu seluruh Kota Palangka Raya akan mengadopsi konsepnya ini.
 
Menurut Abed Nego, untuk jangka menengah dan panjang, program pembuatan kompos ini sudah dimasukan dalam RKA dinas untuk menunjang kegiatan sarana dan prasarana UPT Kecamatan Rakumpit. (*engga)

RT 02 Jalan Bandeng Juara I Lomba Kebersihkan se-Kota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Budaya gotong royong yang rutin dilakukan warga Jalan Bandeng V, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya tidak sia-sia.
 
Buktinya, dalam lomba kebersihan tingkat rukun tetangga (RT) seluruh Kota Palangka Raya menobatkan RT 02 RW VIII Kelurahan Bukit Tunggal sebagai juara I.
 
Kabar gembira ini disampaikan Kabid Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, Mardian diacara ‘Sosialisasi Mari Kelola Sampah’ yang diadakan di halaman rumah Ketua RT 02 Jalan Bandeng V, Tugiman, Minggu (5/11/2017). Kabar gembira ini langsung disambut oleh warga yang hadir.
 
“Bayangkan dalam lomba se-Kota Palangka Raya ini RT 02 Jalan Bandeng bisa menjadi juara, ini hebat,” sanjung Mardian yang didampingi Kepala UPT Pengelolaan Sampah Terpadu Kecamatan Jekan Raya Wilayah I, Rendro Rismae Riady, ST MT dan Kasubag TU UPT Pengelolaan Sampah Terpadu Kecamatan Jekan Raya 1, Nia Ramayanthie, S.Hut.
 
Namun hadiah lomba ini menurut Mardian baru akan diserahkan saat upacara bulanan setiap tanggal 17 di halaman balai kota Jalan Tjilik Riwut. Rencananya hadiah tersebut akan diberikan langsung oleh Walikota Palangka Raya, Riban Satia.
 
Hanya saja Mardian mengatakan untuk tahun ini hadiah yang akan diberikan tidak lagi berupa uang tunai, tapi akan diberikan hadiah yang ada kaitannya untuk menunjang kebersihan lingkungan. Digantinya hadiah non tunai ini untuk mengantisipasti agar bantuan yang diberikan tidak salah sasaran.
 
Sebab menurut Mardian, hadiah lomba RT yang diberikan harus digunakan untuk memoles agar lingkungan lebih indah dan bersih. Sementara itu Ketua RT 02 Jalan Bandeng V, Tugiman bersama warganya sepakat akan menggunakan hadiah lomba RT tersebut untuk memperbaiki sarana lingkungan yang dianggap perlu.
 
Di antaranya akan membangun gapura, memperbaiki gorong-gorong, dan membeli kaca atau spion yang akan dipasang di tikungan jalan agar para pengendara lebih aman dalam berkendara. (*engga)

BKKBN Juga Edukasi Program KB Kepada Warga Tangkiling

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Di hari yang sama Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah juga melakukan ‘Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Minggu (5/11/2017).
 
Acara sosialisasi juga dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Tengah, Hang Ali Saputra Syah Pahan, perwakilan BKKBN Pusat Nerius Ignasius, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Kusnadi, perwakilan BKKBN Kota Palangka Raya.
 
Di sini Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Kusnadi juga menjelaskan arti pentingnya mengikuti program keluarga berencana (KB). Dengan program KB, maka dalam berkeluarga semuanya bisa direncanakan, misalnya akan memiliki berapa anak hingga masa depan anaknya.
 
Dalam sosialisasi ini Kusnadi lagi-lagi menyampaikan jika memiliki dua anak cukup tersebut sangat bagus dalam rumah tangga. Sebab dengan dua anak, maka orangtua lebih mudah mengurus dan membiayai sekolahnya hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
 
Singkatnya, jika dalam satu keluarga hanya memiliki dua anak, maka ada jaminan kehidupan dalam rumah tangga lebih sejahtera. “Kita berharap dengan adanya program KB ini bisa menciptakan keluarga sehat dan sejahtera,” harapnya.
 
Sementara itu Anggota Komisi IX DPR RI, Hang Ali Saputra Syah Pahan menambahkan pentingnya masyarakat memahami program KB secara utuh, sehingga masa depan generasi akan menjadi lebih baik. Dia menjelaskan sosialisasi ini sebagai wujud penguatan komunikasi jika ber-KB akan mewujudkan keluarga bahagia, sejahtera dan berkualitas.
 
Dalam kesempatan ini Hang Ali juga mengoreksi pepatah yang mengatakan banyak anak banyak rejeki tersebut tidak selamanya benar. Sebab banyak anak justru bisa membuat anak kurang mendapatkan pendidikan yang layak. (*engga)

Warga Kelurahan Petuk Katimpun Diedukasi Program KB

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimanntan Tengah mengadakan ‘Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kreatif Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Minggu (5/11/2017).
 
Acara soialisasi ini dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Tengah, Hang Ali Saputra Syah Pahan, perwakilan BKKBN Pusat Nerius Ignasius, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Kusnadi, Perwakilan BKKBN Kota Palangka Raya, dan masyarakat.
 
Tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat jika mengikuti program keluarga berencana (KB) tersebut sangat bermanfaat, karena bisa menciptakan keluarga yang terencana dan sejahtera.
 
Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Kusnadi menjelaskan dalam berkeluarga semuanya harus terencana. Mulai saat mau menikah sampai merencakan akan memiliki beberapa anak. Jika semua telah direncanakan, maka dipastikan akan sejahtera.
 
Maka dari itu sosialisasi ini terus digencarkan, mengingat indeks kebahagian di Provinsi Kalimantan Tengah menempati urutan ke-22 dari 35 provinsi seluruh Indonesia. “Kita berharap adanya program KB ini bisa menciptakan keluarga sehat dan sejahtera,” harapnya.
 
Kusnadi menuturkan masyarakat harus diberikan pemahaman tentang dampak positif dan negartif dari program KB. Misalnya dampak positif dan negatifnya jika memiliki banyak anak dibadingkan hanya memiliki dua anak saja.
 
“Kondisi saat ini berbeda dengan dulu. Dimana dengan banyak anak biasa membuat mereka kurang terurus. Orangtua harus bekerja lebih keras guna mencukupi kebutuhan keluarganya, sehingga waktu untuk mencurahkan kasih sayang pada anak menjadi berkurang,” jelasnya.
 
Berbeda jika dalam satu keluarga hanya memiliki dua anak, maka orangtua lebih santai dalam bekerja dan lebih banyak waktu untuk mendidik anaknya di rumah. Selain itu peluang untuk menjadikan anaknya sukses lebih terbuka lebar jika hanya memiliki dua anak. (*engga)

Warga Jalan Bandeng Diajak Tertib Kelola Sampah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Bidang Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya mengadakan ‘Sosialisasi Mari Kelola Sampah’ kepada warga Jalan Bandeng V, Kelurahan Bukit Tunggal, Minggu (5/11/2017).
 
Sosialisasi yang dibuka Lurah Bukit Tunggal, Heri Fauzi ini dilaksanakan di rumah Ketua RT 02 RW VIII Nomor 29 Jalan Bandeng V, Kelurahan Bukit Tunggal, Tugiman. Pelaksanaan sosialisasi ini terbilang sukses karena banyak diikuti warga.
 
Sosialisasi yang dipimpin Kabid Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, Mardian ini merupakan ide Kasubag TU UPT Pengelolaan Sampah Terpadu Kecamatan Jekan Raya 1, Nia Ramayanthie, S.Hut untuk memenuhi ujian Diklatpim IV di Samarinda.
 
Tujuan dilaksanakan sosialisasi ini untuk membangun perilaku tertib dalam tata kelola sampah rumah tangga, meski pun selama ini warga Jalan Bandeng V sudah sangat tertib dalam membuang sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS), namun belum dipilah.
 
Karena itulah melalui sosialisasi ini Kabid Kebersihan, Mardian mengajak para warga untuk memilah sampah rumah tangga sebelum diambil operator pemungut sampah. Sebab dengan dipilah akan memberikan nilai ekonomis, karena bisa dijual untuk didaur ulang.
 
Selain itu warga diimbau mengelola sampah dengan metode 3R (reduce, reuse, dan recycle). Warga juga diimbau mengurangi produksi sampah, khususnya plastik. Caranya warga harus membawa sendiri dari rumah jika ingin belanja ke pasar, toko, dan swalayan.
 
Sementara itu Nia Ramayanthie, S.Hut menjelaskan sosialisasi ini dilakukan didasari karena masih adanya sampah yang dibuang warga tidak pada tempatnya dan semakin meningkatnya volume sampah yang diproduksi oleh rumah tangga.
 
Selain itu kurangnya pemanfaatan sampah dan kurang tertibnya jam buang sampah. Nia berharap melalui sosialisasi ini warga lebih tertib dalam mengelola sampah. Untuk merangsang warga tertib membuang sampah pada tempatnya, dalam sosialisasi ini juga diberikan bantuan tong sampah. (*engga)

Tim Badan Restorasi Gambut Ramah Tamah dengan Walikota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Riban Satia mengadakan jamuan makan malam kepada tim yang tergabung dalam Badan Restorasi Gambut (BRG) di rumah jabatan Jalan Diponegoro, Jumat (3/11/2017) pukul 20.00 WIB.
 
Acara makan malam ini dirangkai dengan acara ramah tamah dan silaturahmi dengan Direktur BRG Haris Gunawan dan Direktur CIMTROP Universitas Palangka Raya, DR Ici Piter Kulu beserta seluruh jajarannya.
 
Dalam acara ramah tamah ini juga dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, Komandan Kodim 1016 Palangka Raya, beberapa kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) dan anggota DPRD Kota Palangka Raya.
 
Adapun tujuan kedatangan tim BRG bersama masyarakat gambut internasional ke Palangka Raya ini dalam rangka rencana aksi bersama untuk restorasi gambut di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya.
 
Membacakan sambutan walikota, Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio mengatakan atas nama pemerintah daerah sangat menyambut positif hadirnya tim BRG. Kehadiran tim BRG diharapkan hasil riset yang dilakukan bisa dipakai pemerintah daerah dan bisa dimplementasikan oleh masyarakat.
 
Di sisi lain Pemerintah Kota Palangka Raya beserta jajarannya sangat terbuka dengan tim BRG terkait informasi yang dibutuhkan selama melakukan penelitian gambut.
 
Mofit mengatakan aksi bersama untuk riset gambut ini dilaterbelakangi rumitnya pengelolaan lahan gambut, bukan karenanya ada banyaknya pemangku kepentingan, tetapi karena sifat ekosistem rawa gambut itu sendiri yang sulit.
 
Menurutnya ada beberapa elemen yang harus dipertimbangkan dalam pengelolaan lahan gambut seperti tingkat keasaman air tanah, status unsur hara, air, topografi, dan sistem sosial ekonomi.
 
Faktanya sudah lebih 20 tahun para ilmuwan Indonesia dan internasional sudah berkolaborasi dalam studi ekosistem rawa gambut dan hasil penelitian sudah dilaksanakan dalam pengelolaan lahan gambut, walaupun masih diperlukan studi multi dan interdisiplin mengenai ekosistem rawa gambut tropis yang mempunyai rekomendai praktis bagi pelaku restorasi gambut.
 
Mofit menambahkan khusus Palangka Raya ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk tindakan lebih lanjut dari para ilmuwan untuk mendukung restorasi, konservasi, dan pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan. (*engga)